Cerita Pria Bertato Dulu di Jalanan, Kini Jualan Daun Pisang Ingin Bahagiakan Ortu

Jumat, 10 September 2021 09:49 Reporter : Mutia Anggraini
Cerita Pria Bertato Dulu di Jalanan, Kini Jualan Daun Pisang Ingin Bahagiakan Ortu Cerita Pria Bertato Dulu di Jalanan, Kini Jualan Daun Pisang. YouTube Frankav12 ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Seiring berjalannya waktu, kehidupan memberikan pelajaran berarti bagi setiap manusia. Ada banyak hal di depan yang menanti perjuangan kita.

Cerita seorang pria bertato ini misalnya. Sebelumnya, ia hidup di jalanan. Kini, ia berubah menjadi sosok pekerja keras dengan cita-cita mulia.

Lantas, seperti apa sosok serta ceritanya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube Frankav12, Jumat (10/9/2021).

2 dari 4 halaman

Bandingkan Kehidupan Dulu

Jalanan menjadikan sosok Deppri (25) menemui banyak pengalaman. Sebelum berdagang, pria yang memiliki tato di lengan ini memilih untuk hidup sebagai pengamen.

Kini, ia memutuskan untuk berdagang menjual daun pisang di pinggir jalan. Setiap hari, Deppri harus membuka mata selama pukul 9 malam hingga 6 pagi.

Membandingkan kehidupan masa kini dan dulu, Deppri merasa lebih beruntung menjalani hidupnya saat ini.

cerita pria bertato dulu di jalanan kini jualan daun pisang
YouTube Frankav12 ©2021 Merdeka.com

"Enak kehidupan yang sekarang (daripada di jalanan). Penghasilan sehari-hari di jalanan saya ngamen," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Tak Berani Jadi Preman

Tato tak serta merta membuatnya merasa garang di depan banyak orang. Pemuda asal Tasikmalaya itu sama sekali tak mau memanfaatkan tato untuk sekadar menjadi preman dan meminta uang.

"Gak malak saya gak berani, bukan preman," katanya.

cerita pria bertato dulu di jalanan kini jualan daun pisangYouTube Frankav12 ©2021 Merdeka.com

Salah satu motivasi Deppri berubah tak lagi menjadi pengamen yakni karena kedua orangtua. Kondisi kesehatan orangtua yang sama-sama menurun membuatnya harus mulai berpikir keras.

"Kan gue lahirnya dari orang gak mampu, terus ayah ibu sakit-sakitan terus. Ayah sampai diamputasi kakinya, ibu juga kista," ucapnya.

4 dari 4 halaman

Punya Cita-cita Mulia

Kini Deppri hanya ingin kedua orangtuanya bahagia. Salah satu jalannya, ia tak mau orangtuanya harus berjibaku sendiri untuk biaya pengobatan.

Ia mau menjadi seorang pria pemberani, mandiri, dan tangguh saat hidup di perkotaan.

cerita pria bertato dulu di jalanan kini jualan daun pisangYouTube Frankav12 ©2021 Merdeka.com

"Itu salah satunya yang membuat saya berubah. Intinya saya ingin membahagiakan orangtua," katanya.

"Pengen cepat ditangani lah, kasihan orangtua sakit-sakitan. Pengennya hidup mandiri, hidup di kota gak menyusahkan orangtua," tambahnya.

[mta]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini