Penampakan Makam Uwais Al-Qarni, Pemuda Amat Dicintai Allah & Penduduk Langit yang Gendong Ibunya Pergi Haji dari Yaman
Hingga kini, area makam dari pemuda luar biasa itu masih tampak dipenuhi para peziarah.
Di masa Rasulullah SAW, diketahui hidup seorang pemuda dengan hidup sederhana bernama Uwais Al-qarni. Meski demikian Uwais Al-qarni pernah disebut Rasulullah SAW sebagai pemuda yang sangat dicintai Allah dan begitu terkenal di langit.
Selain karena iman dan takwanya kepada Allah, pemuda tersebut ternyata begitu ambisius mengantarkan sang ibu untuk pergi berhaji. Lantaran tak memiliki banyak harta, dia nekat berjalan kaki menggendong sang ibu dari Yaman ke Mekkah.
Kisah Uwais Al-Qarni pun menjadi catatan tersendiri di kalangan umat Islam. Hingga kini, area makam dari pemuda luar biasa itu masih tampak dipenuhi para peziarah. Berikut potret selengkapnya.
Penampakan Makam Uwais Al-Qarni
Nama Uwais Al-qarni begitu membekas di hati sebagian besar umat Islam. Keteguhannya pada Islam dan kasih sayangnya kepada sang ibunda menjadi suatu hal yang patut diteladani.
Meski kini telah berpulang, namun umat Islam masih tetap bisa berziarah ke makam Uwais Al-qarni yang berlokasi di kompleks Masjid Uwais Al-qarni, Ma’arat al-Nu’man, Suriah. Masjid istimewa yang satu ini tercatat dibuka untuk umum sejak tahun 2003 silam.
Tak jauh dari area tempat ibadah, terletak makam sang pemuda kecintaan langit di tengah-tengah padang rumput yang cukup luas. Makamnya sendiri tampak dikelilingi langsung oleh pagar yang berupa tembok segiempat.
Makam Uwais Al-qarni pun tampak ditutupi selembar kain berwarna kuning. Sementara di bagian ujung atas nisan tertulis nama almarhum dalam Bahasa Arab.
“Makam Quaeis Al-qorani,” demikian dikutip dari keterangan unggahan akun TikTok @ahmad.razikin21 beberapa waktu lalu.
Ramai Didatangi Peziarah
Pada bagian atas, area makam Uwais Al-qarni tampak diberi atap sederhana. Tepat di bagian sisi atas makam, pengurus area makam terlihat memberi sejumlah kain sebagai penutup dari terik sinar matahari.
“Sosok yang sering diberitahukan Rasulullah SAW kepada sahabat bahwa beliau adalah penghuni surga,” demikian dikutip dari keterangan unggahan akun TikTok @ahmad.razikin21 beberapa waktu lalu.
Dalam video berdurasi singkat yang dibagikan, tampak area makam Uwais Al-qarni yang cukup ramai dikelilingi para peziarah dari berbagai penjuru dunia dan kalangan usia. Tak hanya berkunjung, para peziarah tersebut tampak memanjatkan doa mendalam di depan makam Uwais Al-qarni.
Mengenal Uwais Al-Qarni
Melansir dari laman NU, Uwais Al-Qarni diketahui merupakan seorang pemuda asal Yaman yang pernah menderita penyakit sopak. Karena penyakit itu, tubuhnya menjadi belang-belang dan cukup berbeda dari orang lain.
Meski demikian, ia adalah pemuda saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.
“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu.
Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan.
Dia kemudian membeli seekor anak lembu dan menggendongnya setiap hari naik-turun bukit berkali-kali selama 8 bulan. Meski kala itu dia sering dicemooh sebagai orang gila, namun nyatanya hal itu dilakukannya bukan tanpa alasan.
Ternyata dia berlatih untuk menggendong ibunya dari Yaman ke Mekkah demi berhaji. Setibanya di depan Baitullah, ibunya terharu dan bercucuran air mata.
Kisah luar biasa dari Uwais Al-Qarni pun sempat disebut Rasulullah dalam sebuah hadis. Saking istimewanya, bahkan dia disebut sebagai penghuni surga.
“Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama pasukan dari penduduk Yaman. Dia berasal dari kabilah Murad, kemudian dari Qaran. Ia pernah menderita penyakit kusta yang sembuh kecuali sebesar dirham. Ia memiliki seorang ibu yang sangat ia berbakti kepadanya. Jika ia bersumpah kepada Allah, Allah akan mengabulkan sumpahnya. Jika kamu bisa memintanya untuk memohonkan ampunan kepada Allah untukmu, maka lakukanlah (HR Muslim, No. 2542).