Kisah Prajurit TNI Kakinya Putus Kena Ranjau, Kini Sukses Berbisnis

Selasa, 10 Maret 2020 12:17 Reporter : Billy Adytya
Kisah Prajurit TNI Kakinya Putus Kena Ranjau, Kini Sukses Berbisnis Kopral Mugiyono. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Bertugas sebagai seorang prajurit TNI tentu memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Prajurit TNI harus siap ditugaskan di manapun dan mengabdikan hidupnya untuk negara.

Hal itu dilakukan juga oleh Kopral Mugiyanto yang rela kakinya putus terkena ranjau. Keterbatasan itu tak membuat Mugiyanto putus asa, dan saat ini ia tengah sukses menjalani bisnisnya. Penasaran bagaimana kisahnya? Berikut ulasannya dari berbagai sumber.

1 dari 7 halaman

Penugasan Batalyon Infanteri 208 di Ambon

infanteriYoutube/ TNI AD

Pada tahun 2001, Kopral Mugiyanto terlibat dalam penugasan Batalyon Infanteri 408 di Ambon, Maluku. Sebab, kala itu terjadi kesalahpahaman antara beberapa kampung Muslim dan Nasrani yang meluas sehingga timbul pertikaian agama.

Pertikaian itu terjadi guna memperebutkan suatu wilayah atau kekuasaan. Dengan penuh dedikasi, Mugiyanto menjalankan tugasnya untuk mengamankan kericuhan kota Ambon.

2 dari 7 halaman

Menginjak Ranjau

rev1Youtube/ TNI AD

Seperti ilustrasi video yang diunggah saluran Youtube TNI AD, peristiwa naas menimpa Mugiyanto saat melakukan patroli di sekitar pos yang berjarak 200 meter. Tak sengaja, ia tengah menginjak ranjau tersembunyi.

"Waktu itu, pukul 10.00 WIB dengan Letnan Dua Infanteri Suparno sebagai Dantim melaksanakan patroli di sekitar pos kurang lebih jarak 200 meter," ujar Pelda Agus Riyanto menceritakan.

3 dari 7 halaman

Tak Sadarkan Diri Selama 1 Minggu

diri selama 1 minggu rev1Youtube/ TNI AD

Peristiwa menginjak ranjau yang dialami oleh Kopral Mugiyanto membuat dirinya dilarikan ke rumah sakit tingkat tiga Ambon dan tak sadar diri selama satu minggu. Setelah sadar, ia dievakuasi ke rumah sakit milik TNI AD Gatot Subroto.

"Setelah terjadi kecelakaan tugas, saya langsung masuk di Ambon. Rumah sakit tingkat tiga Ambon, karena di sana mungkin kondisi genting, jadi di sana selama seminggu saya tidak sadar. Dan setelah sadar saya dievakuasi ke Rumah Sakit Gatot Subroto milik Angkatan Darat," ujar Mugiyanto.

4 dari 7 halaman

Kaki Putus dan Sempat Kehilangan Semangat Hidup

dan sempat kehilangan semangat hidup rev1Youtube/ TNI AD

Kecelakaan saaat dirinya menginjak ranjau mengakibatkan kakinya putus. Mengetahui hal itu, Mugiyanto sempat kehilangan semangat hidupnya. Bahkan ia menganggap bahwa dirinya bukanlah seorang prajurit TNI lagi. Hal ini diungkapkan oleh Kolonel CKM Dr. Daniel.L.W.

"Kakinya itu hilang tepat pada batas sepatu jadi di bawah lutut itu hilang. Mugiyanto saya lihat, dokter di mana saya ini dok. Gik kamu enggak usah takut gik. Saya sudah enggak ada gunanya lagi dok, saya bukan tentara lagi dok, untuk apa saya hidup dok, kaki saya sudah enggak ada dok," ujar Daniel menceritakan kisah pilu Mugiyanto.

5 dari 7 halaman

Diberi Semangat Istri

istri rev1Youtube/ TNI AD

Semangat dari orang sekitar tak henti diberikan kepada Mugiyanto, termasuk sang istri Dwi Astuti yang saat itu masih menjadi seorang pacarnya. Mugiyanto mengaku, berkat semangat dari istrinyalah ia dapat bertahan hingga saat ini.

"Terutama yang bisa membuat saya hidup bahkan bisa untuk seperti ini. Setelah saya kena seperti ini, pacar saya itu mau menengok saya di rumah sakit dengan kondisi saya menjadi seorang cacat, penyandang cacat TNI AD, tapi beliau luar biasa, beliau memberi dorongan dan semangat untuk tetap hidup," kata Mugiyanto.

6 dari 7 halaman

Sukses Jalani Bisnis Buah Kelengkeng

bisnis buah kelengkeng rev1Youtube/ TNI AD

Keterbatasan yang dimiliki tidak dijadikan penghalang oleh Mugiyanto. Meski harus berjalan dengan kaki palsu, kini dirinya tengah berbisnis di bidang pertanian khususnya buah kelengkeng.

"Beliau masih punya motivasi kuat untuk maju dibandingkan dengan anggota-anggota yang lain. Ya contohnya apa yang dia kerjakan saat ini, dia bisa berhasil. Dia bisa memacu masyarakat khususnya yang ada di wilayah Borobudur, untuk bisa memajukan masalah pertanian khususnya kelengkeng," ujar Letkol Arm Kukuh Dwi.

7 dari 7 halaman

Anak Mugiyanto Bangga

bangga rev1Youtube/ TNI AD

Kesuksesan Mugiyanto dalam mendalami bisnisnya di bidang pertanian khususnya buah kelengkeng, membuat ia sering diundang ke luar kota untuk menjadi seorang pembicara acara pertanian. Hal tersebut membuat anak Mugiyanto bangga memiliki ayah yang begitu hebat dan tidak gampang menyerah dengan keterbatasan fisiknya.

"Semenjak bapak mengelola kebun kelengkeng itu, bapak sering diundang ke luar kota untuk menjadi pembicara Kementan, dan saya sangat bangga sekali sama bapak, walaupun kondisinya beliau seperti itu masih kerja keras untuk menghidupi keluarga," ujar putra Mugiyanto.

[bil]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini