Niat Puasa Syawal 6 Hari Beserta Tata Cara dan Keutamaannya

Minggu, 1 Mei 2022 07:00 Reporter : Billy Adytya
Niat Puasa Syawal 6 Hari Beserta Tata Cara dan Keutamaannya Ilustrasi puasa. ©Shutterstock/JOAT

Merdeka.com - Niat puasa syawal 6 hari harus diketahui oleh umat Islam. Sebab puasa 6 hari di bulan Syawal mempunyai keutamaan luar biasa besar dan akan merugi apabila ditinggalkan usai bulan Ramadan 2022.

Puasa sunah satu ini akan memberikan kaum muslimin pahala sangat besar. Hal ini sebagaimana yang sudah disabdakan oleh Rasulullah:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan, kemudian ia ikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapat pahala seperti puasa setahun penuh.” (HR Muslim).

Niat puasa Syawal bisa dipanjatkan di malam hari atau pun siang hari. Anda pun juga bisa melafalkannya dan boleh dilakukan pada puasa sunah saja. Berikut adalah niat puasa syawal 6 hari beserta tata cara dan keutamaannya seperti dilansir dari berbagai sumber.

2 dari 6 halaman

Niat Puasa Syawal 6 Hari

Bagi Anda yang sudah memantapkan hati dianjurkan untuk menjalankan puasa Syawal dan melafalkan niat puasanya. Berikut ialah niat puasa Syawal 6 hari yang harus Anda amalkan:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Kemudian untuk Anda yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan puasa Syawal ini diperbolehkan untuk melafalkan niat puasa Syawal ketika Anda hendak puasa Sunah. 

Berikut adalah niatan puasa sunah yang boleh dilakukan di siang hari sejauh Anda masih belum makan, minum dan hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh berkumandang:

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

"Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

3 dari 6 halaman

Tata Cara Puasa Syawal

1. Puasa Syawal dilakukan 6 hari di Bulan Syawal

Keutamaan puasa Syawal akan didapatkan oleh umat Islam apabila melaksanakan puasa selama 6 hari di bulan Syawal. Puasa 6 hari ini disarankan dilakukan secara berurutan. Namun tidak dilarang juga apabila dilakukan tidak secara berurutan.

2. Utama dilaksanakan sehari usai Idul Fitri, Boleh juga Diakhirkan Asalkan Masih bulan Syawal.

3. Lebih baik dilakukan secara berurutan, akan tetapi boleh dilaksanakan tidak berurutan.

4. Menunaikan puasa ganti terlebih dahulu agar mendapatkan keutamaan puasa Syawal.

4 dari 6 halaman

Keutamaan Puasa Syawal

1. Dapat Pahala Seperti Puasa Penuh dalam Setahun

Keutamaan puasa Syawal yang pertama ialah bisa membuat umat Islam mendapatkan pahala seperti puasa penuh dalam satu tahun. Ia akan mendapatkan tempat paling mulia di sisi Allah.

Puasa Syawal 6 hari yang dilakukan akan membuat seseorang mendapatkan pahala layaknya ia berpuasa selama 12 bulan. Keutamaan puasa Syawal ini dituliskan dalam hadist muslim berikut:

"Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama enam hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim).

5 dari 6 halaman

2. Mendekatkan Diri pada Allah

Keutamaan puasa Syawal berikutnya ialah bisa mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah. Setiap muslim yang berniat mengerjakan puasa Syawal 6 hari maka akan mendapat tempat mulia di sisi Allah.

Bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah dibandingkan dengan minyak kasturi. Keutamaan puasa Syawal berikut ini telah disebutkan dalam hadist Qudisi:

"Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu)." Kemudian, Rasulullah melanjutkan, "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi." (HR. Muslim).

6 dari 6 halaman

3. Sempurnakan Ibadah

Keutamaan puasa Syawal selanjutnya adalah ibadah. Layaknya salat sunah, di mana tindakan itu bisa menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadahnya.

Khususnya keutamaan puasa Syawal yang dapat melengkapi kekurangan yang ada selama puasa di bulan Ramadan. Ibnu Rajab menjelaskan keutamaan puasa Syawal yaitu sebagai berikut:

"Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan." (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394.)

[bil]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini