Dendam Pelaku Penyerangan, Ngaku Diancam Dibunuh dan Rumahnya Didatangi Nus Kei

Selasa, 30 Juni 2020 11:24 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Dendam Pelaku Penyerangan, Ngaku Diancam Dibunuh dan Rumahnya Didatangi Nus Kei Dendam Pelaku Penyerangan Nus Kei. YouTube @Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus penyerangan dan pembacokan oleh kelompok John Kei masih terus diusut oleh pihak kepolisian. Baru-baru ini, salah satu pelaku penyerangan terlihat menyerahkan diri ke kantor polisi.

Tak hanya itu, pelaku juga mengungkapkan bagaimana dirinya bisa ikut terlibat dalam aksi penyerangan dan penganiayaan di Perumahan Elite Green Lake City, Tangerang dan Jalan Kresek Raya, perempatan ABC, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Melansir dari akun YouTube Talk Show tvOne, Selasa (30/4/2020) berikut ulasan informasinya.

1 dari 14 halaman

Tugas Pelaku Penyerangan M. Arsyad

Salah satu pelaku penyerangan terlihat menyerahkan diri dengan datang ke kantor kepolisian. Pria bernama M. Arsyad ini juga mengaku apa saja yang dilakukan oleh dirinya saat aksi penyerangan dan penganiayaan tersebut.

"Saya mobil putih. Saya datang hanya untuk menyaksikan saja dan saya juga ingin masuk di rumah Nus, ya," ungkap M. Arsyad, salah satu pelaku penyerangan dan penganiayaan di Green Lake City.

2 dari 14 halaman

Pernah Masuk dan Bawa Pasukan ke Rumahnya

Niat M. Arsyad masuk ke rumah Nus Kei karena dilihat John Kei belum keluar. Tak hanya itu, diakuinya pada tahun 2017 rumah M. Arsyad pernah didatangi oleh pasukannya sebanyak tiga mobil.

dendam pelaku penyerangan nus kei

YouTube @Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

"Karena itu Bung John belum keluar. Dia (Nus Kei) pernah masuk ke rumah saya, dia bawa pasukan tiga mobil. Itu kalau tidak salah tahun 2017

3 dari 14 halaman

Alasan Nus Kei ke Rumahnya

Bukan tanpa alasan. Ada tujuan tersendiri yang mendalangi Nus Kei datang ke rumahnya membawa pasukan sebanyak tiga mobil. Menurutnya, saat itu Nus Kei berniat mengancam dan membunuh dirinya.

"Dia ancam saya. Cari saya, mau bunuh. Tiga mobil, tetapi yang turun dua orang. Nus dengan Parjo," ungkapnya.

4 dari 14 halaman

Cerita Ancaman Pembuhunan

Meski tiga tahun telah berlalu, M. Arsyad masih ingat betul peristiwa tersebut. Dia tidak segan-segan untuk menceritakan saat Nus Kei datang ke rumahnya dan mengancam akan membunuh dia serta keluarga.

dendam pelaku penyerangan nus kei

YouTube @Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

"Masuk ke dalam rumah, cari di mana Muhammad Arsyad. Istri saya bilang sudah keluar. Saya kembali, istri saya ngomong, 'Ayah di mana?' saya turun ke bawah. 'Kenapa?' itu Nus dengan anak buahnya ancam saya pakai golok, kalau enggak ketemu ayah berarti ini satu harus mati (kata sang istri)," sambungnya.

5 dari 14 halaman

Niat dalam Hati

Tiga tahun berselang, M. Arsyad memberanikan diri datang ke rumah Nus Kei. Namun, kali ini M. Arsyad tidak sendirian. Dia juga bersama dengan John Kei dan anak buah lainnya.

"Ya, saya datang. Saya kan niat dalam hati saya. Kamu (Nus Kei) turun di rumah saya beberapa kali, saya niat hanya satu kali berdiri di depan pintu rumah kamu," papar M. Arsyad.

"Supaya kamu bisa tahu bahwa saya juga pernah masuk di rumah kamu," lanjutnya.

6 dari 14 halaman

Lakukan Kekerasan

Rupanya, M. Arsyad juga memiliki niat melakukan kekerasan. Namun jika dirinya bertemu langsung dengan Nus Kei.

dendam pelaku penyerangan nus kei

YouTube @Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

"Memang kalau ada dia memang saya mau adakan kekerasan juga dengan dia. Kalau ada dia," kata M. Arsyad menggebu-gebu.

7 dari 14 halaman

Lempar Bensin

Saat ditanya apakah dirinya juga melakukan perusakan, M. Arsyad memberikan jawaban tersendiri. Dia mengaku tidak pernah melakukan aksi perusakan di rumah maupun mobil Nus Kei. Hanya saja, dia melakukan aksi pelemparan bensin.

"Enggak pernah, rumah pun tidak, mobil pun tidak. Hanya pernah saya lempar bensin dua plastik. Nah itu, yang ada plastik-plastik kecil, saya yang lempar," ungkap M. Arsyad.

8 dari 14 halaman

Niat Membakar Mobil

Dua plastik bensin itu rupanya hendak digunakan membakar mobil. Bukan tanpa alasan. Menurutnya, mobil yang hendak di bakar itu yang pernah datang ke rumahnya.

dendam pelaku penyerangan nus kei

YouTube @Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

"Saya niat untuk bakar mobil yang pernah turun di rumah saya. Mobil itu pernah turun di rumah saya. Saya enggak lempar ke rumah, saya lempar ke mobil," katanya menjelaskan.

9 dari 14 halaman

Tidak Jadi Dibakar

Beruntung, niat M. Arsyad tidak jadi dilaksanakan. Hal ini karena M. Arsyad melihat rumah-rumah tetangga yang bisa saja terkena dampaknya.

"Tidak jadi dibakar, saya tidak bakar. Ya, saya pikir juga tetangga-tetangga yang punya rumah. Bisa terkena," ujarnya.

10 dari 14 halaman

Serahkan Diri

Meski begitu, M. Arsyad berani untuk mempertanggung jawabkan tindakannya. Kini, dia sudah menyerahkan diri ke pihak berwajib.

dendam pelaku penyerangan nus kei

YouTube @Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

"Iya, saya harus berani berbuat, saya harus bertanggung jawab," kata M. Arsyad.

11 dari 14 halaman

Hukuman Bagi Pengkhianat

Kasus penyerangan dan pembacokan oleh kelompok John Kei, Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi atau reka ulang adegan di Perumahan Elite Green Lake City, Tangerang dan Jalan Kresek Raya, perempatan ABC, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (21/6/2020), lalu.

Rekonstruksi yang dilakukan pada Rabu (24/6/2020) di Polda Metro Jaya ini menunjukkan John Kei yang diperankan oleh orang lain berkumpul dengan anak buahnya di Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat pada 20 Juni 2020.

"Apa hukuman bagi seorang pengkhianat?" tanya John Kei kepada anak buahnya.

"Mati!" jawab anak buah John Kei yang hadir pada saat itu.

12 dari 14 halaman

Perencanaan Lebih Matang

Anak buah John Kei lantas kembali merencanakan penyerangan terhadap Nus Kei yang lebih matang pada Minggu (21/6/2020) di Daerah Cempaka Putih.

reka ulang penyerangan kelompok john kei di kosambi

©2020 Merdeka.com

Usai merencanakan, mereka langsung bertolak menuju TKP dan melakukan aksi penyerangan. Mereka melakukan penyerangan di dua lokasi berbeda yakni di Perumahan Elite Green Lake City, Tangerang dan di Jalan Kresek Raya, perempatan ABC, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

13 dari 14 halaman

Perencanaan di Tiga Lokasi

AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menyebutkan, kelompok John Kei diketahui melakukan perencanaan di tiga lokasi berbeda. Meliputi Kelapa Gading, Tytyan serta Cempaka Putih.

"Pertama di salah satu lokasi yang ada di Kelapa Gading, kedua di Tytyan Bekasi yang merupakan markas dari JK. Ketiga, di Arcici Ini adalah tempat terakhir yang digunakan oleh tersangka DF untuk memberi arahan terakhir dan membagi-bagi tugas berikut dan membagi-bagi peralatan berupa senjata tajam, tombak dan mobil-mobil yang ada," jelasnya.

"Setelah di Arcici di Cempaka Putih, 6 mobil akan dibagi 5 mobil untuk berangkat ke TKP pengerusakan rumah NK yang ada di Cluster Australia. Yang kedua sasarannya adalah di Kosambi, yang terjadi pembunuhan mengakibatkan orang meninggal dunia dan penganiayaan berat," sambungnya.

14 dari 14 halaman

Bantahan Kuasa Hukum Bantah John Kei

Kuasa hukum John Kei, Anton Sudanto mengaku pemilik nama asli John Refra ini telah menjalani pemeriksaan terkait barang bukti senjata. Serta meminta untuk menimbang kembali terkait azas praduga tak bersalah.

"Ya jadi begini yang pertama saya mau ngomong bahwa ada kejadian dan untuk bang John Kei ini tetap harus dikedepankan bahwa ada azas praduga tak bersalah, tidak boleh kita langsung menyalahkan seseorang sebelum ada kekuatan hukum yang tetap itu satu. Yang kedua bang John Kei sudah diperiksa semalam sampai tadi tentang UUD darurat saja," kata Anton di Polda Metro Jaya, Selasa (23/6).

Tak berhenti di situ, kuasa hukum John Kei juga membantah mengenai perintahkan anak buah untuk melakukan penyerangan. Anton mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyidikan.

"Tentu itu kami membantah (John Kei perintahkan anak buahnya), karena enggak ada bukti sama sekali. Tetapi tetap ini masih dalam penyidikan. Jadi biarkanlah diuji dulu oleh penyidik, kita lihat nanti seperti apa perkembangannya," tutupny

[tan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini