Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Sering Biduran yang Perlu Diketahui, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Sering Biduran yang Perlu Diketahui, Ini Cara Mengatasinya Ilustrasi biduran. ©Wikimedia Commons/James Heilman, MD

Merdeka.com - Penyebab sering biduran perlu untuk diketahui oleh penderitanya. Biduran atau urtikaria adalah reaksi kulit yang menyebabkan timbulnya bilur berwarna merah atau putih disertai rasa gatal. Salah satu penyebab umum dari biduran adalah alergi. Namun, bentuk dan ukurannya bisa berbeda-beda tiap orang.

Saat seseorang terkena biduran, tak menutup kemungkinan dirinya juga akan terserang angioedema. Ini adalah penyakit pembengkakan pada lapisan kulit yang lebih dalam. Biasanya terjadi pada bagian mata, bibir, dan alat kelamin.

Lalu, apa saja penyebab sering biduran lainnya dan bagaimana cara mengatasinya? Apakah biduran juga bisa menjadi salah satu tanda kondisi serius? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman halodoc dan berbagai sumber, Kamis (14/7/2022):

Biduran Bisa Jadi Berbahaya

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa biduran merupakan reaksi alergi pada kulit yang ditandai munculnya bentol berwarna kemerahan disertai rasa gatal. Pada umumnya, biduran tergolong ringan dan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa jam atau setelah mengonsumsi obat-obatan.

Namun, pada beberapa kasus, biduran dapat berlangsung selama beberapa minggu dan terjadi berulang. Kondisi ini dapat disebut sebagai biduran kronis. Bahkan, masalah pada kulit ini bisa menjadi bagian dari gejala anafilaksis, yakni reaksi alergi parah dan terjadi secara tiba-tiba hingga bisa menyebabkan kematian.

Kondisi ini dianggap sebagai keadaan darurat karena beberapa gejalanya yang ekstrem. Adapun gejalanya seperti pembengkakan pada kelopak mata, bibir, tangan, dan kaki. Kemudian terjadi sesak napas yang disebabkan oleh penyempitan saluran udara dan juga disertai sakit perut dan muntah-muntah.

Gejala dan Faktor Risiko Biduran

Biduran atau urtikaria ditandai dengan munculnya bentol atau ruam kemerahan yang disertai rasa gatal. Berdasarkan jenisnya, biduran dapat dibagi menjadi biduran akut dan biduran kronis. Biduran akut berlangsung kurang dari 6 minggu, sedangkan biduran kronis bertahan selama lebih dari 6 minggu.Kondisi ini merupakan reaksi alergi terhadap benda atau zat asing, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh mengeluarkan histamin. Histamin inilah yang menyebabkan munculnya tanda dan gejala biduran.Pada jenis biduran kronis belum diketahui pasti penyebabnya. Namun, ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu biduran atau memperburuk gejala yang ada. Seperti mengonsumsi minuman beralkohol atau minuman berkafein, tingkat stres yang tinggi, dan suhu udara yang panas atau dingin.

001 tantri setyorini

©Wikimedia Commons/James Heilman, MD

Penyebab Sering Biduran

Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya biduran:

  1. Terjadi kontak dengan pemicu atau penyebab alergi
  2. Makanan penyebab biduran yang paling umum adalah kacang, cokelat, makanan laut, telur, gandum, dan susu
  3. Hampir semua obat-obatan bisa menyebabkan uritkaria
  4. Zat adiktif atau bahan tambahan dalam makanan seperti pemanis, pengawet, penguat rasa, pewarna, pengental, dan lain-lain
  5. Infeksi, seperti hepatitis dan demam kelenjar
  6. Gigitan serangga
  7. Faktor lingkungan, seperti kondisi atau cuaca panas maupun dingin, air tertentu, atau bahkan sinar matahari.

Biduran terjadi saat tubuh memiliki kadar histamin yang dilepaskan ke kulit terlalu tinggi. Histamin biasanya disimpan di dalam sel dan akan dilepaskan ketika sistem kekebalan tubuh mengenali ancaman. Rangkaian bahan kimia dalam tubuh termasuk histamin ini akan melindungi tubuh dari penyakit serius akibat infeksi atau gigitan serangga. Namun, kadang-kadang sistem kekebalan akan melepaskan histamin tanpa adanya ancaman nyata. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang mengalami reaksi alergi. Histamin inlah yang menyebabkan pembuluh darah melebar, sehingga aliran darah meningkat. Banyaknya darah yang mengalir di bawah permukaan kulit, membuat kulit terlihat memerah. Kelebihan cairan ini juga yang menyebabkan pembengkakan pada kulit dan rasa gatal-gatal.

Cara Mengatasinya

Biduran sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya dalam hitungan jam atau hari. Namun, apabila terasa sangat mengganggu, maka pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan. Anda bisa memberikan lotion atau krim anti gatal yang menenangkan di bagian kulit yang biduran. Anda juga meminta resep obat dari dokter. Antihistamin merupakan salah satu obat yang bisa membantu mengendalikan rasa gatal dan bengkak. Sedangkan untuk biduran yang parah Anda biasanya akan diberi obat seperti prednison dan kostikosteroid untuk dioleskan. Jika antihistamin tidak bekerja secara efektif, dokter mungkin saja akan menyarankan terapi cahaya atau disebut juga fototerapi. Biduran umumnya terjadi akibat reaksi alergi. Oleh sebab itu, bagi Anda yang mengidap alergi tertentu, cobalah hindari hal-hal yang bisa memicu reaksi alergi. Menghindari suhu panas, stres, obat-obatan, atau makanan, merupakan cara efektif untuk mencegah biduran. Makanan atau obat-obatan tersebut bisa dihindari setelah dipastikan oleh dokter sebagai penyebab biduran pada pasien.

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP