Kisah Pasukan Mongol Kalang Kabut Diserang Majapahit, Panglimanya Lari Terbirit-birit
Merdeka.com - Kisah awal mula berdirinya Kerajaan Majapahit diawali dari adanya sikap saling berkhianat. Bermula dari Jayakatwang yang memberontak kepada Kertanegara dan Kerajaan Singasari, sampai pada pengkhianatan Raden Wijaya kepada pasukan Mongol yang datang ke Jawa.
Berdirinya Kerajaan Majapahit diinisiasi oleh Raden Wijaya yang juga berhasil memukul mundur pasukan Kubilai Khan setelah mampu memperdaya mereka untuk membunuh Jayakatwang.
Siasat Raden Wijaya membuat pasukan Mongol yang dikenal kuat pada kala itu kalah. Padahal pasukan Mongol kala itu tidak pernah kalah dalam peperangan melawan bangsa manapun di dunia.
Bagaimana kisah kemenangan pasukan Majapahit melawan tentara Mongol di bawah kekuasaan Kubilai Khan? Mengutip buku 'Kumpulan Cerita Majapahit' karya penulis Ayuhanafiq, RB.Abd. Gani, Evi Sudyar, terbitan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto 2020, simak kisah selengkapnya.
Pemberontakan Jayakatwang pada Singasari
Jauh sebelum Majapahit berdiri, Kerajaan Singasari menjadi salah satu Kerajaan terbesar di Pulau Jawa. Pada saat itu Singasari di bawah kekuasaan Raja Kertanegara.
Kejayaan Singasari akhirnya usai setelah terjadi serangan pemberontakan yang dilakukan oleh Bupati Gelanggelang bernama Jayakatwang.
Raden Wijaya yang kala itu diutus oleh Kertanegara untuk mengadang pasukan di sebelah utara ternyata mendapat serangan besar di bagian selatan.
Raden Wijaya pun memutuskan kembali ke istana sampai akhirnya ia melihat kondisi istana porak poranda dan Raja Kertanegara telah terbunuh.
Kecerdikan Raden Wijaya
Raden Wijaya tak berdiam diri dan pasrah. Bersama tentaranya yang setia, ia meminta pertolongan kepada Arya Wiraraja, seorang Adipati Shongenep (Sumenep) di Madura.
Arya Wiraraja memberikan saran supaya Raden Wijaya berpura-pura menyerah demi mendapat kepercayaan.
Jayakatwang pada akhirnya percaya dan memberikan wilayah kekuasaan di daerah Alas Terik untuk dibuat pedukuhan yang kelak bernama Majapahit.
Nama Majapahit diambil dari dua kata yaitu Maja dan Pahit yang berarti "buah maja yang berasa pahit". Alasannya karena pada saat itu banyak ditemukan buah maja di wilayah tersebut.
Pasukan Majapahit dibantu prajurit Arya Wiraraja membabat alas dan mendirikan pedukuhan. Wijaya menantikan waktu untuk membalas dendam kepada Jayakatwang demi merebut tahta Singasari.
Perjanjian Raden Wijaya dan Pasukan Mongol
Pemerintahan Kertanegara dan Singasari hanya bertahan hingga tahun 1292. Setahun setelahnya, datang pasukan tentara Khubilai Khan yang terkenal kuat untuk menghukum Kertanegara karena telah melukai utusan Mongol (Tartar).
Namun, pasukan Mongol baru mengetahui bahwa Kertanegara telah dibunuh oleh Jayakatwang. Mengetahui momentum yang tepat, Raden Wijaya berniat memperdaya pasukan Mongol demi bisa merebut kekuasaan Singasari kembali.
Raden Wijaya meminta bantuan pasukan Mongol untuk menyerang Jayakatwang. Dirinya berjanji akan tunduk pada Kerajaan Mongol jika mampu menang.
Pada saat itu Raden Wijaya dan tentaranya bersama pasukan Mongol berhasil memenangkan peperangan dan membunuh Jayakatwang.
Pasukan Mongol Kalah dari Majapahit
Melihat kesempatan emas, Raden Wijaya meminta kembali ke Majapahit dengan alasan memberikan upeti kepada Kaisar Kubilai Khan. Panglima Tartar mengizinkan tanpa curiga sedikitpun.
Namun, Raden Wijaya menyusun rencana untuk menghabisi pasukan Mongol. Dengan membawa pasukan yang jauh lebih besar, Raden Wijaya memimpin pasukan dan menyerbu tentara Mongol yang tengah dijamu dan merayakan pesta kemenangan.
Pasukan Mongol dibuat kalang kabut menghadapi serangan mendadak dari Raden Wijaya dan Majapahit. Banyak pasukan mereka yang tewas dan sisanya melarikan diri.
Panglima perang Mongol yang datang ke Pulau Jawa juga melarikan diri menuju pesisir utara (Ujunggaluh). Mereka berlayar selama 68 hari dan kembali ke Cina (Chuan-chou).
Pasukan Mongol yang dikenal kuat dan tak pernah kalah dari bangsa-bangsa di dunia itu pun dikalahkan Raden Wijaya dan pasukannya. Kekalahan pasukan Mongol menjadi tanda terbebasnya Nusantara dari intervensi kerajaan asing dan Majapahit menjadi kerajaan yang merdeka.
(mdk/thw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya