Kisah Pilu Faiqotul Hikmah, Wanita Fans Arema Asal Jember Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 3 Oktober 2022 10:21 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Kisah Pilu Faiqotul Hikmah, Wanita Fans Arema Asal Jember Korban Tragedi Kanjuruhan Jenazah Korban Kericuhan di Stadion Kanjuruhan. ©2022 REUTERS/Rizki Dwi Putra

Merdeka.com - Tragedi kerusuhan Kanjuruhan menyisakan duka mendalam bagi banyak orang. Salah satunya keluarga Faiqotul Hikmah (22), salah satu korban meninggal dunia yang terjadi akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam.

Faiqotul menjadi satu dari ratusan korban lainnya yang tewas usai menonton laga pertandingan Arema FC VS Persebaya. Usai teridentifikasi, jenazah Faiqotul pun langsung dibawa ke daerah asalnya di Kabupaten Jember menggunakan ambulans. Simak ulasannya:

2 dari 5 halaman

Kisah Salah Satu Korban Kericuhan Kanjuruhan

Faiqotul Hikmah (22), warga asal Kabupaten Jember, Jawa Timur itu menjadi salah satu korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu, (1/10) malam. Melansir dari antaranews, Abdul Muqit yang merupakan rekan dari Faiqotul menceritakan detik-detik saat ia menyaksikan sendiri jenazah rekannya itu terbujur kaku di dalam stadion.

Muqit menceritakan awal mula kisah memilukan tersebut. Ia dan Faiq-sapaan akrab Faiqotul Hikmah awalnya ikut dalam 14 orang yang tergabung dalam rombongan suporter Arema FC Jember. Mereka berangkat bersama menggunakan sepeda motor untuk menyaksikan laga pertandingan Arema FC melawan Persebaya.

"Saya berangkat berboncengan dengan Faiq (korban) dari Jember. Ada 14 sepeda motor yang berangkat menuju ke Stadion Kanjuruhan untuk menjadi suporter dalam pertandingan Arema vs Persebaya," ungkapnya dikutip dari antaranews, Senin (3/10/2022). [khu]

Baca juga:
Ucapan Ketum PSSI saat Konpers Soal Tragedi di Kanjuruhan Dikritik, Bilang Begini
Penampilannya Semakin Cantik, Potret Puput Nastiti Istri Ahok Kumpul Bareng Teman
Kenali Bahaya Gas Air Mata yang Dilarang FIFA Digunakan di Lapangan & Cara Atasinya
Momen Pilu Seorang Ayah Lari-lari Selamatkan Anaknya saat Tragedi di Kanjuruhan

3 dari 5 halaman

Muqit Selamat Karena Tak Bisa Masuk ke Stadion

Setibanya di stadion sebelum laga berlangsung, Muqit dan Faiq sempat terpisah. Faiq sudah di dalam stadion, namun Muqit masih ada di luar. Hal ini dikarenakan ia belum memiliki tiket masuk untuk menonton. Muqit akhirnya menunggu di luar sampai laga selesai.

Tak lama setelah itu, kericuhan pecah. Mengetahui ada keributan di dalam stadion Muqit berusaha terus menghubungi Faiq. Karena tak kunjung ada jawaban, ia memutuskan masuk ke dalam stadion dan mencari temannya itu. Namun, saat sudah di dalam Muqit justru mendapati Faiq sudah terbujur kaku ditutup kain putih.

suasana kericuhan di laga arema fc vs persebaya di stadion kanjuruhan

©2022 REUTERS/Stringer

"Ketika terjadi kerusuhan di stadion, akhirnya saya berusaha mencari Faiq di dalam stadion dan mendapat informasi dari teman bahwa Faiq ditutupi kain putih di sebuah ruangan di dalam stadion," tuturnya.

Baca juga:
Ucapan Ketum PSSI saat Konpers Soal Tragedi di Kanjuruhan Dikritik, Bilang Begini
Penampilannya Semakin Cantik, Potret Puput Nastiti Istri Ahok Kumpul Bareng Teman
Kenali Bahaya Gas Air Mata yang Dilarang FIFA Digunakan di Lapangan & Cara Atasinya
Momen Pilu Seorang Ayah Lari-lari Selamatkan Anaknya saat Tragedi di Kanjuruhan

4 dari 5 halaman

Jenazah Diberangkatkan ke Rumah

korban tragedi kanjuruhan

Foto: antaranews ©2022 Merdeka.com

Jenazah Faiq kemudian diberangkatkan menuju Jember menggunakan ambulans dan tiba di rumah duka sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (2/10). Faiq langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Faiq sendiri disebut sebagai salah satu fans berat dari klub sepak bola Arema FC. Momen ini juga bukan pertama kalinya bagi Faiq menyaksikan laga pertandingan Arema FC secara langsung. Hal ini seperti diungkapkan oleh sang kakak, Nurlaela.

"Adik saya pamit untuk nonton pertandingan Arema bersama beberapa temannya yang berangkat dari Jember karena kebetulan libur kerja pada hari Sabtu (1/10)," katanya.

Kejadian memilukan ini tentu membuat keluarga sangat kaget. Sebab, sebulan lalu Faiq juga sempat berangkat ke Malang bersama rekan-rekannya untuk memberikan dukungan tim kesebelasan Arema FC dan pulang dalam keadaan baik-baik saja.

5 dari 5 halaman

Ratusan Orang Meninggal Dunia Usai Saksikan Laga Arema FC VS Persebaya

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan memutakhirkan data terbaru soal korban tewas pada tragedi Kanjuruhan. Setelah diperbaharui, jumlah korban meninggal dunia disebutkan ada sebanyak 125 orang sedangkan korban luka sekitar 323 orang.

"Update data terakhir yang dilaporkan meninggal dunia 129, setelah ditelusuri di RS terkait menjadi meninggal dunia 125 orang," tutur Nyoman kepada wartawan, Minggu (2/10).

Akibat dari peristiwa itu, Polri disebut akan mendalami setiap unsur penyebab terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan. Termasuk juga soal penggunaan gas air mata dalam upaya pengendalian massa suporter Arema yang turun ke lapangan dari tribun penonton.

Baca juga:
Ucapan Ketum PSSI saat Konpers Soal Tragedi di Kanjuruhan Dikritik, Bilang Begini
Penampilannya Semakin Cantik, Potret Puput Nastiti Istri Ahok Kumpul Bareng Teman
Kenali Bahaya Gas Air Mata yang Dilarang FIFA Digunakan di Lapangan & Cara Atasinya
Momen Pilu Seorang Ayah Lari-lari Selamatkan Anaknya saat Tragedi di Kanjuruhan



Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini