Megawati Sebut Milenial Merusak saat Demo, Najwa Shihab Bongkar Fakta Sesungguhnya

Jumat, 30 Oktober 2020 09:04 Reporter : Addina Zulfa Fa'izah
Megawati Sebut Milenial Merusak saat Demo, Najwa Shihab Bongkar Fakta Sesungguhnya Massa bakar halte transjakarta di Thamrin. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Baru-baru ini, pernyataan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ramai menjadi polemik. Megawati meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak memanjakan kaum milenial. Selain itu, Megawati pun mempertanyakan apa sumbangsih generasi muda kepada negara saat ini.

"Anak muda kita, aduh saya bilang sama Presiden, jangan dimanja, dibilang generasi kita generasi milenial. Saya mau tanya, hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi seperti kita bisa virtual tanpa harus bertatap langsung," kata Megawati dalam sambutannya saat peresmian kantor DPD-DPC PDIP secara virtual, Rabu (28/10).

Megawati juga menyebut jika perilaku kaum milenial hanya demo saja, hingga merusak fasilitas publik. Ia kesal fasilitas publik dirusak karena aksi demo beberapa pekan lalu.

"Apa sumbangsih kalian kepada bangsa dan negara ini? Masak hanya demo saja, nanti saya dibully, saya enggak peduli hanya demo saja, ngerusak apakah ada di dalam aturan berdemo diizinkan karena ketika reformasi, kita masuk ke alam demokrasi, Ya. Tapi adakah aturannya bahwa untuk merusak? Enggak ada," tegasnya.

Di tengah viral nya pernyataan Megawati Soekarnoputri, Najwa Shihab dan tim pun membongkar fakta sesungguhnya. Najwa dan tim menganalisa secara visual untuk mengungkap para pelaku perusakan fasilitas umum saat demonstrasi tengah berlangsung.

Benarkah para pelakunya adalah kaum milenial alias mahasiswa dan buruh? Berikut ulasan lengkapnya.

Analisa Foto dan Video Secara Visual

Dilansir dari akun Instagram @najwashihab, Najwa Shihab dan tim Narasi melakukan analisa secara visual untuk mengungkap para pelaku perusakan fasilitas umum saat demonstrasi tengah berlangsung. Najwa dan tim menganalisa foto-foto dan video dari sumber terbuka yang dapat diakses publik.

Selain itu, Najwa dan tim juga menganalisa foto dan video dari jurnalis media, rekaman CCTV, hingga foto-foto dan video viral di media sosial.

najwa shihab bongkar fakta perusak halte

©2020 Merdeka.com/Instagram @najwashihab

Pengungkapan pelaku perusakan halte dimulai dari foto viral jepretan fotografer Merdeka.com, Arie Basuki. Dari jepretan tersebut, terlihat pelaku mengenakan pakaian serba hitam. Pelaku yang berpakaian hitam itu adalah orang pertama yang menyulut api di halte Sarinah.

Kemudian, dalam sebuah video TikTok yang direkam pukul 16.39 WIB, terlihat pula seorang lelaki mengepalkan tangan. Pada pukul 16.40 WIB, api belum terlihat di halte Sarinah.

Dalam video jepretan fotografer Merdeka.com Arie Basuki, terlihat empat orang berpakaian hitam yang tengah membakar dan merusak halte. Keempat orang itu ternyata saling mengenal.

Pelaku Datang Bergerombol

Mereka bergerombol datang pukul 16.41 WIB dari arah Jalan Sunda. Mereka tak langsung beraksi, tetapi melakukan observasi selama beberapa menit, mulai dari memotret, mondar-mandir, hingga mengetik di handphone.

Kemudian pada pukul 16.45 WIB, pelaku pun mendekat ke arah halte Sarinah, ia sempat berkomunikasi dengan rekannya dan menunjuk ke arah kobaran api bagian selatan.

najwa shihab bongkar fakta perusak halte

©2020 Merdeka.com/Instagram @najwashihab

Setelah itu, pelaku kembali sebentar dan membawa traffic cone. Ia pun membakarnya traffic cone sampai menyala dan langsung membawanya ke halte. Tetapi, karena api keburu padam, pelaku itu pun kembali ke arah kobaran api dan mencoba mencari bahan lain yang dapat menyulut api.

Setelah mendapat sebuah spanduk, pelaku lantas membakarnya. Dengan api yang masih menyala, pelaku pun membawa spanduk itu ke halte pada menit ke 16.52 WIB. Ia lantas kembali ke arah kobaran api dan meminta salah satu temannya untuk membawa spanduk ke halte.

Pelaku pun kembali lagi ke arah kobaran api sambil membawa spanduk. Ia sempat membawa kardus dan membakarnya bersama teman-temannya.

Tujuan Pelaku Terlihat

Pada menit ke 16.53 WIB, dapat dilihat jika tujuan pelaku datang ke lokasi demo adalah untuk membakar halte. Ketika masa demonstrasi berlari ke arah Sarinah menerobos barikade polisi, pelaku dengan santai tetap fokus mencari api untuk membakar halte.

najwa shihab bongkar fakta perusak halte

©2020 Merdeka.com/Instagram @najwashihab

Pelaku cukup lama berada di dekat kobaran api. Kemudian, ia pun kembali lagi ke halte pada menit ke 16.57 WIB. Ia kembali lagi ke titik api pada menit ke 59, lalu kembali ke halte sambil membawa penyulut api yang lebih besar. Tetapi, kali ini ia diikuti oleh teman yang berbeda.

Kemudian pada pukul 17.01 WIB, pelaku sempat berbalik badan setelah membakar halte. Ia lalu mondar-mandir, berhenti sejenak memegang handphone, lalu kembali ke halte.

Pada pukul 17.04 WIB, pelaku keluar dari halte dan memantau ke arah barikade polisi, dan kembali mengambil api. Saat itu, ia terlihat mengobrol dengan teman-temannya.

Pelaku pun kembali lagi ke halte pada pukul 17.05 WIB. Tiga menit kemudian, pelaku terekam sedang membakar halte bagian selatan. Dalam sebuah rekaman video, kobaran api hanya terlihat di bagian selatan halte. Video tersebut diambil pada pukul 17.12 WIB. Terlihat ada dua orang berkaos garis-garis di dalam rekaman CCTV.

Pelaku Duduk Bersama Teman-Temannya

Setelah itu, pada pukul 17.18 WIB, pelaku terlihat menjauh dari halte dan duduk di pertigaan Jalan Sunda, lalu kembali membakar halte. Dalam sebuah rekaman video, terlihat ada beberapa orang yang mulai merusak halte Sarinah.

najwa shihab bongkar fakta perusak halte

©2020 Merdeka.com/Instagram @najwashihab

Pelaku pun mulai membakar sisi utara halte dengan api yang ada di bagian selatan halte. Usai melakukan aksi itu, api pun tampak membesar di bagian utara, dan pelaku duduk bersama teman-temannya menyaksikan kobaran api.

Pelaku Bukan dari Kalangan Mahasiswa atau Buruh

Berdasarkan analisa Najwa Shihab dan tim Narasi, dapat diketahui bahwa pelaku perusakan halte Sarinah bukan lah dari kalangan mahasiswa atau pun buruh.

"Dan para pelaku bukan bagian dari mahasiswa atau buruh yang menjadi motor penggerak aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disetujui DPR dan Pemerintah dalam rapat paripurna pada 5 Oktober 2020," tulis Najwa Shihab dalam unggahannya.

Video Analisa Najwa Shihab dan Tim Narasi

Berikut videonya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

@narasinewsroom Dengan menggabungkan video yang kami kumpulkan dari sumber terbuka, Tim Buka Mata Narasi menyusun kembali secara rinci, menit demi menit pembakaran Halte TransJakarta Sarinah pada 8 Oktober 2020. Hasil analisis kami menemukan bahwa para pelaku memang datang untuk membakar Halte TransJakarta dan memperburuk situasi aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja. Pelaku mula-mula datang dari arah Jalan Sunda secara berkelompok saat aksi mulai panas di perempatan Sarinah. Mereka sempat berfoto-foto dan melakukan pengamatan. Secara terencana, para pelaku kemudian berpencar untuk membakar Halte TransJakarta. Saat mahasiswa terlibat bentrokan dengan Polisi di perempatan Sarinah, para pelaku sibuk melakukan pengrusakan halte. Mereka lantas memanfaatkan momen itu untuk melakukan pengrusakan lebih masif dengan sengaja menyulut api di dalam halte. Hanya butuh waktu satu jam bagi para pelaku untuk menyulut api dan membuat bara di Jalan MH Thamrin. Dan para pelaku bukan bagian dari mahasiswa atau buruh yang menjadi motor penggerak aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disetujui DPR dan Pemerintah dalam rapat paripurna pada 5 Oktober 2020. Tonton juga #BukaMata eps. [62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah] dan episode lainnya di https://www.narasi.tv. #Narasi #Narasinewsroom #News #UUCiptaKerja #CiptaKerja #OmniBusLaw

Sebuah kiriman dibagikan oleh Najwa Shihab (@najwashihab) pada28 Okt 2020 jam 8:19 PDT

[add]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini