Perang Sama Amerika Serikat Batal, Iran Malah Terpojok karena Tembak Pesawat Ukraina

Senin, 13 Januari 2020 09:29 Reporter : Siwi Nur Wakhidah
Perang Sama Amerika Serikat Batal, Iran Malah Terpojok karena Tembak Pesawat Ukraina voting iran tetapkan militer as teroris. ©2020 AFP Photo/ICANA NEWS AGENCY

Merdeka.com - Ketegangan Iran dan Amerika Serikat (AS) masih terus berlanjut hingga hari ini, Senin (13/1). Terakhir, AS menuduh Iran menjadi penyebab jatuhnya pesawat boeing 737 milik Ukraina yang melintas di Iran, Rabu (8/1) lalu.

Kejadian jatuhnya pesawat Ukraina ini membuat Iran menjadi terpojok. AS mengatakan memiliki bukti yang menunjukkan pesawat tersebut jatuh karena tertembak rudal. Tak hanya AS, Kanada juga menyebutkan hal serupa.

"Kami memiliki intelejen dari berbagai sumber, termasuk sekutu kami dan sumber-sumber kami. Bukti mengindikasikan pesawat tersebut ditembak jatuh oleh rudal darat ke udara Iran. Ini mungkin tak sengaja," jelas Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dilansir dari Bloomberg, Rabu (8/1).

Iran membela diri dan menyatakan siap melibatkan semua pihak untuk investigasi pesawat yang menewaskan seluruh penumpang dan awak kabin. Akibat kecelakaan ini, kondisi Iran menjadi terpojokkan. Konflik Iran-AS masih terus berlanjut.

1 dari 9 halaman

Semua Bermula dari Tindakan AS Bunuh Soelaimani

Hubungan Iran dan AS sudah memanassejak perang revolusi islam di Iran bergulir. Hubungan dua negara ini kembali memanas dalam dua dekade terakhir. Ketegangan kembali memuncak ketika AS dengan sengaja membunuh Jenderal Qassim Soelaimani, Jumat (3/1) lalu.

 /></p>
<p style=2020/AFP

Pasukan AS menyerang Bandara Damaskus Irak, di mana ada Soelaimani, Al-Muhandis, dan beberapa pejabat penting lain. Serangan pesawat nirawak ini menewaskan Soelaimani dan Al-Muhandis

Sabtu (4/1), Iran mengibarkan bendera merah yang menandakan balas dendam dalam tradisi Syiah. Presiden Iran, Hassan Rouhani menyebutkan soal balas dendam di pemakaman Soelaimani.

2 dari 9 halaman

Iran Balas Tembakan Rudal ke 2 Pangkalan AS di Irak

Pernyataan balas dendam Iran terlaksana. Rabu (8/1) pagi, Iran menyerang kamp pasukan AS di Irak dengan puluhan rudal. Dua kamp AS menjadi sasaran Iran, Al-Asad dan Erbil.

Tak lama setelah serangan itu, Korps Pengawal Revolusi Islam (KPRI) menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pernyataan ini disiarkan langsung di siaran televisi Iran.

"Para prajurit pemberani di unit aerospace KPRI telah melancarkan serangan sukses dengan puluhan rudal balistik ke pangkalan militer Al Asad atas nama martir Jenderal Qassim Sulaimani," ungkap KPRI dikutip dari Liputan6.com, Rabu (8/1) lalu.

3 dari 9 halaman

Pesawat Ukraina Jatuh di Iran

Di saat bersamaan dengan serangan balas dendam Iran, pesawat komersil dari Maskapai Internasional Ukraina jatuh di Iran. Pesawat Boeing 737 itu diduga tertembak rudal Iran.

Pesawat yang lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini ini membawa 167 penumpang dan 9 awak kabin. Diketahui seluruh penumpang dan awak kabin tersebut tewas.

Kejadian ini membuat Iran terpojok. Beberapa negara menuduh Iran sebagai penyebab kecelakaan naas ini. Di antara negara-negera yang menuduh tersebut, ada Amerika Serikat dan Kanada.

4 dari 9 halaman

AS Tuduh Iran Tembak Pesawat Ukraina

Dilansir dari Bloomberg, pejabat intelejen AS memiliki bukti yang menunjukkan pesawat Ukraina jatuh di Iran karena rudal. Bukti yang dimaksud AS berbentuk foto satelit dan sadapan komunikasi.
 /></p>
<p style=narotama.ac.id

Tidak hanya AS yang menuduh Iran, Kanada lewat Perdana Menterinya, Justin Trudeau juga menyatakan hal senada dengan AS. Kanada juga memiliki bukti dari sumber-sumber mereka.

"Kami memiliki intelejen dari berbagai sumber, termasuk sekutu dan sumber kami" kata Trudeau, Rabu (8/1).

5 dari 9 halaman

Iran Membantah Tembak Pesawat Ukraina

Kecelakaan pesawat Ukraina di Iran membuat Iran kalang kabut, terlebih dengan tuduhan bertubi-tubi dari berbagai negara. Iran lewat juru bicara pemerintahannya, Ali Rabiei menyatakan siap membuka diri untuk semua negara yang ingin terlibat dalam investigasi kecelakaan itu.

"Berdasarkan regulasi internasional, perwakilan dari badan penerbangan sipil dari negara di kecelakaan terjadi (dalam kejadian ini Iran), badan penerbangan sipil dari negara yang menerbitkan sertifikat kelaikan terbang (Ukraina), pemilik maskapai, perusahaan pembuat pesawat, dan pembuat mesin pesawat bisa terlibat dalam proses investigasi," jelas Rabiei dalam pernyataan pers, Jumat (10/1) dilansir dari Press TV.

Menanggapi tuduhan AS dan kepemilikan barang bukti, Rabiei membantahnya. Rabiei membantah klaim AS yang menyatakan rudal Iran jadi penyebab jatuhnya pesawat Ukraina.

"Tidak ada yang akan bertanggung jawab atas kebohongan besar begitu diketahui bahwa klaim itu palsu," lanjut Rabiei.

6 dari 9 halaman

Iran Akui Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Sehari setelah pernyataan Ali Rabiei, Sabtu (11/1), militer Iran memberikan penyataan resmi kalau pesawat boeing Ukraina memang jatuh karena tembakan rudal yang tak sengaja.

Dilansir dari AP News, pihak militer Iran menjelaskan kalau posisi pesawat boeing tersebut berada terlalu dekat dengan pusat militer sensitif, dan dikira sebagai ancaman. Terlebih, saat kejadian, militer Iran berada dalam kesiapan level tinggi.
 /></p>
<p style=AP

"Dalam kondisi demikian, akibat human-error dan ketidaksengajaan, pesawat tertembak," jelas militer Iran lewat pernyataan resminya. Rouhani telah meminta maaf atas kejadian ini.

"Republik Islam Iran sangat menyesalkan bencana kesalahan ini," ujar Rouhani dalam pernyataan duka cita untuk korban kecelakaan.

7 dari 9 halaman

Muncul Demonstrasi di Iran Minta Ali Khamenei Mundur

Pengakuan Iran atas ketidaksengajaan menembak pesawat komersil Ukraina dan menyebabkan 176 orang tewas, membuat rakyat Iran berunjuk rasa, Minggu (12/1).
 /></p>
<p style=ncr-iran.org

Pengunjuk rasa ini menuntut pejabat senior mengundurkan diri, di antaranya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

"Komandan tertinggi (Khamenei) mundur, mundur," teriak pengunjuk rasa dikutip dari video, dilansir Aljazeera. Dalam video tersebut, ada ratusan orang berkumpul di depan Universitas Amir Kabir, Teheran di hari yang sama dengan pengakuan pemerintah Iran, Sabtu (11/1).

Pengunjuk rasa juga mengecam atas kelalaian militer Iran yang menyebabkan tewasnya warga sipil dari berbagai negara. Ratusan orang ini juga meminta pemerintah bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat Ukraina tersebut.

8 dari 9 halaman

Donald Trump Dukung Masyarakat Iran Demo

Unjuk rasa di Iran, Sabtu (11/1) ditanggapi Presiden AS, Donald Trump dengan nada positif. Lewat cuitannya di Twitter, Minggu (12/1) dalam Bahasa Persia, Trump mengaku terinspirasi dengan keberanian rakyat Iran tersebut.
 /></p>
<p style=2020 Merdeka.com

"Kepada para pemberani, rakyat Iran yang telah lama menderita. Saya mendukung kalian sejak awal saya berkuasa, dan pemerintahan saya akan terus bersama kalian. Kami mengikuti dengan cermat unjuk rasa kalian, dan terinspirasi oleh keberanian kalian," tulis Trump.

Pernyataan Trump ini belum ditanggapi lebih lanjut lagi oleh pemerintah Iran yang saat ini terpojokkan dengan segala penjuru.

9 dari 9 halaman

Amerika Serikat juga Pernah Tembak Jatuh Pesawat Komersil Iran

Kilas balik tahun 1988, pesawat komersil Iran Airbus 300, juga pernah ditembak jatuh oleh rudal AS jenis Vincennes. Akibatnya pesawat yang membawa 290 penumpang tersebut hancur dan seluruh orang di dalamnya tewas.
 /></p>
<p style=ATR

Kejadian ini bermula saat AL AS mengira pesawat tersebut sebagai jet tempur musuh. Militer AS menembakkan rudal penghancur di ketinggian 7.500 kaki di atas Lurus Hormuz.

Pemerintah AS menyatakan penyesalan atas insiden tersebut, namun belum pernah bertanggung jawab secara resmi. Sampai saat ini, Iran Air masih memakai nomor penerbangan IR655 untuk mengenang kejadian tersebut.

[snw]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini