Cerita Penyusupan Agen BIN ke Taliban Setelah Berkuasa di Afghanistan

Jumat, 3 September 2021 08:32 Reporter : Billy Adytya
Cerita Penyusupan Agen BIN ke Taliban Setelah Berkuasa di Afghanistan Pesawat-pesawat terparkir di bandara Kabul, Afghanistan pada 30 Agustus 2021. ©AFP/Getty Images

Merdeka.com - Pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang terakhir meninggalkan Afghanistan, berisi para pasukan serta staf diplomatik inti yang masih tersisa di negara tersebut. Komandan Komando Pusat AS, Jenderal Kenneth McKenzie menyampaikan hal itu pada Senin di Pentagon.

Sehingga, momen itu juga menjadi tanda akhir perang terpanjang AS di negara Afghanistan. Adanya keberangkatan tersebut tengah menjadi tanda pertama kalinya dalam dua hampir dua dekade AS dan sekutu tak lagi memiliki pasukan lapangan di Afghanistan setelah menghabiskan dana USD 2 triliun dan hampir 2.000 pasukan AS tewas selama bertugas.

Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia baru-baru ini mengaku telah menyusupkan agen di Taliban. Pengiriman pasukan itu sebagai bentuk pengamanan dan kehadiran BIN di Taliban diharapkan mampu mencegah perang melebar ke Tanah Air. Berikut ulasannya.

Baca Selanjutnya: Patroli Cyber usai Taliban Menang...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini