Cara Adopsi Anak Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Kamis, 23 Desember 2021 09:24 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Cara Adopsi Anak Lengkap dengan Syarat dan Biayanya Ilustrasi adopsi anak. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/OtnaYdur

Merdeka.com - Cara adopsi anak dilakukan dengan mengikuti berbagai prosedur dan persyaratan yang berlaku. Di Indonesia sendiri, prosedur adopsi anak dibagi menjadi dua. Pertama, pengangkatan mandiri yakni dari orang tua kandung ke orang tua angkat.

Kedua, pengangkatan secara lembaga, yakni dari instansi tertentu seperti yayasan atau panti ke Calon Orang Tua Angkat (COTA). Calon orang tua angkat wajib mengikuti prosedur yang telah ditetapkan pemerintah. Hal tersebut bertujuan sebagai perlindungan dan hak anak di masa mendatang.

Lalu, bagaimana cara adopsi anak dan apa saja persyaratannya? Berikut informasi selengkapnya, dilansir dari laman dinsos.jogjaprov dan berbagai sumber, Kamis (23/12/2021):

2 dari 6 halaman

Cara Adopsi Anak

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa cara adopsi anak di Indonesia dibagi menjadi dua. Yang pertama, pengangkatan anak secara mandiri dilakukan antara calon orang tua angkat langsung dengan orang tua kandung/wali/kerabat di pengadilan.

Dengan syarat melampirkan persyaratan pengangkatan anak dan rekomendasi dari instansi sosial provinsi untuk mendapatkan pengakuan hukum. Kedua, pengangkatan secara lembaga, yakni dari instansi tertentu seperti yayasan atau panti ke calon orang tua angkat dan mendapatkan pengakuan hukum.

Persyaratan mengadopsi anak di Indonesia sendiri diatur dalam Keputusan Menteri Sosial RI No 41/HUK/Kep/VII/1984, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perizinan Pengangkatan Anak, meliputi:

3 dari 6 halaman

Persyaratan

1. Pasangan harus berstatus menikah dengan usia minimal 25 tahun dan maksimal 45 tahun.

2. Minimal pasangan yang akan mengadopsi anak telah menikah 5 tahun saat pengajuan. Mereka juga harus menyerahkan dokumen secara tertulis berisikan keterangan, seperti: tidak memungkinkan memiliki anak kandung dari dokter ahli, tidak memiliki anak, memiliki satu anak kandung, atau hanya memiliki seorang anak angkat, tetapi tidak mempunyai anak kandung.

3. Ketiga, harus memiliki kondisi keuangan dan sosial yang mapan dengan menyerahkan surat keterangan resmi.

4. Memperoleh persetujuan tertulis dari pemerintah negara asal pemohon (berlaku bagi pasangan yang bukan Warga Negara Indonesia (WNI).

5. Surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian. surat keterangan dokter yang menyatakan pasangan tersebut adalah sehat secara jasmani dan rohani.

6. Keenam, telah menetap sekurang-kurangnya tiga tahun di Indonesia yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pejabat yang berwenang (berlaku bagi pasangan yang bukan WNI.

7. Telah merawat dan memelihara anak yang akan diadopsi tersebut sekurang-kurangnya enam bulan untuk anak balita,dan satu tahun untuk anak yang berumur 3-5 tahun.

8. Melampirkan surat pernyataan secara tertulis yang menyatakan bahwa pengangkatan tersebut memang semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan anak yang bersangkutan.

9. Terakhir, adopsi anak tidak hanya berlaku bagi pasangan suami istri, tetapi juga dibolehkan untuk wanita atau pria yang masih lajang asalkan mempunyai motivasi yang kuat untuk mengasuh anak.

4 dari 6 halaman

Prosedur Resmi Adopsi Anak

cara adopsi anakFoto: dinsos.jogjaprov ©2021 Merdeka.com


1. Jalani Prosedur Awal

Calon Orang Tua Angkat (COTA) pertama harus datang ke instansi sosial provinsi di daerah tempat tinggal mereka untuk menyampaikan maksud mengdopsi anak. Setelah Instansi Sosial Provinsi mengkaji dan menelaah, COTA akan diarahkan untuk berkonsultasi ke panti atau yayasan yang diberi izin atau ditunjuk untuk proses Pengangkatan Anak Domestik.

2. Melakukan Kunjungan Rumah

Setelah pihak dinas sosial mengkaji dan melihat seluruh berkas/dokumen sudah lengkap, dinas sosial bersama pihak yayasan/panti akan melaksanakan kunjungan rumah pertama.

Setelah melakukan kunjungan, petugas dinas sosial akan membuat laporan sosial tentang calon orang tua angkay yang selanjutnya akan diserahkan oleh pejabat di instansi sosial.

5 dari 6 halaman

3. Penertiban Surat Izin Asuh

Instansi Sosial Provinsi akan menerbitkan Surat Keputusan Izin Asuh jika COTA disetujui mengangkat anak. Setelah itu, Panti/Yayasan akan melakukan Foster Care (Asuhan Anak) dan penyerahan anak sementara. Pengasuhan anak sementara ini dilakukan oleh calon orang tua angkat kurang lebih enam bulan.

Selama masa percobaan ini, apabila calon orang tua angkat melalaikan kewajibannya maka ijin asuhan sementara akan dicabut dan anak diserahkan kembali ke panti atau yayasan. Namun, jika calon orang tua angkat melakukan kewajibannya, maka petugas akan melakukan kunjungan rumah kedua setelah enam bulan.

4. Proses Hukum

Setelah lolos dalam masa percobaan selama enam bulan, pihak dinas sosial lalu mengadakan sidang TIM PIPA. Kemudian, akan dikeluarkan Surat Keputusan Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak dan Surat Rekomendasi Kepala Instansi Sosial Provinsi untuk menindaklanjuti proses pengangkatan anak ke pengadilan.

Lalu, calon orang tua angkat baru bisa mengajukan proses pengangkatan anak ke pengadilan untuk mendapatkan pengakuan hukum secara sah. Di proses pengadilan, hakim akan memeriksa keadaan ekonomi, kerukunan, keserasian kehidupan kelaurga, hingga cara mendidik dari calon orang tua angkat.

5. Lapor Kembali untuk Pencatatan Data

Setelah mendapatkan penetapan dari pengadilan, calon orang tua angkat harus kembali ke instansi sosial dan yayasan untuk melakukan pencatatan data.

Setelah itu, calon orang tua anak pun langsung melakukan pencatatan urat Penetapan Pengangkatan Anak di Dinas Kependudukan Catatan Sipil.

Setelah semua proses dilalui, calon orang tua angkat juga wajib berkomitmen untuk melaporkan perkembangan anak kepada instansi sosial setempat setiap tahun sampai anak berusia 18 tahun.

6 dari 6 halaman

Berkas Dokumen yang Harus Dipenuhi

Lalu, apakah ada biaya untuk mengadopsi anak? Di Indonesia sendiri, calon orang tua angkat tidak dipungut biaya jika akan mengadopsi anak.

Adapun berkas-berkas yang harus disiapkan jika akan mengadopsi anak, di antaranya:

  • Permohonan izin pengangkatan anak untuk instansi sosial setempat
  • Surat Keterangan sehat calon orang tua angkat dari rumah sakit pemerintah
  • Surat Keterangan Kesehatan Jiwa calon orang tua angkat dari dokter kesehatan jiwa
  • Surat keterangan tentang fungsi organ reproduksi calon orang tua angkat dari dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi rumah sakit pemerintah
  • Copy akta kelahiran calon orang tua angkat
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) setempat
  • Copy surat nikah/akta perkawinan calon orang tua angkat
  • Kartu keluarga dan KTP calon orang tua angkat
  • Copy akta kelahiran CAA
  • Keterangan penghasilan dari tempat bekerja calon orang tua angkat
  • Surat pernyataan persetujuan CAA di atas kertas bermaterai cukup bagi anak yang telah mampu
  • Menyampaikan pendapatnya atau hasil laporan pekerja sosial
  • Surat pernyataan motivasi calon orang tua angkat di kertas bermaterai (menyatakan bahwa pengangkatan anak demi kepentingan terbaik bagi anak dan perlindungan anak)
  • Surat pernyataan akan memperlakukan anak angkat dan anak kandung tanpa diskriminasi sesuai dengan hak-hak dan kebutuhan anak di atas kertas bermaterai
  • Surat pernyataan akan memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal usulnya dan orang tua kandungnya dengan memperhatikan kesiapan anak
  • Surat pernyataan tidak berhak menjadi wali nikah bagi anak angkat perempuan dan memberi kuasa kepada wali hakim
  • Surat Pernyataan untuk memberikan hibah sebagian hartanya bagi anak angkatnya.
  • Surat Pernyataan persetujuan adopsi dari pihak keluarga.

[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini