Kedai Kopi di Yogyakarta Ini Terapkan Sistem Bayar Se-ikhlasnya

Selasa, 14 Januari 2020 12:06 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Kedai Kopi di Yogyakarta Ini Terapkan Sistem Bayar Se-ikhlasnya Kopi Bayar Se-ikhlasnya. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi masyarakat Indonesia, minum kopi bisa dikatakan sebagai sebuah tradisi. Tak heran, banyak kedai kopi bermunculan termasuk di Yogyakarta.

Tak seperti kedai kopi pada umumnya, di Yogyakarta ada sebuah warung kopi bernama 'Mari Ngopi' yang menerapkan sistem bayar se-ikhlasnya pada setiap cangkir kopi single origin yang dijualnya.

Dengan slogan yang diterapkan dari kedai ini 'Pilih Kopimu Mbayaro Sak Ikhlasmu' pengunjung bebas memilih jenis kopi apa saja yang diinginkan dan membayarnya dengan memasukkan uang ke dalam kotak bertuliskan 'HANYA KAMU DAN TUHAN YANG TAU'. Berikut informasi selengkapnya:

1 dari 4 halaman

Alasan Menerapkan Konsep Bayar Se-Ikhlasnya

Di lansir dari Brilio, Akrom Setiawan sang pemilik kedai kopi bayar se-ikhlasnya ini mengatakan jika alasannya menerapkan sistem ini agar semua orang bisa menikmati kopi tanpa takut mahal.

Seperti yang kita ketahui selama ini, salah satu faktor orang berpikir dua kali jika akan pergi ke kedai kopi karena biasanya harga yang ditawarkan cenderung mahal. Berangkat dari hal tersebut, Akrom memiliki ide untuk mendirikan kedai kopi dengan konsep bayar se-ikhlasnya agar siapa saja bisa menikmati kopi tanpa takut mahal.

2 dari 4 halaman

Kopi yang Ditawarkan

Sumber: Brilio

Meski menerapkan bayar se-ikhlasnya, tak lantas membuat Akrom menyuguhkan kopi secara asal-asalan. Kedai kopi milik Akrom ini juga diketahui menyediakan varian kopi yang berbeda setiap minggunya yang bertujuan untuk mengenalkan kopi kepada pengunjung.

Akrom lebih mengutamakan kopi lokal Indonesia untuk disediakan seperti kopi Merapi, Suroloyo, Kopi Kintamani dan lainnya.

3 dari 4 halaman

Merasa Tidak Rugi

Youtube: @TRANS7 OFFICIAL

Berlokasi di Jalan Ngadisuryan, Patehan, Yogyakarta ini kedai kopi milik Akrom tak pernah sepi pembeli. Walau tak mematok harga, Akrom mengatakan jika ia tidak pernah merugi.

"Saya pribadi menerapkan bahwa kita harus bisa membedakan mana gaji dan mana rezeki. Kalau gaji kan pasti setiap bulan segitu, kalau rezeki kan kita enggak tahu kapan datangnya. Rezeki juga enggak harus berupa uang, kayak kita ketemu kaya gini, kenal orang baru menurut saya itu sudah bagian dari rezeki," kata Akrom dilansir dari Brilio News.

4 dari 4 halaman

Menu Lainnya

Sumber: travelingyuk.com

Konsep berbeda yang ditawarkan menjadi sebuah daya tarik tersendiri. Kedai kopi ini juga menawarkan menu lain selain single origin meski untuk varian kopi selain single origin tetap dipatok dengan kisaran harga Rp5 ribu hingga Rp15 ribu.

[khu]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini