Gugus Tugas Covid-19 Dibubarkan, Dokter Reisa Broto Merindukan Sosok Achmad Yurianto

Kamis, 23 Juli 2020 10:26 Reporter : Kurnia Azizah
Gugus Tugas Covid-19 Dibubarkan, Dokter Reisa Broto Merindukan Sosok Achmad Yurianto Dokter Reisa Broto Merindukan Sosok Achmad Yurianto. Instagram reisabrotoasmoro ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Dalam aturan itu, gugus tugas penanganan Covid-19 resmi dibubarkan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto telah melepas jabatannya. Tak ayal kebersamaan yang dilalui setiap hari menimbulkan kerinduan pada diri Dokter Reisa Broto. Hingga diungkapkan dalam akun pribadi Instagramnya. Berikut ulasannya.

2 dari 8 halaman

Reisa Broto Bakal Rindu Sosok Achmad Yurianto

dokter reisa broto merindukan sosok achmad yurianto
Instagram reisabrotoasmoro ©2020 Merdeka.com


Melalui unggahan Reisa saat potret bersama Achmad Yurianto, mengenakan masker dan pakaian yang nampak serasi. Dia mengungkapkan akan merindukan sosok Achmad yang kerap muncul bersamanya di layar televisi memberi pembaharuan data kasus Covid-19 di Indonesia.

"Salam sehat dari kami. Bakalan kangen karena nggak ketemu pak Yuri setiap hari lagi ni. Siapa disini merasa yg sama? Hihihihi," tulis Reisa dalam caption.

3 dari 8 halaman

Posisi Jubir Resmi Digantikan

Posisi Achmad telah resmi digantikan berdasarkan Perpres No.82 tahun 2020 yang diteken Presiden Jokowi pada Senin (20/7/2020). Dirinya telah menjadi juru bicara sejak Maret 2020, awal mula virus Covid-19 merebak di Tanah Air.

"Jubir sudah diserahkan ke Prof Wiku mulai hari ini diumumkan di Kemenko Perekonomian tadi pagi," kata Yurianto saat dikonfimrasi, Selasa (21/7/2020).

Hal ini dibenarkan pula oleh Reisa melalui keterangan unggahan potretnya.

"Menjawab banyak pertanyaan yang muncul, memang mulai hari ini saya tidak lagi mengedukasi melalui press conference harian. Tetapi InsyaAllah saya akan tetap meneruskan edukasi publik melalui platform yang berbeda,".

"Akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk semua. Akan tetap tergabung dalam Komite penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," imbuhnya.

4 dari 8 halaman

Layaknya Keluarga Bagi Reisa

dokter reisa broto merindukan sosok achmad yurianto©2020 Merdeka.com

Kebersamaan yang dilalui bersama, menambah rekan kerja baru sekaligus perasaan kekeluargaan bagi Reisa. Dia mengaku bahagia dapat bergabung. Kini dirinya akan dialihkan sebagai 'Duta Adaptasi Kebiasaan Baru'.

"Sejak bergabung dengan GTPPC19, banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan. Apalagi menjadi bagian dari Tim Komunikasi. Terima kasih atas kesempatan & kerjasama seluruh tim. Senang sekali karena sudah seperti keluarga besar sendiri," ungkap Reisa.

5 dari 8 halaman

Warganet Ikut Merindukan Sosok Yurianto dan Reisa

Kerindukan yang dirasakan oleh Reisa, ternyata dialami pula oleh sebagian besar warganet. Setelah empat bulan berlalu melihat Achmad Yurianto kerap terpampang wajahnya di televisi, kini telah berganti sejak Selasa (21/7) sore.

"Sepi deh, di kantor," tulis anjarwinoro.

"Sedih rasanya," tulis goldstarjulius.

"Berarti gak ketemu dokter juga dong tiap hari," tulis osbensaputra.

"Ditinggal dadakan pas sudah klop banget. Semangat dokter, sukses selalu dan aku (kami) mengasihi dokter," tulis dume_harjuti.

"Dokter Reisa dan Dokter Yuri tetaplah yang terbaik, tetap sehat selalu dan selalu sukses, Salam Sehat," tulis bastantaalvito.

"Keren dokter reisa dan pak @yurianto_achmad Salam sehat," tulis willylimy.

6 dari 8 halaman

Achmad Yurianto Tanggalkan Jabatan Jubir

Yurianto mengatakan, bergesernya posisi juru bicara setelah keluar Perpres No.82 tahun 2020 yang diteken Presiden Jokowi.

Dalam Perpres tersebut, Pasal 20 menyatakan mencabut Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020, sebagaimana telah diubah dalam Keppres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

dokter reisa broto merindukan sosok achmad yurianto©2020 Merdeka.com

"Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 daerah dibubarkan," tulis dari salinan Perpres pada Pasal 20 Ayat 2 huruf b.

Sesuai Perpres, tepatnya Pasal 20 Ayat 2 huruf c, kewenangan gugus tugas akan dilanjutkan oleh Komite Kebijakan dan/atau Satuan Tugas Penanganan COVID-19 atau Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah.

Peraturan Presiden itu merinci, Komite akan bertanggungjawab kepada Presiden. Terdapat tiga bagian, pertama Komite Kebijakan, Kedua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, dan ketiga Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

7 dari 8 halaman

Daftar Lembaga Dibubarkan

Berikut daftar lembaga negara yang dibubarkan berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2020:

1. Tim Transparansi Industri Ekstraktif yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 26 Tahun 2010. Tugas dan fungsinya diahlikan ke Kementerian Energi, dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Keuangan.

2. Badan Koordinasi Nasional Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 10 Tahun 2011. Tugas dan fungsinya diahlikan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

3. Tim Koordinasi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 73 Tahun 2012. Tugas dan fungsinya dialihkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

4. Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem penyediaan Air Minum yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 90 Tahun 2016. Tugas dan fungsinya dialihkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

5. Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Berusaha yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 91 Tahun 2017. Tugas dan fungsinya diahlikan ke Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional.

6. Tim Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi atas Pemberian Jaminan dan Subsidi Bunga kepada PDAM dalam rangka percepatan penyediaan air minum yang dibentuk berdasakan Perpres Nomor 46 Tahun 2019. Tugas dan fungsinya dialihkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

7. Tim Pinjaman Komersial Luar Negeri yang dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 39 Tahun 1991. Tugas dan fungsinya dialihkan ke Kementerian Keuangan.

8. Tim Nasional untuk Perundingan Perdagangan Multilateral dalam kerangka World Trade Organisastion yang dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 104 Tahun 1999. Tugas dan fungsinya dialihkan ke Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri.

9. Komite Antar Departemen Bidang Kehutanan yang dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 80 Tahun 2000. Tugas dan fungsinya dialihkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

10. Tim Nasional Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi yang dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 3 Tahun 2006. Tugas dan fungsinya dialihkan ke Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional.

11. Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan yang dibentuk berdasarkan Keprres Nomor 22 Tahun 2006. Tugas dan fungsinya dialihkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

12. Komite Nasional Persiapan Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang dibentuk berdasarkan Keppres Nomr 37 Tahun 2014. Tugas dan fungsinya diahlikan ke Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional.

8 dari 8 halaman

6 Lembaga Negara Lain Dibubarkan

dokter reisa broto merindukan sosok achmad yurianto©2020 Merdeka.com

Selain itu terdapat 6 lembaga negara lainnya yang juga dibubarkan Jokowi melalui Perpres Nomor 82 tahun 2020. Namun, tidak dijelaskan tugas dan fungsi lembaga negara tersebut dialihkan ke kementerian atau instansi lain. Berikut daftarnya:

1. Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 32 Tahun 2011.

2. Badan Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda yang dibentuk berdsarkan Perpres Nomor 86 Tahun 2011.

3. Komite Pengarah Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional berbasis Elektronik (Road Map e-Commerce) tahun 2019-2019 yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 74 Tahun 2017.

4. Tim Restrukturisasi dan Rehabilitasi PT (Persero) PLN yang dibentuk berdsaarkan Keppres Nomor 166 Tahun 1999.

5. Komite Kebijakan Sektor Keuangan yang dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 177 Tahun 1999.

6. Tim Peningkatan Kelancaran Arus Barang Ekspor dan Impor yang dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 54 Tahun 2002.

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini