Memahami Hadits Anak Yatim yang Perlu Dimuliakan, Ketahui Keutamaannya

Sabtu, 27 November 2021 12:00 Reporter : Mutia Anggraini
Memahami Hadits Anak Yatim yang Perlu Dimuliakan, Ketahui Keutamaannya Beri Perhatian Anak Yatim Akibat Covid-19, Pemkot Medan Lakukan Ini. Instagram/@pemko.medan ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyak hal yang menjadi misteri di dunia ini. Tak ada yang mengetahui secara pasti garis takdir yang dilalui setiap manusia. Semua hal tersebut hanya Allah SWT yang tahu secara pasti.

Demikian pula dengan rencana Allah SWT terhadap kehidupan anak-anak di muka bumi. Ada yang baru berusia kecil, namun Allah SWT telah mengambil salah satu orangtuanya.

Salah satu golongan yang banyak disebutkan dalam Alquran dan hadits yakni anak-anak yatim. Anak yatim adalah istilah yang merujuk pada golongan anak-anak tanpa ayah.

Secara tidak langsung, firman Allah maupun hadits anak yatim banyak menyebut jika golongan ini perlu dimuliakan sepenuh hati. Banyak keutamaan bagi siapa saja yang mampu mengerjakan amalan tersebut.

Namun, sebelum mengetahui keutamaannya, penting bagi kita untuk senantiasa memahami setiap hadits anak yatim yang patut direnungkan. Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa hadits anak yatim beserta keutamaannya.

2 dari 8 halaman

Firman Allah tentang Anak Yatim

Hadits anak yatim beserta kemuliaannya tak lain berasal dari perintah Allah yang tertuang dalam kitab suci Alquran. Pada Surat Al-Baqarah ayat 220, disebut jika siapa saja yang mampu memperbaiki nasib seorang anak yatim, maka hal tersebut merupakan sesuatu perbuatan yang baik.

Hal tersebut sebagaimana yang disebut dalam firman Allah dengan bunyi sebagai berikut,

"Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah 'Memperbaiki keadaan mereka adalah baik'." (QS. Al-Baqarah: 220)

3 dari 8 halaman

Hadits Anak Yatim tentang Anjuran Menyantuni

sandiaga uno sebar 10000 beasiswa bagi anak yatim dari pedagang kecil
ANTARA

Seperti yang telah dijelaskan pada firman Allah sebelumnya, memperlakukan dengan baik kepada anak yatim adalah suatu perbuatan mulia. Maka dari itu, Rasulullah SAW pun juga menganjurkan hal demikian kepada siapa saja saat melihat anak yatim di sekitarnya.

Bahkan Rasulullah bersabda, siapa saja yang mampu menyantuni anak yatim akan diberi pahala berlebih seperti masuk surga. Adapun bunyi dari hadits anak yatim tersebut yakni sebagai berikut,

"Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni."(HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

4 dari 8 halaman

Hadits Anak Yatim tentang Balasan Menyantuni

Selain menganjurkan siapa saja untuk memberikan perlakuan baik kepada anak yatim, Rasulullah SAW menyebut tentang salah satu balasan lainnya.

Rasulullah bersabda, siapa saja yang mampu menyantuni anak yatim dapat memperoleh kedudukan yang hampir sama dengan beliau kelak di surga Allah SWT. Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya." (HR. Bukhari)

5 dari 8 halaman

Keutamaan Memuliakan Anak Yatim

wali kota bengkulu helmi hasan dan para anak yatim
©2020 Merdeka.com

Menyantuni anak yatim bukan hanya merupakan suatu anjuran belaka bagi umat Islam. Di samping merupakan perbuatan mulia, seseorang juga dapat memperoleh begitu banyak keutamaan dari menyantuni anak yatim. Adapun berbagai keutamaannya yakni sebagai berikut,

1. Mendapatkan Kesalihan di Hadapan Allah

Keutamaan yang dapat diperoleh saat memuliakan anak yatim yakni mendapatkan predikat orang salih di mata Allah. Keutamaan yang satu ini pun secara langsung tertuang di dalam Alquran dengan bunyi sebagai berikut,

"Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS. Al-Insan: 5-6)

6 dari 8 halaman

2. Melembutkan Hati

Tak hanya berpahala, memberikan perlakuan baik kepada anak yatim juga dapat melembutkan serta mendamaikan hati.

Memberi perhatian serta kasih sayang kepada anak yatim tersebut dapat dilakukan dengan mengusap kepalanya hingga memberi perkataan lembut.

"Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut, serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai." (HR Thabrani)

7 dari 8 halaman

3. Terhindar dari Siksa Hari Kiamat

kisah pilu anak yatim
Instagram @memomedsos ©2020 Merdeka.com

Selain melembutkan hati, siapa saja yang mampu memperlakukan anak yatim dengan baik serta merawatnya, ia akan secara langsung terhindar dari siksa hari akhir.

Hal tersebut sebagaimana yang tercantum pada hadist dengan bunyi sebagai berikut,

"Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya." (HR. Thabrani dari Abu Hurairah)

8 dari 8 halaman

4. Diganjar Surga

beri perhatian anak yatim akibat covid 19 pemkot medan lakukan ini
Instagram/@pemko.medan ©2021 Merdeka.com

Keutamaan yang paling tinggi dari menyantuni anak yatim yakni diganjarnya surga Allah SWT. Maka dari itu, alangkah baiknya kita senantiasa memperlakukan anak yatim dengan cara mencukupi kebutuhan dan lain sebagainya.

Sebagaimana dalam hadits yang berbunyi sebagai berikut,

"Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga." (HR. Al-Baniy, Shahih At Targhib, Malik Ibnu Harits: 1895)

[mta]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini