Hukum Meninggalkan Salat Jumat di Tengah Wabah Virus Corona, Begini Penjelasannya

Jumat, 20 Maret 2020 08:48 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Hukum Meninggalkan Salat Jumat di Tengah Wabah Virus Corona, Begini Penjelasannya Ilustrasi salat. ©Shutterstock

Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia baru saja mengeluarkan fatwa tentang penyelenggaraan ibadah salat Jumat ditengah wabah virus corona (COVID-19) yang sedang merebak.

Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasannudin AF mengeluarkan fatwa yang merujuk kepada muslim yang berada di zona merah penyebaran virus untuk memperbolehkan tidak salat Jumat di masjid. Berikut informasi selengkapnya:

1 dari 8 halaman

Pembatasan Salat Jumat di Masjid

mui rilis fatwa terkait ibadah dalam situasi wabah covid 19

2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Fatwa tentang pembatasan salat di masjid tersebut dikeluarkan guna membantu upaya pencegahan penyebaran virus corona semakin meluas. Maka, MUI mengeluarkan fatwa jika pelaksanaan ibadah salat Jumat terutama bagi muslim di wilayah zona rawan penyebaran sesuai data yang dimiliki otoritas terkait dianjurkan melaksanakan ibadah dari rumah.

"Dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan jamaah shalat lima waktu/rawatib, Tarawih, dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya," tulis fatwa yang dikeluarkan di Jakarta pada 21 Rajab 1434 H atau 16 Maret 2020.

2 dari 8 halaman

Anjuran MUI

Kendati demikian, untuk umat muslim yang berada di kawasan potensi penularan rendah maka tetap dianjurkan menjalankan kewajiban ibadahnya sebagaimana biasanya. Hanya saja, harus selalu menjaga kebersihan diri dan tidak perlu melakukan kontak fisik dengan orang lain.

mui rilis fatwa terkait ibadah dalam situasi wabah covid 19

2020 Liputan6.com/Faizal Fanani



"Bagi mereka yang berada di kawasan penularan rendah berdasar ketetapan pihak berwenang, wajib menjalan kan ibadah seperti biasa, namun tetap juga wajib menjaga diri agar tidak terpapar virus Corona, seperti tidak kontak fisik langsung (bersalaman, berpelukan, cium tangan), membawa sajadah sendiri, dan sering membasuh tangan dengan sabun," jelas Fatwa ini, seperti diterima Liputan6.om, Selasa (17/3/2020).

3 dari 8 halaman

Sabda Rasulullah

Melansir dari situs islam.nu.or.id, Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan jika suatu wabah penyakit yang berpotensi menular harus diisolasi dan jangan dibiarkan untuk menyebar. Beliau bersabda:

"Apabila kalian mendengar wabah lepra di suatu negeri, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, namun jika ia menjangkiti suatu negeri, sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri tersebut." (HR. al-Bukhari)

"Abu Salamah bin Abdurrahman berkata; saya mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Janganlah kalian mencampurkan antara yang sakit dengan yang sehat" (HR. Al-Bukhari).

4 dari 8 halaman

Salat Jumat di Tengah Wabah

Melaksanakan salat Jumat ditengah wabah yang sedang menyebar sebenarnya tidak diharuskan. Para ulama fiqih menetapkan larangan bagi mereka yang terjangkit penyakit menular untuk beribadah di masjid. Hal ini dikarenakan masjid merupakan satu pusat keramaian.

Syekh Zakariya al-Anshari dalam Asna al-Mathalib dan Syaikh al-Khatib asy-Syirbini dalam Mughni al-Muhtaj tentang hal ini menulis:

Qadli Iyadh menukil dari para ulama bahwasanya orang yang terkena penyakit judzam (kusta) dan barash (sopak) dilarang mendatangi masjid, shalat Jumat dan dari bercampur baur dengan masyarakat. (al-Khatib asy-Syirbini,Mughni al-Muhtaj, I: 360) Dikutip dari laman islam.nu.or.id

5 dari 8 halaman

Alasan Pembatasan Salat Jumat di Masjid

Di tengah wabah virus corona yang sedang merebak di Indonesia, masyarakat memang dianjurkan untuk tidak mendatangi pusat keramaian, salah satunya masjid. Jika menurut ahli yang kompeten suatu wabah yang sedang menjangkiti sebuah negeri memiliki potensi penularan yang cukup tinggi maka hadir dalam salat Jumat tidak diwajibkan dan cukup menggantinya dengan salat dhuhur di rumah.

Hal tersebut tentunya sesuai instruksi Nabi Muhammad SAW agar mengisolasi suatu wabah agar tidak menyebar.

6 dari 8 halaman

Ibadah Pengganti Salat Jumat di Rumah

Untuk ibadah pengganti salat Jumat, Hasanuddin menjelaskan lewat fatwa MUI yang dikeluarkan bahwa salat Jumat bisa diganti dengan salat dhuhur di tempat kediaman masing-masing.

muslim as jaga jarak saat salat jemaah di masjid

2020 REUTERS/Brian Snyder



"Baginya adalah haram melakukan aktifitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah shalat lima waktu/ rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar," tegas Fatwa MUI.

7 dari 8 halaman

Pernyataan Ulama

instagramnajwashihab

Instagram/@najwashihab 2020 Merdeka.com


Selain salat Jumat, MUI juga mengeluarkan fatwa untuk melarang sementara pelaksanaan ibadah yang membuat konsentrasi massa. Hal ini seperti salat lima waktu berjamaah, salah tarawih, majelis taklim, dan lainnya yang memungkinkan orang berkumpul. Hal tersebut juga disampaikan oleh Quraish Shihab dalam sebuah video yang diunggah di laman Instagram @najwashihab.

"Semua sepakat mengatakan bahwa dia (virus corona) membahayakan jiwa manusia, maka ulama-ulama memberi fatwa tidak dianjurkan bagi mereka untuk hadir dalam salat-salat berjamaah bahkan salat Jumat," ungkap Quraish Shihab.

8 dari 8 halaman

Pemberlakuan Fatwa yang Dikeluarkan MUI

Fatwa ini mulai berlaku sejak tanggal yang ditetapkan hingga waktu yang belum bisa ditentukan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata dibutuhkan perbaikan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

Hasanuddin menambahkan, ia meminta kepada setiap orang untuk ikhtiat menjaga kesehatan karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama. [khu]

Baca juga:
Wali Kota Bogor Bima Arya Positif Terjangkit Virus Corona
Pasien Positif Corona di Yogyakarta Sempat Ikut Seminar di Bogor
Penyebaran Virus Corona Dimungkinkan Lewat Udara, tapi Tidak Terbang Melayang
Pemkot Keluarkan Surat Edaran Imbau Warga Depok Ibadah di Rumah Saja
Viral Petugas Medis Pakai Jas Hujan Gantikan APD, Ini Penjelasan Dokter di RS Kesdam

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini