Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2022, Pahami Sejarah hingga Gejalanya

Kamis, 1 Desember 2022 13:21 Reporter : Billy Adytya
Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2022, Pahami Sejarah hingga Gejalanya Ilustrasi HIV. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Africa Studio

Merdeka.com - Hari AIDS sedunia jatuh pada 1 Desember 2022 hari ini. Seperti dijelaskan dalam laman resmi WHO, Hari AIDS 2022 mengusung tema 'Equalize' mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk mengatasi ketidaksetaraan yang menghambat kemajuan dalam mengakhiri HIV/AIDS.

Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang mendeskriminasi dan memandang miring para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Bukan hanya berjuang dengan penyakit yang diderita, ODHA juga harus menerima cibiran dan cap buruk dari masyarakat akibat pemahaman yang kurang tepat tentang HIV/AIDS.

Akhirnya, stigma tersebut akan membuat ODHA lebih nyaman untuk menyembunyikan status HIV positifnya karena malu untuk memeriksakan kesehatannya. Ini akan berujung pada tingkat kematian ODHA dan penularan HIV/AIDS di masyarakat.

Oleh karena itu di Hari AIDS Sedunia ini perlu adanya pengetahuan lebih dalam baik mulai dari sejarah hingga gejalanya. Berikut ulasannya, Kamis (1/12).

2 dari 6 halaman

Sejarah Hari AIDS Sedunia

Sejarah hari AIDS sedunia ini mulanya berasal dari usulan dua anggota World Health Organization (WHO) bernama James Bunn dan Thomas Netter pada 1988. Seperti dilansir dari laman dinkes.tegalkota.go.id, jika semua langkah tersebut dlakukan untuk program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Usulan ini sengaja dicetuskan saat ramai kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat dan perayaan natal hingga menggiring etensi publik untuk bersama bergerak meningkatkan kepedulian terhadap penyakit menular itu. Kemudian mereka sepakat untuk memilih tanggal 1 Desember sebagai hari AIDS Sedunia sekaligus jadi hari peringatan internasional pertama terkait kesehatan global.

kenali hivaids mulai dari gejala hingga pengobatan yang harus dijalani
fimela.com ©2020 Merdeka.com

Untuk merancang dan menetapkan peringatan tersebut dibutuhkan waktu selama kurang lebih 16 bulan. Konsep pertama hari AIDS sedunia berfokus pada kelompok anak-anak dan remaja yang tujuannya agar masyarakat meningkatkan kesadaran dampak penularan HIV/AIDS terhadap keluarga sendiri, di samping pada kelompok rentan seperti pekerja seks dan pengguna narkoba. Pada 1996 program ini dipindahtangankan ke UNAIDS sebagai lembaga PBB yang khusus menangani HIV/AIDS.

3 dari 6 halaman

Penyebab HIV/AIDS

Seperti dijelaskan dalam laman Halodoc, jika di negara Indonesia penyebaran dan penularan HIV paling banyak disebabkan melalui hubungan intim yang tidak aman. Apalagi jika hubungan seks dilakukan secara bergantian.

Selain itu ada pula penggunaan jarum suntik yang tak steril saat menggunakan narkoba. Seseorang akan terinfeksi HIV akan dengan mudah menularkannya kepada orang lain.

kenali hivaids mulai dari gejala hingga pengobatan yang harus dijalani

alodokter.com ©2020 Merdeka.com

Bahkan sejak beberapa minggu sejak tertular. Dengan begitu, sebenarnya semua orang berisiko terinfeksi HIV.

4 dari 6 halaman

Faktor Risik HIV/AIDS

Ada beberapa kelompok orang yang memang mempunyai risiko terinfeksi HIV atau AIDS. Antara lain seperti:

- Orang yang melakukan hubungan intim tanpa kondom, baik hubungan sesama jenis maupun heteroseksual.

- Orang yang sering membuat tato atau melakukan tindik.

- Orang yang terkena infeksi penyakit seksual lain.

- Pengguna narkotika suntik.

- Orang yang berhubungan intim dengan pengguna narkotika suntik.

5 dari 6 halaman

3 Tahapan Gejala HIV/AIDS

Gejala HIV/AIDS ini memang dibagi dalam 3 tahapan. Mulai dari tahapan pertama, tahap kedua hingga ketiga. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Halodoc:

Tahap Pertama

- Tidak menimbulkan gejala apapun selama beberapa tahun.
- Pengidap akan mengalami nyeri mirip, seperti flu, beberapa minggu setelah terinfeksi, selama satu hingga dua bulan.
- Timbul demam, nyeri tenggorokan, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, diare, kelelahan, nyeri otot, dan sendi.

kenali hivaids mulai dari gejala hingga pengobatan yang harus dijalani

liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Tahap Kedua

- Umumnya, tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun.
- Virus terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh.
- Penularan infeksi sudah bisa dilakukan pengidap kepada orang lain.
- Berlangsung hingga 10 tahun atau lebih.

Tahap Ketiga

- Daya tahan pengidap rentan, sehingga mudah sakit, dan akan berlanjut menjadi AIDS.
- Demam terus-menerus lebih dari sepuluh hari.
- Merasa lelah setiap saat.
- Sulit bernapas.
- Diare yang berat dan dalam jangka waktu yang lama.
- Terjadi infeksi jamur pada tenggorokan, mulut, dan vagina.
- Timbul bintik ungu pada kulit yang tidak akan hilang.
- Hilang nafsu makan, sehingga berat badan turun drastis.

6 dari 6 halaman

Pencegahan HIV/AIDS

Penularan HIV/AIDS bisa dilakukan dengan berbagai upaya. Seperti menjaga keamanan ketika berhubungan seks dengan pasangan atau lainnya seperti:

- Gunakan kondom yang baru setiap berhubungan intim.
- Hindari berhubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.
- Bersikap jujur kepada pasangan jika mengidap positif HIV, agar pasangan juga menjalani tes HIV.
- Diskusikan dengan dokter jika didiagnosis positif HIV saat hamil, mengenai penanganan selanjutnya, dan perencanaan persalinan, untuk mencegah penularan dari ibu ke janin.
- Bersunat untuk mengurangi risiko infeksi HIV.
- Jika menduga baru terinfeksi atau tertular virus HIV, seperti setelah melakukan hubungan intim dengan pengidap HIV, maka harus segera ke dokter. Tujuannya agar mendapatkan obat post-exposure prophylaxis (PEP) yang dikonsumsi selama 28 hari dan terdiri dari 3 obat antiretroviral.

[bil]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini