Dikabarkan Bakal Dipecat dari KPK, Novel Baswedan Langsung Beri Pernyataan Menohok

Rabu, 5 Mei 2021 09:45 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Dikabarkan Bakal Dipecat dari KPK, Novel Baswedan Langsung Beri Pernyataan Menohok Novel Baswedan Penuhi Panggilan Komisi Kejaksaan RI. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dikabarkan terancam diberhentikan dari lembaga antirasuah tersebut.

Hal itu disebabkan karena Novel bersama beberapa pegawai KPK yang lain dikabarkan tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Mendengar kabar tersebut, Novel mengaku terkejut dengan cara pemberangusan dirinya dari KPK. Berikut informasi selengkapnya:

2 dari 5 halaman

Reaksi Novel Baswedan Mendengar Dirinya Terancam Diberhentikan

novel baswedan blak blakan bakal mundur dari kpk
YouTube Karni Ilyas Club ©2020 Merdeka.com

Setelah kabar dirinya terancam diberhentikan dari KPK beredar, Novel mengaku bahwa ia sebenarnya sudah tak terlalu kaget. Sebab, menurutnya, memang sudah sejak lama ada pihak yang ingin agar dirinya keluar dari lembaga antirasuah itu.

"Upaya untuk menyingkirkan orang-orang yang berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan," ucap Novel, Selasa (4/5).

Namun, ia menyayangkan apabila isu dirinya dan sejumlah pegawai KPK lain tak lolos jadi ASN di KPK itu benar.

"Bila info tersebut benar, tentu saya terkejut. Karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh Pimpinan KPK sendiri," kata Novel.

3 dari 5 halaman

Novel Baswedan Masih Dibutuhkan KPK

ilustrasi kpk
liputan6.com ©2021 Merdeka.com

Isu tidak lolosnya Novel Baswedan dalam tes wawasan kebangsaan tentu menjadi topik perbincangan hangat di tengah para elite politik. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan, mendukung Novel Baswedan tetap berada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, keberadaan Novel di KPK masih sangat dibutuhkan.

"Saya masih beranggapan kehadiran Novel Baswedan masih diperlukan di KPK. Paling tidak memberikan warna. Diperlukan penjaga moral, sebagai juga yang memastikan adanya check and balance di sana secara non formal," ujar Arteria saat dihubungi, Selasa (4/5).

Menurutnya, tes wawasan kebangsaan bukan cara untuk menyingkirkan Novel dari KPK. Dia juga meyakini, pimpinan KPK pun menilai Novel masih dibutuhkan di KPK. Apalagi Novel memiliki tujuan yang baik.

4 dari 5 halaman

ICW Salahkan Jokowi & DPR

peneliti icw kurnia ramadhana
Foto: antaranews ©2020 Merdeka.com

Sementara itu, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana justru menyebut bahwa isu diberhentikannya Novel dan beberapa pegawai KPK karena tak lolos TWK benar adanya dan sudah dirancang sejak awal.

"Sinyal tiba pada kesimpulan itu (episode akhir KPK) telah terlihat secara jelas dan runtut," kata Kurnia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/5).

Kurnia kemudian merinci rangkaian peristiwa yang perlahan mulai merusak lembaga antirasuah tersebut. Mulai dari UU KPK baru, kontroversi kepemimpinan Firli Bahuri, dan sekarang pegawai-pegawai yang dikenal berintegritas diyakini akan disingkirkan.

Ia juga mengatakan, jika kondisi carut marut ini tak lepas dari peran Presiden Joko Widodo dan segenap anggota DPR RI. Kurnia beralasan, andil Presiden Joko Widodo terhadap KPK adalah dua cabang kekuasaan yang pada akhirnya menyepakati merevisi UU KPK dan memasukkan aturan kontroversi berupa alih status kepegawaian menjadi Aparatur Sipil Negara.

"Kondisi carut marut ini juga tidak bisa begitu saja dilepaskan dari peran Presiden Joko Widodo dan segenap anggota DPR RI. Akhirnya kekhawatiran masyarakat atas kebijakan Presiden Joko Widodo dan DPR yang memilih merevisi UU KPK serta mengangkat komisioner penuh kontroversi terbukti," kata Kurnia.

"Alih-alih memperkuat, yang terlihat justru skenario untuk mengeluarkan KPK dari gelanggang pemberantasan korupsi di Indonesia," tambahnya.

5 dari 5 halaman

KPK Klaim Hasil Tes Masih Tersegel, Segera Diumumkan

Menanggapi kabar yang beredar, Sekretaris Jenderal KPK Cahya Harefa menegaskan hasil Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK masih tersegel dan hasilnya belum diumumkan kepada siapa pun.

Untuk itu, ia meyakinkan kepada semua pihak agar tidak mempercayai informasi yang bukan resmi diumumkan oleh KPK.

"Saat ini hasil penilaian Asesmen TWK tersebut masih tersegel dan disimpan aman di gedung Merah Putih KPK dan akan diumumkan, Kami menegaskan agar media dan publik berpegang pada informasi resmi kelembagaan KPK," tegas Cahya dalam keterangan persnya, Selasa (4/5/2021).

Cahya memastikan, pengumunan hasil tes akan dilakukan dalam waktu dekat dan  secara transparan kepada seluruh pemangku kepentingan KPK.




[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini