Kisah Ciputra, Bangun Kerajaan Bisnis Properti di Indonesia

Rabu, 27 November 2019 08:48 Reporter : Siwi Nur Wakhidah
Kisah Ciputra, Bangun Kerajaan Bisnis Properti di Indonesia Ciputra. ©ciputra.com

Merdeka.com - Dunia bisnis tengah berduka. Pengusaha properti ternama, Ciputra telah berpulang pada Rabu (27/11). Ciputra menghembuskan napas terakhirnya di Singapura.

Nama Ciputra sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Dia merupakan raja properti di Indonesia. Ciputra dikenal sebagai insinyur dan pengusaha yang sukses membangun kerajaan bisnis properti di Tanah Air. Sebut saja, Ciputra Group, Metropolitan Group, dan Jaya Group.

Sosoknya berperan penting dalam perkembangan bisnis properti. Hingga saat ini, PT Ciputra Development yang dikembangkan Ciputra tercatat memiliki aset hingga mencapai puluhan triliun rupiah.

Kesuksesan Ciputra tidak semata-mata didapatkan begitu saja. Berikut kisah perjalanan Ciputra dari usia muda hingga berhasil membangun kerajaan bisnis properti di Indonesia:

1 dari 5 halaman

Kisah Ciputra di Masa Muda

Ciputra lahir 24 Agustus 1931 di Parigi, Sulawesi Tengah. Dia tumbuh dan besar di Sulawesi, dan bersekolah di Frater Don Bosco Manado, Sulawesi Utara. Setelah lulus SMA, Ciputra memutuskan bersekolah di Jawa.

Ciputra diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berhasil memperoleh gelar Insinyur di tahun 1960. Semasa kuliah, Ciputra sudah mulai mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan kecil yang berkantor di garasi.

Setelah lulus, dia pindah ke Jakarta dan memulai kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik PEMDA DKI. Kariernya terus berkembang hingga mendirikan perusahaan sendiri.

2 dari 5 halaman

Kisah Ciputra Berkarier sebagai Pebisnis

Selama bekerja di Jaya Group, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi salah satu inovasinya ialah proyek pembangunan Ancol. Sukses di Jaya Group, Ciputra berinisiatif untuk mendirikan perusahaannya sendiri.


ciputra

2019 Liputan6.com


Bersama Sudono Saliem, Sudwikatmono, Budi Brasali, dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan perusahaan properti pertamanya, Metropolitan Group. Perusahaan ini berhasil membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.

Sukses berada di puncak karier, Ciputra kembali mendirikan perusahaan. Kali ini dia mendirikan perusahaan keluarga, Ciputra Group.

3 dari 5 halaman

Kisah Jatuh Bangun Ciputra di Bisnis Properti

Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya. Peribahasa tersebut pernah dialami Ciputra, tepatnya tahun 1997 saat Indonesia mengalami krisis ekonomi.

Tiga perusahaan milik Ciputra turut terkena imbas. Bank Ciputra, gurita bisnis Ciputra ditutup perintah saat itu, karena dianggap tak layak. Perusahaan asuransinya, Ciputra Allstate juga ikut ditutup.

Bisnis dan perusahaan Ciputra kembali bangkit setelah adanya kebijakan moneter pemerintah dan adanya diskon bunga dari beberapa bank.

4 dari 5 halaman

Ikut Aktif di Bidang Pendidikan

Berkarier di dunia bisnis, ternyata tidak menutup mata Ciputra tentang pentingnya pendidikan. Di usia ke 75 tahun, dia lebih memilih mengembangkan bisnisnya di bidang pendidikan.

ciputra

2019 Liputan6.com


Tak jauh-jauh dari bisnis, Universitas Ciputra yang didirikan berfokus menyiapkan lulusannya untuk menjadi pengusaha. Lewat UCEC (Universitas Ciputra Entrepreneurship Center), Ciputra berhasil memberikan pelatihan kewirausahaan kepada kurang lebih 1.600 dosen.

Berkat karyanya di bidang bisnis dan kepeduliannya terhadap pendidikan bisnis, tahun 2007, Ciputra dinobatkan sebagai Entrepreneur of the Year oleh Ernst & Young.

5 dari 5 halaman

Kabar Duka Ciputra

Perjalanan bisnis Ciputra masih terus berlangsung hingga saat ini. Di usianya ke 88 tahun, Ciputra menghembuskan napas terakhirnya dan meninggalkan jejak karier di dunia bisnis properti yang gemilang.

Kabar meninggalnya Ciputra telah dikonfirmasi Direktur Ciputra Development, Tulus Santoso, Rabu (27/11). Untuk jadwal pemakaman dan rumah duka, Tulus belum dapat memastikan.

"Saat ini jenazah tengah diurus kepulangannya dari Singapura. Untuk pemakaman belum bisa memastikan, karena butuh waktu," ujar Tulus ketika dihubungi merdeka.com.

Penyebab meninggalnya bos properti Indonesia ini bukan karena penyakit tertentu, tetapi karena faktor usia. "Sakit tua," imbuh Tulus.

Selamat jalan Ciputra.

[snw]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini