Kenali 13 Gejala Demam Berdarah yang Wajib Diwaspadai

Senin, 13 April 2020 10:24 Reporter : Mutia Anggraini
Kenali 13 Gejala Demam Berdarah yang Wajib Diwaspadai nyamuk demam berdarah . shutterstock

Merdeka.com - Indonesia merupakan negara tropis dengan risiko penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang cukup tinggi. Dilansir dari Halodoc, kasus demam berdarah di Indonesia pada awal tahun 2020 hingga saat ini diketahui telah menyentuh angka 16 ribu. Dari angka tersebut, lebih dari 100 jiwa telah meninggal dunia.

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu virus dengue. Dengan risiko penularan yang cukup tinggi pula, simak 13 gejala DBD berikut ini yang patut diwaspadai:

2 dari 14 halaman

Demam Tinggi

ilustrasi anak demam
shutterstock.com

Gejala pertama yang dapat dirasakan adalah demam tinggi. Gejala yang satu ini dapat dikatakan sebagai fase awal. Sebab, kehadiran virus dalam aliran darah dapat menyebabkan adanya respon dari tubuh untuk melawan patogen dengan meningkatkan suhu tubuh.

Pada gejala awal ini, demam akan muncul sekitar tiga atau empat hari setelah gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pada umumnya, demam ini dapat mengakibatkan naiknya suhu tubuh hingga 40 derajat celcius.

3 dari 14 halaman

Nyeri Kepala Berat

ilustrasi sakit kepalaShutterstock/9nong

Dilansir dari Liputan6, gejala demam berdarah berikutnya adalah nyeri kepala berat. Gejala nyeri berat ini biasanya akan muncul dan terjadi seiring dengan demam tinggi pada fase awal.

Nyeri kepala berat ini biasanya akan terjadi pada 4 hingga 10 hari setelah penderita terpapar virus dengue melalui gigitan nyamuk.

4 dari 14 halaman

Nyeri Otot

pinggang prevention.com

Gejala selanjutnya yang nampak pada penderita DBD adalah nyeri otot. Nyeri otot ini dapat dirasakan pada 4 hingga 10 hari sejak penderita tertular virus dengue.

Bersamaan dengan munculnya gejala demam tinggi, nyeri otot ini biasanya tidak dapat dibedakan. Sebab, nyeri otot dan demam dapat terjadi pada penderita influenza biasa pada saat musim hujan.

5 dari 14 halaman

Nyeri Mata

ilustrasi sakit mataShutterstock/Piotr Marcinski

Dilansir dari Liputan6, nyeri mata juga merupakan salah satu gejala yang ditimbulkan dari penyakit DBD.

Nyeri mata biasanya terjadi seiring dengan demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Sebab, gejala demam dapat mempengaruhi penglihatan.

Beberapa jam setelah mengalami peningkatan suhu tubuh yang tinggi, maka rekasi tubuh selanjutnya adalah muncul sakit kepala parah. Umumnya, sakit kepala parah disertai dengan sakit pada belakang mata.

6 dari 14 halaman

Nafsu Makan Menurun

ilustrasi makanPixabay

Nafsu makan pada penderita penyakit DBD juga akan mengalami penurunan. Sebab, gejala demam beserta sakit kepala akan membuat fungsi indera penciuman dan perasa akan sedikit menurun.

Biasanya untuk mengatasi gejala ini, penderita akan disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat penguat daya imun seperti buah dan sayuran. Namun, pada penderita yang memiliki gejala lebih parah, beberapa tindakan medis akan dilakukan seperti pemasangan infus agar nutrisi tubuh tetap terjaga.

7 dari 14 halaman

Mual dan Muntah

002 destriyana2015 Merdeka.com/shutterstock

Mual dan muntah menjadi gejala selanjutnya pada penderita DBD. Namun, tidak semua penderita disinyalir memiliki gangguan pada sistem pencernaannya seperti mual dan muntah.

Dikutip dari Halodoc, bagian perut atau punggung pada beberapa penderita juga dapat terjadi gangguan seperti terasa tidak nyaman.

Gejala mual dan muntah ini dapat terjadi pada penderita selama 2 hingga 4 hari.

8 dari 14 halaman

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

ilustrasi sakit tenggorokanmedicalnewstoday.com

Gejala berikutnya pada penderita DBD adalah dengan membengkaknya kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening merupakan bagian tubuh yang berfungsi untuk melawan patogen yang masuk ke dalam tubuh seperti virus dengue.

Pada umumnya, kelenjar getah bening ini terletak di leher dan ketiak. Pada saat tubuh bekerja dengan keras melawan virus dengue, maka leher akan lebih memiliki sel darah putih sehingga akan terlihat seperti pembengkakan.

9 dari 14 halaman

Ruam Kemerahan

ilustrasi ruam kulitwww.foxnews.com

Ruam kemerahan adalah gejala yang khas yang ditimbulkan oleh virus dengue. Ruam kemerahan ini dapat terjadi pada saat demam tinggi yang dirasakan oleh penderita.

Apabila di hari ketiga demam tidak kunjung turun disertai munculnya ruam kemerahan, maka tindakan yang tepat untuk dilakukan adalah dengan melakukan tes darah. Pasalnya, demam dengan ruam kemerahan wajib diwaspadai dengan penyakit demam berdarah.

10 dari 14 halaman

Kerusakan Pada Pembuluh Darah dan Getah Bening

ilustrasi sel darah2012 Merdeka.com/shutterstock/fusebulb

Gejala berikutnya yang dapat timbul adalah pembuluh darah dan getah bening yang rusak. Gejala ini adalah gejala yang mengawali fase kritis.

Sebab, virus dengue disinyalir telah membuat komplikasi dengan menimbulkan kerusakan pada sistem pertahanan tubuh melalui pembuluh darah dan getah bening. Hal ini juga dapat mendorong terjadinya pembengkakan organ hati hingga menyebabkan nyeri di sekitar perut.

11 dari 14 halaman

Pendarahan

ilustrasi pembuluh darahiStock

Gejala berikutnya adalah pendarahan. Kerusakan pembuluh darah yang terjadi terus menerus kemudian dapat menimbulkan pendarahan hingga jumlah trombosit dan sel darah merah pada penderita akan turun.

Fase ini dikatakan sebagai fase kritis yang berlangsung selama kurang lebih 3 hingga 4 hari. Biasanya, penderita akan disarankan untuk menerima tindakan transfusi darah.

12 dari 14 halaman

Muntah Darah

ilustrasi mual2013 Merdeka.com/Shutterstock/deepblue-photographer

Kerusakan pembuluh darah selanjutnya dapat menyebabkan gejala lain seperti muntah darah. Sama dengan pendarahan, gejala ini dapat terjadi 3 hingga 4 hari selama fase kritis.

13 dari 14 halaman

BAB Berwarna Hitam

ilustrasi toiletShutterstock/Africa Studio

Gejala selanjutnya adalah hasil sekresi tubuh yang menunjukkan warna lebih gelap bahkan hitam. Hal ini dapat disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah yang ada pada organ hati hingga sistem pencernaan oleh virus dengue.

14 dari 14 halaman

Dehidrasi

ilustrasi dehidrasiShutterstock/Maridav

Penderita DBD disarankan untuk tetap memiliki cairan tubuh yang seimbang guna melawan virus dengue. Sebab, dehidrasi juga menjadi gejala yang terjadi pada penderita DBD.

Hal tersebut dikarenakan terjadi peningkatan suhu tubuh yang cukup tinggi sehingga tubuh akan lebih sering melakukan metabolisme.

[mta]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini