Membanggakan, Anak Sopir Bus Berparas Cantik Jadi Atlet dan Taruni Akpol

Kamis, 25 Juni 2020 14:58 Reporter : Kurnia Azizah
Membanggakan, Anak Sopir Bus Berparas Cantik Jadi Atlet dan Taruni Akpol Anak Sopir Bus Berparas Cantik Jadi Atlet dan Taruni Akpol. Channel YouTube Taufik Irvani ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjadi bagian dari abdi negara, terutama ikatan Kepolisian menjadi impian besar sebagian pemuda Indonesia. Tak ayal rasa pesimis kerap membelenggu masyarakat tingkat ekonomi rendah.

Hal ini ditepis oleh Sutarto. Seorang sopir bus yang berhasil membimbing putri ketiga untuk membanggakan dan meningkatkan derajat keluarga. Cita-cita Nora Septiana berhasil diraih, baik sebagai atlet hingga diterima jadi Taruni Akpol. Simak informasinya berikut ini.

1 dari 8 halaman

Sopir Bus Antar Pedesaan dan Kota

anak sopir bus berparas cantik jadi atlet dan taruni akpol

Channel YouTube Taufik Irvani ©2020 Merdeka.com

Sutarto bekerja sehari-hari sebagai sopir bus antar pedesaan dan antar kota. Sudah 20 tahun berlalu pria asal Desa Gubuk, Cepogo, Kabupaten Boyolali tersebut menjalankan profesi tersebut.

Membawa bus milik juragan untuk mengais rejeki, berkeliling di wilayah Boyolali, Cepogo, dan Salatiga.

Tak banyak yang mampu dikumpulkan Sutarto. Pendapatan maksimal setiap harinya bisa mencapai Rp50 ribu, itu pun tak menentu, kadang bisa lebih sedikit.

2 dari 8 halaman

Keluarga Ekonomi Bawah

anak sopir bus berparas cantik jadi atlet dan taruni akpol

Channel YouTube Taufik Irvani ©2020 Merdeka.com

Anak pertama Sutarto bekerja sebagai kondektur dan menemaninya setiap hari mencari nafkah. Sedangkan anak keduanya yang perempuan, menikah dengan seorang sopir bus.

Harapan terbesar digantungkan pada pundak Nora Septiana, putri ketiganya yang masih berjuang menjadi polisi.

"Anak saya ada 3 pak. Yang pertama laki, kedua perempuan, yang ketiga juga perempuan. Anak pertama ikut kerja sama saya jadi kondektur. Yang kedua ibu rumah tangga, tapi suaminya juga sopir," ujar Sutarto dilansir dari channel YouTube Taufik Irvani.

3 dari 8 halaman

Nora Anak yang Tomboy

anak sopir bus berparas cantik jadi atlet dan taruni akpol

Channel YouTube Taufik Irvani ©2020 Merdeka.com

Ibunda Nora, Nur Aini Cahyaningsih mengungkapkan masa kecil putri ketiganya tersebut. Sejak duduk di bangku SD, sosok Nora sudah dikenal tomboy dan tak suka mengenakan rok.

"Dia kalau main sama anak cowok yang keras-keras. Misal main layangan, main kelereng. Iya tomboy, memang dari kecil tomboy, sukanya pakai celana terus nggak mau pakai rok," ungkap Nur Aini.

4 dari 8 halaman

Atlet Karate Raih Banyak Prestasi

anak sopir bus berparas cantik jadi atlet dan taruni akpol

Channel YouTube Taufik Irvani ©2020 Merdeka.com

Berbagai prestasi di bidang olahraga karate telah berhasil diraih Nora, baik dari dalam hingga luar negeri. Nora menjajaki sebagai atlet sejak kelas 3 SD. Kejuaraan terbesar yang begitu terkenang, ialah Piala Mendagri, serta Thailand Open.

"Nora ikut karate sejak kelas 3 SD, latihannya di Boyolali. Pertandingan pertamanya itu di Kopassus, juara 2. Anak saya semangat terus, sampai ditarik ke Kabupaten dan ikut kejuaraan-kejuaraan. Ikut Pokda kelas 5 SD bisa juara 1, mulai dari situ ikut kejuaraan-kejuaraan," ujar Nur Aini.

5 dari 8 halaman

Cita-Cita Jadi Polisi

anak sopir bus berparas cantik jadi atlet dan taruni akpol

Channel YouTube Taufik Irvani ©2020 Merdeka.com

Keinginan menjadi seorang polisi telah tertanam pada diri Nora sejak masih di sekolah dasar. Harapan terbesar yang begitu disyukuri oleh Nur Aini, yang masih tak menyangka bahwa anak sopir bus ternyata juga bisa jadi Taruni Akpol.

"Besok kalau besar mau menjadi polisi bu, gitu. Sejak SD. Alhamdulillah saya tidak menyangka Nora bisa sampai di sini (polisi). Saya bersyukur pada Tuhan, semoga terpilih jadi Taruni Akpol Terbaik," ujar Nur Aini.

6 dari 8 halaman

Kebahagiaan yang Memuncak

anak sopir bus berparas cantik jadi atlet dan taruni akpol

Channel YouTube Taufik Irvani ©2020 Merdeka.com

Perasaan bahagia tentu dirasakan oleh keluarga Sutarto, mengetahui putri bungsunya bisa berhasil meraih harapan dan cita-citanya selama ini. Masih ada rasa tak percaya pada diri Sutarto, melihat para pesaing yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke atas. Berbanding jauh dengan dirinya.

"Saya sangat terharu sekali, bahkan sangat tidak percaya, anak saya kok bisa lolos sampai pusat. Dilihat dari persaingan, dari kompetisinya, orang-orang yang istilahnya menengah ke atas. Nora anak sopir yang seperti itu kok bisa lolos, Alhamdulillah bisa bersaing," kata Sutarto.

7 dari 8 halaman

Harapan Terbesar Sebagai Polisi

anak sopir bus berparas cantik jadi atlet dan taruni akpol

Channel YouTube Taufik Irvani ©2020 Merdeka.com

Terkadang masyarakat masih saja menerima kabar berunsur negatif dari Kepolisian. Harapan terbesar Sutarto pada Nora, tak lain untuk bisa menjadi seorang polisi yang menaati aturan, serta menghargai orang lain.

"Harapannya untuk Nora menjadi anggota polisi ya, menjadi polisi yang amanah jadi anak yang sholehah, berbakti pada orang tua, taat pada pemimpin, dan menghormati, menghargai sesama manusia," paparnya.

8 dari 8 halaman

Tetap jadi Sopir Meski Anak Jadi Polisi

anak sopir bus berparas cantik jadi atlet dan taruni akpol

Channel YouTube Taufik Irvani ©2020 Merdeka.com

Meski kesuksesan semakin nampak di depan mata, tak membuat Sutarto merasa berhenti melangkah. Saat Nora telah resmi menjadi polisi, Sutarto tetap ingin menjalankan profesinya sebagai sopir bus. Sebagai bentuk mensyukuri nikmat sehat dan kuat yang Tuhan berikan.

"Ya untuk mensyukuri nikmat Allah ya tetap kerja, ya mensyukuri nikmat Allah itu," imbuhnya.

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini