Jangan Khawatir, Ini Fakta Stok Uang Tunai di Indonesia Rp450 T Cukup untuk 6 Bulan

Jumat, 27 Maret 2020 09:37 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Jangan Khawatir, Ini Fakta Stok Uang Tunai di Indonesia Rp450 T Cukup untuk 6 Bulan Bank Indonesia musnahkan uang palsu. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pandemi virus corona atau covid-19 sangat meresahkan masyarakat. Tidak hanya mengenai jumlah kasus saja, virus corona juga mempengaruhi sejumlah sektor termasuk keuangan negara.

Berada di tengah pandemi, masyarakat Indonesia begitu resah akan kekurangan uang tunai. Melihat keresahan warga, Gubernur Bank Indonesia memastikan Tanah Air tidak akan kekurangan uang tunai paling tidak selama 6 bulan lamanya.

1 dari 13 halaman

Miliki Stok Uang Tunai

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebutkan, bank sentral telah menyimpan stok uang tunai sebanyak Rp450 triliun. Uang ini juga dipercaya cukup untuk 6 bulan ke depan.

"Stok kami itu lebih dari cukup, cukup untuk memenuhi hampir 6 bulan kebutuhan. Yang kurang lebih Rp450-an triliun. Jadi masyarakat, kami pastikan kami punya stok yang cukup dan kerja sama dengan industri perbankan sistem keuangan," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/3).

2 dari 13 halaman

Sudah Mengarantina Uang di ATM

Perry Warjiyo menambahkan, sejak awal bulan Maret lalu, Bank Indonesia sudah mulai mengganti uang-uang yang berada di ATM dengan persediaan terbaru yang sudah di karantina.

gubernur bank indonesia perry warjiyo

2020 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

"Kami sudah bekerja sama dengan erat dengan perbankan. Kami sudah menambah supply uang di ATM dengan uang yang baru bahkan sejak awal Maret. Kami juga sudah begitu satgas menetapkan masa darurat sampai dengan 29 Mei," paparnya.

3 dari 13 halaman

Lakukan Karantina Saat Menerima Uang dari Bank

Tak hanya itu, pihaknya juga langsung melakukan karantina begitu menerima uang dari perbankan. Hal ini sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19 melalui media uang tunai.

"Kami juga sudah mengkarantina uang yang disetorkan oleh perbankan," jelasnya.


4 dari 13 halaman

Cadangan Devisa Juga Mencukupi

Berbicara mengenai cadangan devisa, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memberikan jawabannya. Meski pihaknya banyak melakukan intervensi guna menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), namun Perry menyebut cadangan devisa masih tercukupi. Hingga Kamis (26/3/2020) berdasarkan JISDOR, BI, nilai tukar Rupiah berada di level Rp16,328 per Dolar Amerika Serikat (USD),

gubernur bank indonesia perry warjiyo

2020 Istimewa

"Kami pastikan jumlah cadangan devisa yang kami miliki lebih dari cukup. Dengan tekanan nilai tukar yang cukup besar tentu ada penurunan. Kami memastikan jumlah cadangan devisa lebih dari cukup untuk bagaimana mendukung upaya stabilisasi nilai tukar rupiah" ujar Perry di Jakarta, Kamis (26/3).

5 dari 13 halaman

Tidak Hanya Mengandalkan Cadangan Devisa

Berdasarkan catatan oleh Bank Indonesia, pada akhir Februari 2020, cadangan devisa tercatat USD 130,44 miliar. Cadangan devisa ini turun apabila dibandingkan dengan posisi sebelumnya yakni USD 131,7 miliar.

Perry Warjiyo juga menambahkan, untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah, bank sentral tidak hanya mengandalkan cadangan devisa.

"Cadangan devisa adalah first line of defense, itu lebih dari cukup. Tapi kami juga mempunyai second line of defence, yaitu bilateral swap dengan sejumlah bank sentral," tandasnya.

6 dari 13 halaman

Jaga Kondisi Pasar Keuangan Indonesia

Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia mengatakan, pihaknya terus berupaya menjaga pasar keuangan Indonesia agar tetap menarik bagi investor di tengah pandemi virus corona. Salah satu upayanya yakni dengan melakukan komunikasi rutin dengan para investor.

gubernur bank indonesia perry warjiyo di acara annual investment forum 2020

2020 bi.go.id

"Sejak pekan lalu, kami sudah teleconference dengan investor dan dengan Kemenkeu, termasuk Wamenkeu, lakukan teleconference, dan saya juga lakukan. Dan nanti sore juga. Nanti juga akan diikuti banyak investor," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/3).

7 dari 13 halaman

Selalu Transparan

Tidak hanya itu, bank sentral juga berupaya menjelaskan langkah apa saja yang telah dilakukan untuk menjaga ekonomi melalui komunikasi tersebut. Bank Indonesia juga meyakinkan para investor jika pihaknya selalu ada di pasar keuangan.

"Kami kasih confidence ke mereka, mereka juga confidence terhadap kondisi ekonomi RI baik, dan mereka tentu saja tidak bisa disalahkan dengan persepsi mereka, tidak bisa disalahkan karena ini juga pelaku usaha di dunia, investor panik. Makanya fenomena dana asing keluar terjadi tidak hanya di Indonesia," kata Perry Warjiyo.

8 dari 13 halaman

Disambut Baik oleh Investor

Upaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia rupanya disambut baik oleh investor. Hingga Kamis (26/3/2020), sejumlah investor sudah mulai membeli aset keuangan mulai dari saham hingga Surat Berharga Negara (SBN) meski tidak terlalu besar.

gubernur bank indonesia perry warjiyo

2020 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

"Kelihatan pada hari ini kami lihat beberapa investor mulai beli aset keuangan baik saham, SBN, meski gak besar. Ini menunjukkan begitu kepanikan berakhir dan bagaimana kita kelola ekonomi," jelasnya.

9 dari 13 halaman

Imbauan untuk Menggunakan Uang Non-Tunai

Meski Bank Indonesia telah memastikan memiliki stok uang tunai, namun pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi non tunai. Bukan tanpa alasan yang tidak jelas. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran covid-19.

"Makanya pada saat ini, mari kita gunakan non tunai kan lebih cepat, lebih efisien, uang elektronik gunakan, mobile banking gunakan, internet banking gunakan. Dan jangan lupa menggunakan QRIS yang sudah kami kampanyekan," jelasnya.

"Sehingga tak harus keluar rumah bayar kebutuhan sehari-hari. Cukup dengan pakai HP. Mari semakin banyak menggunakan transaksi non tunai. Apa keuntungannya ikut mencegah Covid-19. Kemudian mempermudah transaksi kita," tandasnya.


10 dari 13 halaman

Memastikan Uang Tetap Higienis

Di sisi lain, Perry memastikan uang tunai yang beredar di tengah masyarakat saat ini telah melalui serangkaian pengecekan dan dijamin higienis.

bank indonesia musnahkan uang palsu

2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

"Kami memastikan uang-uang yang beredar itu higienis, karena kami memantau uang yang masuk ke perbankan. Tapi kami mengimbau penggunaan non-tunai supaya bisa memitigasi Covid-19," ujar dia dalam sesi teleconference, Selasa (24/3).

11 dari 13 halaman

Menambah Periode Promosi Merchant Discount Rate

Guna menunjang ajakan itu, Bank Indonesia dikatakan telah menambah periode Merchant Discount Rate (MDR) melalui pembayaran berbasis QRIS.

"Bank Indonesia bekerjasama dengan perbankan, asosiasi sistem pembayaran Indonesia, dan dunia industri perbankan juga sepakat memperpanjang masa berlakunya gratis MDR dari Mei jadi September 2020," tuturnya.

12 dari 13 halaman

Virus Corona Tidak Menyebar di Uang Kertas

Selama ini publik masih dibuat penasaran akan virus corona di uang kertas. Menurut konsultan paru sub infeksi RSUP Persahabatan, dr. Erlina Burhan, uang kertas tidak menyebarkan virus Covid-19.

nilai tukar rupiah menguat

Liputan6.com/Angga Yuniar

"Tidak benar," ujar dr.Erlina Burhan, Selasa (10/3).

Virus corona menyebar melalui droplet atau tetesan air lidah dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi ke orang sekitarnya. Terutama saat kekebalan tubuh menurun, maka virus bisa dengan mudah menyerang tubuh orang yang terinfeksi.

13 dari 13 halaman

Penyataan dari WHO

WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia juga telah mengklarifikasi kabar tersebut. WHO tidak mengatakan uang kertas mampu menyebarkan virus corona. Bahkan, pihaknya tidak ada mengeluarkan peringatan mengenai kabar itu.

"Kami TIDAK mengatakan bahwa uang tunai menyebarkan virus corona. WHO TIDAK mengatakan uang kertas menyebarkan COVID-19, kami juga tidak pernah mengeluarkan peringatan atau pernyataan tentang ini." kata juru bicara WHO Fadela Chaib seperti dikutip dari MarketWatch.

Hanya saja, WHO menganjurkan untuk mencuci tangan setelah memegang uang kertas. Sebab, virus ataupun bakteri bisa menempel di permukaan uang kertas.

"Kami mengatakan Anda harus mencuci tangan setelah memegang uang, terutama jika akan memegang atau makan makanan. Ini adalah praktik kebersihan yang baik," tambahnya.


[tan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini