Menyelekit, Ferdy Sambo Sakit Hati Dituding Miliki Bunker dan LGBT

Rabu, 25 Januari 2023 09:29 Reporter : Thomas Wardhana
Menyelekit, Ferdy Sambo Sakit Hati Dituding Miliki Bunker dan LGBT Menyelekit, Ferdy Sambo Sakit Hati Dituding Miliki Bunker dan LGBT. Youtube MerdekaDotCom ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Terdakwa kasus pembunuhan Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Ferdy Sambo hadir di Sidang Pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (24/1) lalu.

Pada kesempatan tersebut Ferdy Sambo sempat membacakan nota pembelaan atas kasus serta tuduhan yang diterima. Sambo mencurahkan isi hatinya di depan hakim dengan nada tersedu-sedu.

Sambo merasa keberatan atas beragam tuduhan yang dilontarkan padanya dan menilai itu adalah giringan opini yang merugikan dirinya. Simak informasi selengkapnya.

2 dari 5 halaman

Hadir di Sidang Pledoi

Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo membacakan beragam catatan pledoinya yang berjudul 'Setitik Harapan Dalam Ruang Sesak Pengadilan'.

Sebelumnya dia sempat memakai judul 'Pembelaan yang Sia-Sia' karena merasa frustrasi dengan berbagai tekanan hingga olok-olok dari berbagai pihak.

Selain itu, Sambo juga dihadapkan dengan berbagai tuduhan yang mendera maupun keluarga saat menjalani proses peradilan dan persidangan pada kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.

3 dari 5 halaman

Ferdy Sambo Sakit Hati Dituduh

Ferdy Sambo membacakan pledoi sambil menahan tangis. Dalam pledoinya, dia mencurahkan isi hatinya saat menjalani proses persidangan. Sambo merasa tak diberi ruang sedikit katapun keluar untuk menyampaikan pembelaan.

Berbagai tuduhan juga diterimanya, bahkan disebar di berbagai media maupun masyarakat yang seolah-olah menganggap dia adalah penjahat terbesar di sejarah manusia.

Tuduhan tak mendasar seperti bandar judi dan narkoba, selingkuh dan nikah dengan banyak wanita, memiliki bunker uang, sampai LGBT turut sampai ke telinganya.

"Saya telah dituduh secara sadis melakukan penyiksaan terhadap Yosua sejak dari Magelang, begitu juga tudingan sebagai bandar narkoba dan judi, melakukan perselingkuhan dan menikah siri dengan banyak perempuan, perselingkuhan istri saya dengan Kuat Ma'ruf, melakukan LGBT, memiliki bunker yang penuh dengan uang, sampai dengan penempatan uang ratusan triliun dalam rekening atas nama Yosua," tutur Sambo.

4 dari 5 halaman

Merasa Tertekan Giringan Opini Publik

Berbagai tuduhan dan tekanan yang diterima membuatnya merasa menyakitkan. Tekanan yang begitu besar kepada seorang terdakwa seperti yang dia rasakan sekarang.

Dia menyebut banyak media yang juga melakukan framing dan hoax akan dirinya serta keluarga sepanjang proses pemeriksaan.

Secara terang-terangan Sambo menganggap bahwa tekanan seperti itu akan mempengaruhi persepsi publik terhadap dia dan mempengaruhi hasil putusan perkara yang terjadi lantaran mengikuti kemauan semua pihak.

"Saya tidak memahami bagaimana hal tersebut terjadi, sementara prinsip negara hukum yang memberikan hak atas jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara di mata hukum masih diletakkan dalam konstitusi negara kita," ucap Sambo.

5 dari 5 halaman

Hukuman Pidana Seumur Hidup

Terdakwa Ferdy Sambo dituntut hukuman pidana seumur hidup karena dinilai terbukti melakukan pembunuhan berencana dan menghalangi proses penyelidikan kematian Brigadir J.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai Sambo melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Suami Putri Candrawathi tersebut juga melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

[thw]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini