Cerita Nelayan Diusir China di Natuna, Kapal Dipepet Hingga Bakamla Turun Tangan

Kamis, 9 Januari 2020 13:15 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Cerita Nelayan Diusir China di Natuna, Kapal Dipepet Hingga Bakamla Turun Tangan Pasukan Gabungan TNI Jaga Natuna. ©2020 Instagram PUSPEN TNI

Merdeka.com - Sejak akhir tahun 2019 lalu, kapal nelayan China kembali masuk ke wilayah perairan Natuna dengan dikawal oleh Coast Guard. Aksi tersebut membuat hubungan Indonesia dan China kembali memanas.

Sebenarnya ini bukanlah konflik baru, sejak dulu hak kepemilikan perairan di kepulauan Natuna memang selalu diklaim China. Padahal, Indonesia telah menegaskan kedaulatan dan hak ekonomi Natuna yang dilindungi oleh prinsip hukum Internasional termasuk UNCLOS 1982.

Dalam sebuah video wawancara yang diunggah dalam akun Youtube Najwa Shihab menghadirkan seorang nelayan Natuna yang bercerita saat dirinya diusir oleh kapal China ketika sedang mencari ikan di perairan Natuna. Berikut informasi selengkapnya:

1 dari 5 halaman

Nelayan Natuna Diusir Coast Guard China

diusir coast guard china rev1Youtube: Najwa Shihab

Dedi salah seorang nelayan dari Natuna menceritakan saat dirinya sedang memancing ikan di perairan Natuna Utara pada tanggal 26 Oktober 2019 lalu, kemudian diusir oleh kapal Coast Guard dari China. Dalam video amatir yang direkam oleh Dedi, terlihat saat ini menunjukkan alat penunjuk koordinat yang menunjukkan bahwa dirinya masih berada di wilayah perairan Indonesia.

"Iya diusir oleh coast guard China, dia mengempet kapal saya jadi saya minggir saya lari dengan pelan saja," kata Dedi.

"Tadi pak Dedi menunjukkan titik koordinat, jadi pak Dedi yakin masih ada di wilayah kita?" tanya Najwa.

Dedi pun menjawab dengan tegas bahwa ia yakin masih berada di wilayah perairan Indonesia berdasarkan titik koordinat.

2 dari 5 halaman

Pernah Diusir oleh Coast Guard Vietnam

oleh coast guard vietnam rev1Kapal Coast Guard China / @Najwa Shihab

Dedi juga mengungkapkan pernah diusir oleh kapal coast guard milik Vietnam saat sedang melaut di Natuna.

"Waktu itu saya sudah sampai di lintang 6 bujur 107 kejadiannya jam 6 pagi. Saya lihat di peta itu kan masih Indonesia punya tapi ada kapal Vietnam yang mengusir saya, untuk ada kapal perang kita yang membantu mengawal saya sampai ke darat," ucap Dedi.

3 dari 5 halaman

Keberadaan Kapal-Kapal China

Dedi juga menceritakan bahwa pada tanggal 23 Desember lalu, dirinya sempat dikejar oleh nelayan asing karena mereka akan memasang pukat harimau.

"Ini kan musim Utara ikan mau makan lagi ramai-nya, jadi inilah lagi merajalela nelayan-nelayan asing," kata Dedi.

Dedi juga mengungkapkan bahwa sekitar tahun 2000an awal memang banyak nelayan asing yang masuk ke Natuna, lalu pada tahun 2017-2018 sudah berkurang. Di tahun 2019 ini mulai berdatangan kembali kapal-kapal tersebut.

4 dari 5 halaman

Harapan Nelayan Natuna

natuna rev1

Harapan Dedi dan para nelayan Natuna adalah ke depannya agar ditambah personel untuk melakukan patroli di Natuna Utara.

"Harapannya kalau bisa ditambahkan masalah patroli dan kapal perang itu, kalau bisa 24 jam," kata Dedi.

5 dari 5 halaman

Jokowi Mengunjungi Natuna

natuna

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertolak menuju Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (8/1).Kedatangan Presiden Jokowi guna untuk meninjau jajar kapal sekaligus bertemu dengan ratusan pelayan di Natuna. Kunjungan Presiden Jokowi ke Natuna menegaskan bahwa Natuna merupakan bagian dari Indonesia.

[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini