Mobil Dinas Pemprov Jateng Ditempeli Stiker 'Nek Aku Korupsi Ora Slamet'

Minggu, 8 Desember 2019 16:49 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Mobil Dinas Pemprov Jateng Ditempeli Stiker 'Nek Aku Korupsi Ora Slamet' Mobil Dinas Pemprov Jateng. Twitter @jatengpedia ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memimpin setidaknya 3.000 pelajar dalam menggelar aksi antikorupsi. Aksi tersebut juga mengajak para pelajar untuk menempelkan stiker anti korupsi di sebagian besar mobil dinas Pemprov Jateng.

Stiker tersebut diketahui bertuliskan "Nek Aku Korupsi Ora Slamet". Aksi ini berlangsung di tengah Car Free Day, Minggu (08/12/19). Terlihat pula dalam video yang diunggah oleh akun Twitter @jatengpedia, mobil dinas Pemprov Jateng telah tertempel stiker berwarna merah tersebut.

1 dari 4 halaman

Stiker "Nek Aku Korupsi Ora Slamet"

"Saya senang dan bangga pada pelajar yang hebat-hebat ini, mereka menegaskan diri untuk siap menjadi agen anti korupsi. Sejak dini kami ajak mereka untuk terlibat, merasakan, mengkritik bahkan mencaci terhadap hal-hal berbau korupsi," ujar Ganjar Pranowo yang dikutip dari Liputan6.com, Minggu (08/12/19).

Twitter @jatengpedia 2019 Merdeka.com

"Tadi keren, ada seruan mereka misalnya, PNS yang koruptor, tidak usah masuk kantor, langsung didor. Ini merupakan ungkapan kejengkelan dari mereka yang mudah-mudahan menjadikan mereka generasi berintegritas," sambung Gubernur Jawa Tengah.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan hal yang sangat luar biasa. Hal itu karena, para pelajar telah berani menyerukan perlawanan pada praktik korupsi yang semakin merajalela. Tujuannya tentu saja untuk masa depan Indonesia yang lebih maju dan cerah.

2 dari 4 halaman

Tujuan Penempelan Stiker Ini

"Mereka kelak akan menjadi pemimpin bangsa, semoga ini awal yang bagus untuk menanamkan integritas. Saya minta guru-guru membimbing," ucap Ganjar Pranowo.

Twitter @jatengpedia 2019 Merdeka.com

Menurut Ganjar, aksi penempelan stiker ini juga bisa dijadikan pedoman dan acuan anak-anak di masa mendatang. Kepedulian terhadap gerakan antikorupsi memang penting dan harus diterapkan sejak dini. Tidak perlu yang susah, mulailah dengan hal terkecil terlebih dahulu. Misalnya seperti menghindari kebiasaan menyontek, tidak berbohong dan tidak membolos sekolah.

3 dari 4 halaman

Komentar Netizen

Aksi tersebut tentu saja menuai beragam komentar dari netizen. Tak hanya komentar positif saja, banyak juga terlihat beragam komentar yang masih mempertanyakan aksi tersebut.

"Semoga jadi kenyataan," tulis akun Twitter @Paranormalsakti.

"Sebuah doa Dari semua masyarakat. Jateng gayeng," tulis akun @Aryosutejo311.

Twitter @jatengpedia 2019 Merdeka.com

"seneng aku liatnya.. jadi tenang hatiku.. " tulis akun @addair1974.

"Stikere neng buri mobil. Lhah seng moco tukang becak seng neng burinan. Bareng moco stiker misuh turut-turut dalan amergo bar tuku bakwan 2 muni siji." ujar akun @LukmanHQ.

"jangan ketipu dngan stiker itu, sesat dan menyesatkan...yang mbaca kan orang2 di belakang mobil itu (tukang dokar, tukang becak, sopir ojol, sopir grab, sopir pedati, dukun, dokter, guru mungkin gusgondrong)," ujar akun @ArifYul52047433.

4 dari 4 halaman

Tulisan Sindiran buat Koruptor

Tak hanya penempelan stiker saja, sejumlah pelajar juga terlihat membawa tulisan sindiran untuk para koruptor. Tulisan-tulisan dari pelajar ini juga berhasil diabadikan oleh bidikan kamera.

"Jangan mau diperbudak SETAN KORUPSI" bunyi tulisan di salah satu poster.

"Lebih nikmat rebahan daripada korupsi" bunyi tulisan lainnya.


Twitter @dkpjateng 2019 Merdeka.com


"Pantang korupsi sampai mati," tulisan lainnya yang tertangkap kamera.

"Korupsi itu kayak pacaran, menikmati yang bukan haknya" bunyi dalam poster dari salah satu SMK di Demak.

[tan]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini