Kelakuan TNI Gadungan Bikin Geregetan, Ngaku Kopassus Mati Kutu Digas Tentara Asli

Senin, 2 Mei 2022 12:03 Reporter : Mutia Anggraini
Kelakuan TNI Gadungan Bikin Geregetan, Ngaku Kopassus Mati Kutu Digas Tentara Asli Kelakuan TNI Gadungan Bikin Geregetan. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjadi seorang abdi negara memang merupakan impian banyak orang. Termasuk menjadi seorang tentara, menjadi bagian dari punggawa ibu pertiwi.

Butuh perjuangan dan kerja keras untuk meraih asa menjadi seorang tentara. Di tengah banyak orang yang berjuang dengan peluh dan air mata, beberapa oknum justru beraksi di jalan yang berbeda.

Mereka nekat menjadi seorang tentara gadungan. Bahkan, salah satunya mengaku sebagai anggota pasukan elite TNI AD Kopassus. Namun, ia bertemu dengan tentara asli dan langsung mati kutu. Berikut ulasan selengkapnya.

2 dari 7 halaman

Ngaku Ajudan Panglima TNI

Belum lama ini, seorang pria bernama Slamet Iskandar Syah (SIS) warga Kecamatan Songgom, Brebes, Jawa Tengah diketahui beraksi menjadi tentara gadungan. Ia lantas berhasil diamankan Koramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, Senin (21/3) silam.

Kebohongan tersebut bermula saat SIS dan sang istri tengah mengurus perizinan guna menggelar acara resepsi dengan pedang pora pada 23-24 Maret 2022. SIS yang meminta izin ke kepala dusun langsung dilaporkan Babinsa.

Lalu, Babinsa dan anggota unit Intel Kodim Brebes pun melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut. Setelah diselidiki, ditemukan adanya kejanggalan pada surat undangan pernikahan yang mencantumkan kehadiran Panglima TNI beserta para pejabat lainnya.

Usai dilakukan penelusuran, ternyata semua hal tersebut merupakan kebohongan belaka. SIS yang mengaku dinas di Mabes TNI sebagai ajudang Panglima TNI turut menyeret kebohongan sang istri yang juga menyebut dirinya sebagai anak Kolonel TNI.

3 dari 7 halaman

Kelimpungan, Digas Tentara Asli

kelakuan tni gadungan bikin geregetan

©2022 Merdeka.com

Saat dimintai keterangan lebih lanjut, SIS mengaku dirinya diarahkan untuk menjadi tentara usai dihubungi seorang yang mengaku bernama Kolonel Waris.

"Saya kan di WA katanya 'habis jalan sama anak saya ya, saya Kolonel Waris' saya enggak nanya katanya emang anaknya pak Waris jadi kalau bapaknya WA ya sudah... Iya karena diarahkan (bilang jadi tentara) sama nomor itu," kata SIS.

"Sudah lah kamu mau berkelit apapun yang kita permasalahkan identitas kamu, paham? Identitas kamu itu sudah pemalsuan identitas. Pas kamu bikin KTP kan pasti mereka nanya apa pekerjaan kamu lah kamu ngomong TNI AD berarti kan," kata seorang anggota TNI.

Soal pemalsuan e-KTP, SIS terus berdalih. SIS juga mengaku, bahwa dirinya saat ini sudah tidak bekerja sebagai satpam kembali usai ditawari untuk menjadi tentara gadungan.

"Kamu security tinggal (ngomong) security aja kok ngaku-ngaku tentara," kata anggota TNI.

Atas kasus tersebut, Polres Brebes menyita sejumlah barang bukti berupa satu stel pakaian PDL TNI, baret Kopassus, pas foto memakai pakaian tentara, foto Danrem Madiun, KTP TNI palsu.

Selain itu, ada pula SIM A, SIM C, dompet hitam, kunci motor logo Akmil, kunci rumah logo Akmil, sebuah mobil Avanza Nopol F 1129 CQ beserta STNK, lima kartu ATM, satu NPWP, slip bukti transfer uang sejumlah Rp50 juta dan Rp60 juta dan uang tunai Rp26,5 juta.

4 dari 7 halaman

TNI Gadungan Bentak Perwira & Provos

Selain SIS, ada pula kasus dari seorang pria bernama Roni Marpaung (45) yang turut mengaku sebagai TNI AD. Aksi pria asal Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat tersebut dicurigai salah satu anggota Kodim 0321/Rohil usai melihat pelaku di Jalan Lintas Ujung Tanjung Bagan Siapiapi, sedang mengendarai sepeda motor.

Ditanya perihal identitasnya, pelaku justru disebut langsung marah dan membentak personil dari Kodim.

"Pelaku menjawab dengan nada keras (marah) ketika ditanya oleh personil dari Kodim 0321 Rohil 'ngapain ditanya-tanya kita sama-sama tentara'," ungkap Kapolres Rokan Hilir, AKBP Nurhadi Ismanto, Minggu (19/9/2021).

5 dari 7 halaman

Mati Kutu Diberi Pertanyaan

kelakuan tni gadungan bikin geregetan

©2022 Merdeka.com

Tak hanya itu, pelaku juga disebut selalu memiliki jawaban yang berubah-ubah ketika ditanya berasal dari kesatuan mana. Begitu juga ketika ditanya nomor registrasi pusat (NRP). Pelaku menjawab dengan ragu dan tidak mengetahui NRP-nya.

Kecurigaan petugas terhadap Rony semakin menguat, ketika personil Kodim melihat brevet yang digunakan olehnya salah tempat. Karena tak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan itu, Roni pun akhirnya digelandang ke Pos POM TNI AD di Bagansiapiapi.

Tentara gadungan tersebut pun diamankan bersama barang bukti berupa satu pasang baju dinas TNI AD, satu unit HT radio, satu buah jam tangan, satu buah pisau sungkur, dan satu tanda anggota palsu dengan pangkat Serma/Raider dan jabatannya sebagai Badan Intelijen Negara/Sekodam.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku datang dari Sumatera Barat diduga untuk melakukan penipuan.

6 dari 7 halaman

Tukang Bengkel jadi TNI Gadungan

Satu lagi kasus mengenai TNI gadungan. Pria bernama Aldi Hidayat alias Ebong (21) justru berhasil menggaet 4 wanita asal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara sebagai korban.

Rekan Ebong semasa sekolah, Boni menuturkan, sejak sebelum tertangkap menjadi anggota TNI gadungan, sikap Ebong sudah kelihatan sejak sekolah. Sering bolos dan jahil pada rekan-rekannya.

"Suka cerita tinggi-tinggi, tapi kita tidak hiraukan dia," tambahnya.

Sebelum keluar merantau, Ebong diketahui bekerja pada sebuah bengkel motor dekat rumahnya. Jarang berkabar, ternyata dia sudah sering mengaku sebagai anggota TNI gadungan.

Saat berhasil ditangkap Buser77 Satreskrim Polres Kendari, Ebong mengaku sudah hampir setahun berpura-pura menjadi anggota TNI dan polisi. Polisi juga menemukan seragam anggota polisi dan TNI lengkap di kamar kosnya.

7 dari 7 halaman

Berhasil Kelabui 4 Wanita

Setelah polisi mencari informasi, ternyata Ebong berhasil mengelabui 4 wanita dari beragam daerah. Ada yang berasal dari Bulukumba Sulawesi Selatan, Kota Kendari dan Kota Bau-bau.

Kebanyakan, korban Ebong berasal dari kalangan PNS, pegawai honorer dan pekerja swasta. Rata-rata, korban mengaku tertipu karena penampilan luar pelaku.

Malah, salah seorang PNS asal Bulukumba, diduga sudah melakukan foto persiapan Pra Wedding. Keduanya terlihat berfoto di studio dengan ekspresi gembira.

kelakuan tni gadungan bikin geregetan
©2022 Merdeka.com

Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi bahkan menuturkan, ternyata pelaku mencuri ponsel korban saat keduanya bertemu. Korban lantas melapor lalu mulai lah penyelidikan hingga terungkap modus pelaku.

Saat ditangkap, Ebong tak mengaku dan berusaha mengelak. Namun, setelah diinterogasi, terungkap jika pelaku sudah berkali-kali menipu para korban.

"Dari tangannya, ada sejumlah uang diamankan juga seragam yang dibeli pada salah satu toko penjual seragam anggota di Kota Kendari," kata Jemi Junaidi.

[mta]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini