Misteri Angka Kematian karena Corona di China, Jumlahnya Disebut Jauh Lebih Banyak

Jumat, 3 April 2020 11:45 Reporter : Billy Adytya
Misteri Angka Kematian karena Corona di China, Jumlahnya Disebut Jauh Lebih Banyak Momen Bahagia Para Awak Medis Bebas Tugas di Wuhan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - China merupakan negara di mana virus corona atau covid-19 pertama kali ditemukan. Penyebaran virus berbahaya ini juga berawal di Wuhan, China yang kemudian menyerang dunia hingga ditetapkan sebagai pandemi.

Baru-baru ini beredar informasi bahwa pejabat China memalsukan data kasus meninggal terkait virus corona. Hal tersebut menyebabkan banyak orang bertanya-tanya sebenarnya berapa angka kematian disebabkan corona di China yang kian menjadi misteri. Penasaran? Berikut ulasannya dari berbagai sumber.

1 dari 8 halaman

21 Juta Pengguna Ponsel Diduga Meninggal Corona

Sebanyak 21 juta pengguna ponsel di China tiba-tiba tidak aktif dan lenyap begitu saja, hal tersebut tengah dilaporkan oleh harian The Epoch Times dalam beberapa bulan terakhir. Sontak, hal ini menyebabkan muncul dugaan kuat bahwa jumlah korban meninggal di China yang disebabkan oleh corona, sebenarnya lebih tinggi dari angka yang dilaporkan pemerintah selama ini.

momen bahagia para awak medis bebas tugas di wuhan

2020 Merdeka.com

Kamis (9/3) lalu, Kementrian Industri dan Teknologi Informasi China merilis data statistik baru pengguna ponsel dalam setiap provinsi yang ada di China pada Februari 2020. Data tersebut mengalami penurunan begitu besar, merosot dari 1.601 miliar menjadi 1,51 miliar, turun sebanyak 21 juta.

2 dari 8 halaman

Pemerintah China Luncurkan Kode Kesehatan Berbasis Ponsel

The Epoch Times melaporkan, bahwa pemerintah China tengah meluncurkan kode kesehatan berbasis ponsel sejak 10 maret lalu. Seluruh masyrakat wajib memasang dan mendaftarkan informasi kesehatan mereka dalam aplikasi tersebut.

"Rezim China mewajibkan semua warga memakai ponsel mereka untuk mendapatkan kode kesehatan. Hanya mereka yang memiliki kode kesehatan hijau dibolehkan bepergian di dalam negeri saat ini. Mustahil bagi seseorang untuk menghapus akun ponselnya," kata Tang Jingyuan, pengamat China di Amerika Serikat kepada The Epoch Times 21 Maret lalu, seperti dilansir laman Al Arabiya, Selasa (31/3).

3 dari 8 halaman

Turunnya Angka Akun Ponsel karena Sektor Bisnis

Direktur Administrasi Informasi dan Komunikasi Kementrian Industri dan Teknologi Informasi, Han Xia mengatakan penurunan angka akun ponsel tersebut dikarenakan berbagai sektor bisnis yang ditutup pada Februari demi mengikuti aturan karantina dari pemerintah. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka kematian di Italia mencapai 10.781 dari 97.689 kasus dan di China 3.310 kematian dari total 82.447 kasus positif Covid-19.

momen bahagia para awak medis bebas tugas di wuhan

2020 Merdeka.com

Namun, The Epoch Times mengatakan bahwa angka kematian di China tidak sesuai situasi sebaliknya yang ada di sana. Misalkan jika dibandingkan dengan Italia, menurut data Organisai Kesehatan Dunia (WHO), angka kematian di Italia mencapai 10.781 dari 97.689 kasus dan di China 3.310 kematian dari total 82.447 kasus positif Covid-19. Angka tersebut menunjukkan tingkat kematian Italia mencapai 11,03 persen dan di China 4,01 persen, sedangkan China memiliki jumlah populasi lebih banyak.

4 dari 8 halaman

Data Minim Jadi Misteri Angka Kematian China

The Epoch Times menyebut "terdapat tujuh rumah pemakaman di Wuhan yang dilaporkan mengkremasi mayat 24 jam sehari, tujuh hari sepekan, pada akhir Januari lalu" dan "Provinsi Hubei sudah mengerahkan 40 fasilitas krematorium yang masing-masing mampu membakar lima ton sampah medis dan mayat per harinya, sejak 16 Februari".

Epoch Times mengatakan "minimnya data menjadi misteri angka kematian di China. Terhapusnya 21 juta pengguna ponsel bisa menjadi dugaan angka kematian sebenarnya lebih jauh tinggi dari angka yang dilaporkan selama ini".

5 dari 8 halaman

Para Pejabat China Sembunyikan Tingkat Penyebaran

Pekan lalu, sebuah laporan intelijen Amerika Serikat yang diajukan ke Gedung Puth mengklaim bahwa para pejabat China menyembunyikan tingkat penyebaran virus corona atau covid-19 di negaranya. China tak melaporkan angka kematian dan angka kasus, hal tersebut tengah dikatakan oleh Intelijen AS.

momen bahagia para awak medis bebas tugas di wuhan

2020 Merdeka.com

Bloomberg menuliskan bahwa laporan yang disimpulkan soal jumlah orang China terkait dengan infeksi tersebut palsu dan mengurangi angka kematian yang sebenarnya.

6 dari 8 halaman

Dikritik Wakil Presiden AS

Sontak, hal tersebut mendapat kritikan dari Wakil Presiden AS, Mike Pence. Pence dalam wawancara bersama CNN mengkritik peran Beijing dalam menghadapi krisis kesehatan itu.

"Kenyataannya adalah bahwa kita bisa lebih baik jika China lebih terbuka," kata Pence, dilansir dari The Times of Israel, Kamis (2/4).

7 dari 8 halaman

Total Kematian di China Bisa Capai Puluhan Ribu

Menurut Newsweek, sebenarnya angka kematian di China terkait virus corona atau covid-19 bisa mencapai puluhan ribu dibandingkan dengan sekitar 3.000 orang yang sudah dilaporkan sejauh ini. Newsweek juga menemukan foto tengah beredar di media China tentang ribuan guci yang tiba di Wuhan, tempat awal wabah virus ini.

momen bahagia para awak medis bebas tugas di wuhan

2020 Merdeka.com

Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional China pada Rabu melaporkan sebanyak 36 kasus covid-19 baru, sehari setelah mengumumkan kasus tanpa gejala akan dimasukkan dalam data resmi.

8 dari 8 halaman

Kurang Valid

Langkah yang dilakukan guna mengungkap jumlah kasus adalah mencakup orang-orang yang menunjukkan gejala saja selama ini. Sementara proporsi orang yang tertular virus namun tak menunjukkan gejala, saat ini tak diketahui.

Sedangkan para ilmuwan mengatakan orang yang tak menunjukkan gejala bisa jadi "pembawa virus" dan dapat menularkan covid-19 kepada yang sehat hingga jatuh sakit.

[bil]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini