Kota Mati dan Teriakan 'Wuhan Jiayou' yang Bikin Merinding

Rabu, 29 Januari 2020 11:30 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Kota Mati dan Teriakan 'Wuhan Jiayou' yang Bikin Merinding Suasana di Wuhan China. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Wuhan kini layaknya kota mati. Kota yang dulunya ramai masyarakat berlalu lalang, kini sepi dan sunyi. Matinya kota metropolis ini merupakan dampak dari penyebaran virus corona yang mematikan.

Diketahui, virus corona dipercaya berasal dari Kota Wuhan. Sejumlah masyarakat lantas terjebak di Kota Wuhan akibat keputusan pemerintah China untuk menutup akses dari dan menuju kota ini. Kendati begitu, warga Wuhan bersama-sama saling memberikan dukungan.

Salah satu caranya yakni meneriakkan dukungan semangat kepada masyarakat Wuhan keseluruhan. Teriakan mereka sukses membuat siapa saja yang mendengarnya merinding.

Simak ulasan informasi mengenai Kota Wuhan selama terinfeksi virus corona berikut ini.

1 dari 10 halaman

Wuhan Menjadi Kota Mati

Melansir dari video akun YouTube South China Morning Post, Rabu (29/1), Kota Wuhan kini terlihat sepi layaknya kota mati. Sejumlah ruas jalan juga tidak menampakkan kendaraan ataupun warga yang berlalu lalang.

2020 Merdeka.com

Kondisi ini terkait dengan virus corona yang belum membaik hingga Senin (27/1). Berjalannya waktu, Kota Wuhan terlihat semakin gelap. Tampak tidak ada kehidupan di kota metropolis ini.

"Saya melewati kota, sepanjang jalan saya melihat keadaan sepi enggak seperti biasanya kota Wuhan ramai dan penuh. Tapi ini waktu itu sudah sepi seperti kota mati," ujar Siti, salah satu WNI asal Aceh.

2 dari 10 halaman

Pemilik Toko Pilih Menutup Gerai

Tidak hanya itu, sebagian besar toko memutuskan untuk menutup gerainya. Dihimpun dari South China Morning Post, pemerintah China telah memutuskan untuk menutup akses Kota Wuhan sejak 23 Januari lalu.

YouTube @South China Morning Post 2020 Merdeka.com

"Sepi. Toko-toko masih banyak yang tutup ataupun buka di jam-jam tertentu," sambung Siti.

3 dari 10 halaman

Tidak Ada Aktivitas Luar Ruangan

Tak ayal, Kota Wuhan sekarang tidak menampakkan aktivitas luar ruangan seperti biasanya. Padahal, Kota Wuhan di setiap tahun China atau Imlek kerap menyelenggarakan perayaan pesta kembang api.

YouTube @South China Morning Post 2020 Merdeka.com

Sayang, perayaan tahun ini harus mereka lalui hanya di dalam rumah. Sebab, pemerintah China telah melarang keras mengadakan acara perayaan apapun di Kota Wuhan saat ini. Dilansir dari video akun YouTube Rio Alfi, hanya petugas kebersihan dan keamanan saja yang kerap berada di luar rumah.

4 dari 10 halaman

Puluhan WNI Terjebak di Wuhan

Melansir dari Liputan6.com, Rabu (29/1), setidaknya hampir 100 WNI atau Warga Negara Indonesia terjebak di Kota Wuhan saat ini. Dari jumlah keseluruhan, diketahui sekitar 93 orang merupakan mahasiswa asal Indonesia.

YouTube @South China Morning Post 2020 Merdeka.com

Namun, angka tersebut masih belum termasuk masyarakat Indonesia lainnya yang kebetulan berada di Wuhan saat lockdown diterapkan. Tentu saja, mereka semua turut merasakan dampak penutupan akses yang terjadi di Kota Wuhan.


5 dari 10 halaman

Terjebak Antara Hidup dan Mati

Terhitung sudah berminggu-minggu Kota Wuhan lumpuh akibat virus corona baru. Masyarakat juga kini tidak bisa keluar dari Kota Wuhan akibat lockdown atas perintah pemerintah China. Tak ada pilihan lain, semua warga Wuhan terjebak di kota terinfeksi ini.

Instagram @RT 2020 Merdeka.com

Takut, sedih, marah hingga cemas selalu dirasakan oleh sebagian besar warga Kota Wuhan setiap harinya. Mereka seolah-olah sedang menanti takdir kehidupan selanjutnya seperti apa. Apakah terbebas oleh virus corona baru atau justru terinfeksi virus mematikan ini.

6 dari 10 halaman

Teriakan Wuhan Jiayou Oleh Warga Wuhan

Di tengah-tengah kecemasan, mereka masih terus memberikan dukungan semangat ke sesama warga Wuhan. Salah satu bentuk semangat mereka yaitu dengan meneriakkan slogan 'Wuhan Jiayou' yang berarti 'Semangat Wuhan'. Aksi ini terekam melalui sebuah video yang diposting oleh akun Instagram RT.

Instagram @RT 2020 Merdeka.com

Dilansir dari akun Instagram, video singkat itu jelas menunjukkan semangat luar biasa mereka dalam menghadapi wabah virus corona. Terdengar jelas pula, tidak hanya satu atau dua orang saja yang berteriak namun juga sejumlah masyarakat Kota Wuhan.

"MasyaAllah, terharu sekali malam ini. Tepat pukul 21:15 gasengaja buka jendela, banyak banget teriakan dari masyarakat Wuhan yg bilang "????!" (Wuhan jiayou!) Yang artinya "Semangat Wuhan!" Seketika merinding, campur haru :')))," tulis akun Instagram ayulrast.

7 dari 10 halaman

Saling Berikan Dukungan

Rupanya teriakan itu dilakukan untuk memberikan dukungan satu sama yang lain. Hampir seluruh warga Wuhan sama-sama berteriak 'Wuhan Jiayou'. Aksi ini juga bertujuan agar seluruh warga Wuhan tidak merasa sendiri dalam menghadapi virus corona mematikan ini.

Instagram @ayulrast 2020 Merdeka.com

"Teriakan ini dilakukan untuk saling support satu sama lain, seluruh warga Wuhan, biar kita ngga ngerasa sendirian?
Aku benar-benar kali pertama ngerasain pengalaman kaa gini. Semangat Wuhan, semangat teman-teman Indonesia, jiayou!???," sambung Ayu yang tertulis di dalam kolom keterangan.

8 dari 10 halaman

Pemerintah Menutup Akses Kota Wuhan

Sejak 23 Januari 2020, pemerintah China telah menutup segala akses Kota Wuhan. Setiap orang sudah tidak bisa lagi mengakses dari dan menuju Kota Wuhan ini. Keputusan ini diambil agar virus corona tidak menjadi pendemik global.

2020 REUTERS/Thomas Peter

Sejumlah alat transportasi umum juga berhenti beroperasi. Baik itu bus hingga kereta metro yang kerap digunakan oleh warga China. Selain itu, fakta bila Kota Wuhan menjadi pusat tersebarnya virus corona baru (2019-nCov) membuat pemerintah mantap untuk menutup segala akses kota metropolis ini.

9 dari 10 halaman

Data Terkini Korban Virus Wuhan

Hingga Selasa (28/1) pukul 18.20, setidaknya sudah ada sekitar 4.515 kasus virus corona di China. Dari angka tersebut, 106 pasien virus corona meninggal dunia.

2020 Merdeka.com

Ya, wabah ini pertama kali muncul pada 31 Desember 2019 lalu. Virus corona baru ini bermula di Kota Wuhan , Provinsi Hubei. Pemerintah China sendiri hingga kini masih berupaya menangani wabah virus mematikan ini.

10 dari 10 halaman

Negara yang Terjangkit Virus Corona

Tidak hanya di China, sejumlah negara juga sudah terinfeksi virus corona baru (2019-nCoV). Setidaknya sudah ada 60 kasus di 17 lokasi yang berbeda. Berikut data terbarunya:


CNN

  1. Hong Kong: 8 kasus
  2. Thailand: 8 kasus
  3. Makau: 5 Kasus
  4. Amerika Serikat: 5 kasus (1 kasus di Negara Bagian Washington, 2 kasus di California, 1 kasus di Arizona dan 1 kasus di Illinois)
  5. Singapura: 5 kasus
  6. Australia: 5 kasus
  7. Taiwan: 4 kasus
  8. Korea Selatan: 4 kasus
  9. Jepang: 4 kasus
  10. Malaysia: 4 kasus
  11. Prancis: 3 kasus
  12. Vietnam: 2 kasus
  13. Kamboja: 1 kasus
  14. Sri Lanka: 1 kasus
  15. Nepal: 1 kasus
  16. Jerman: 1 kasus
  17. Kanada: 1 kasus
[tan]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini