Kisah Inspiratif Brigadir Rochmat, Nyambi Ngojek Demi Hidupi 80 Anak Tidak Mampu

Sabtu, 23 Mei 2020 08:00 Reporter : Kurnia Azizah
Kisah Inspiratif Brigadir Rochmat, Nyambi Ngojek Demi Hidupi 80 Anak Tidak Mampu Nyambi Ngojek Demi Puluhan Anak Asuh. Channel YouTube SCTV ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang anggota Polri, Brigadir Rochmat Tri Marwoto sejak 2007 di masa gaji kurang dari satu juta rupiah telah merawat puluhan anak tidak mampu. Jumlah itu kian bertambah hingga mencapai 80 anak di tahun 2019.

Rochmat dan istri menyayangi mereka layaknya anak kandung sendiri. Tinggal dalam satu atap, dari balita hingga remaja. Demi mencukupi kebutuhan makan dan sekolah, Rochmat nyambi ngojek dan bertani.

Ingin tahu perjuangan Brigadir Rochmat? Berikut ulasannya.

1 dari 7 halaman

Tergerak Hati Merintis Rumah Anak Asuh

Sudah cukup lama Rochmat memiliki mimpi untuk membiayai anak-anak yang kurang mampu. Sejak 2007 saat menjabat sebagai Brigadir Polisi Satu, dia telah mengurusi 11 anak asuh dari keluarga tidak mampu, yatim-piatu, serta anak jalanan yang terlantar.

nyambi ngojek demi puluhan anak asuh

Channel YouTube SCTV ©2020 Merdeka.com

Dia membagi waktu dari dinasnya di kantor Brimob Madiun Polda Jatim untuk kerja sambilan, demi bisa menyekolahkan setiap anak asuhnya.

"Saya punya janji, punya mimpi sama istri itu ketika nanti kita bisa makan, dua piring ibaratnya demikian, kita nyekolahin anak-anak yang kurang mampu," ujar Rochmat dalam wawancara dengan SCTV.

2 dari 7 halaman

Anak Asuh Pertama Mirip dalam Kisah Nabi

Anak asuh pertama yang dirawat oleh Rochmat bernama Ketut, keturunan Bali dan Pacitan. Kala itu Rochmat tengah bermain ke tempat temannya semasa SMA di Pacitan. Tidak sengaja melihat seorang nenek yang memasak batu dalam air. Hal itu mengingatkannya pada kisah Nabi, tentang teladan khalifah Umar.

Ketut sudah lulus SD dan tinggal bersama neneknya yang tidak mampu. Kedua orang tuanya telah berpisah. Rochmat merasa perihatin dan menawarkan bocah kecil ini untuk sekolah, serta tinggal bersama di Madiun.

Dia berpikir kalau hanya dibantu dengan uang saja, Rochmat merasa tidak bisa mengontrol masa depan Ketut.

3 dari 7 halaman

Gaji Kecil Tak Menghalangi Niat Baik

Segala kebutuhan anak asuh sehari-hari dicukupi oleh Rochmat. Pertama kali merintis saat gajinya masih sekitar Rp600 ribu dan istrinya Rp250 ribu.

Seiring berjalannya waktu, gaji satu juta sekian untuk membiayai istri dan satu buah hati. Tidak ada keraguan sama sekali, logika matematika manusia dengan uang kecil tersebut tak akan mampu membiayai semua anak. Namun matematika Tuhan punya cara terbaik.

nyambi ngojek demi puluhan anak asuh

Channel YouTube SCTV ©2020 Merdeka.com

"Saya punya keyakinan dan saya meyakini matematika Allah itu berbeda dengan matematika kita," kata Rochmat dalam wawancara bersama Andy F Noya di acara Kick Andy.

4 dari 7 halaman

Jadi Tukang Ojek, Guru dan Bertani

Guna menambah biaya hidup, istri Rochmat dibuatkan warung kecil yang menjual handphone bekas dan pulsa. Selain itu, Rochmat pernah merangkap jadi tukang ojek. Panggilan ini datang setelah merasakan bahwa biaya kuliah mahal. Sehingga dia harus punya sambilan.

nyambi ngojek demi puluhan anak asuh

Channel YouTube SCTV ©2020 Merdeka.com

Selain itu, hingga kini Rochmat masih menjadi guru ekstrakurikuler di beberapa sekolah termasuk SMAN 5 Kota Madiun, SMKN 2 Madiun, SMK Katolik Binafarma, dan SMA Katolik Bonaventura. Dia mengajar Paskibraka, palang merah, pramuka, dan OSIS di luar waktu dinas kantor.

Dari kegiatan Rochmat di sekolah dan aktif dengan tim SAR tersebut bisa mendapat anak-anak asuh baru. Dia juga bercocok tanam menjadi petani sayuran dan buah untuk tambah kebutuhan.

5 dari 7 halaman

Jiwa Sosial yang Tinggi Terhadap Anak Yatim-Piatu

Membantu pendidikan dan mengarahkan anak asuh sebanyak 54 orang di tahun 2016, dari TK hingga mahasiswa. Rochmat ingin merubah cara berpikir setiap anak asuhnya, bahwa sukses itu bukan hanya milik orang kaya saja.

nyambi ngojek demi puluhan anak asuh

Channel YouTube SCTV ©2020 Merdeka.com

Berbagai latar belakang dibawa setiap anak asuhnya, ada yang tidak punya rumah sama sekali, ditelantarkan orang tua, mantan Napi, dan anak yatim-piatu.

6 dari 7 halaman

Anak Asuh Diajari Sesuai Kemampuan dan Keinginan

Rochmat dan istri percaya bahwa setiap anak asuhnya memiliki kemampuan di bidang tertentu untuk dikembangkan. Keduanya membimbing anak-anak untuk berwiraswasta, bertani, bermain musik, hingga pencak silat.

Prinsip utamanya, setiap anak harus bisa mandiri menghadapi dunia yang sebenarnya. Setelah menamatkan sekolah hingga sarjana, Rochmat ingin anak asuhnya sudah memiliki bekal dan tidak cengeng.

7 dari 7 halaman

Anak Asuh Jadi Kepala Sekolah dan Anggota Militer

Kini banyak anak asuhnya yang telah berhasil membawa prestasi luar biasa. Beberapa di antaranya ada yang telah menjadi kepala sekolah madrasah, pegawai bank, hingga menjadi anggota polisi.

nyambi ngojek demi puluhan anak asuh

Channel YouTube SCTV ©2020 Merdeka.com


Perjuangan Rochmat sejak 2007 begitu menginspirasi. Sampai saat ini dia masih berusaha memperluas bangunan rumah untuk bisa menampung lebih banyak anak asuh.

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini