Benarkah Ular Kobra Sumber Penyebaran Virus Corona yang Gegerkan Dunia?

Kamis, 23 Januari 2020 13:38 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Benarkah Ular Kobra Sumber Penyebaran Virus Corona yang Gegerkan Dunia? Wabah virus mirip SARS hantui China. ©NICOLAS ASFOURI/AFP

Merdeka.com - Belakangan, China tengah digegerkan dengan kemunculan wabah penyakit baru yaitu virus corona. Tak hanya China, sebagian besar negara di dunia mulai menunjukkan rasa khawatir mereka atas wabah virus baru ini.

Bahkan, virus korona telah memakan korban di beberapa negara tidak hanya di China saja. Ilmuwan juga diketahui masih gelap dalam menghadapi virus Corona China ini. Lantaran, penyebab kemunculan wabah virus ini masih belum dideteksi secara pasti.

Kendati begitu, melansir dari Scientific American, Kamis (23/1), diduga kuat ular kobra menjadi salah satu sumber penyebaran virus corona. Lantas, benarkah ular kobra menjadi sumber penyebaran virus corona? Simak ulasan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

1 dari 7 halaman

Ular Kobra Bisa Jadi Sumber Asli

Melansir dari Scientific American, Kamis (23/1), ular kobra bisa menjadi sumber asli dari virus corona. Virus korona diketahui akan menyerang sistem pernapasan korban ke level yang mematikan. Kemunculannya baru terdeteksi sejak musim dingin yang berlangsung di China.

bungarus multicinctus

upload.wikimedia.org 2020 Merdeka.com

Many-banded krait atau Bungarus multicinctus merupakan salah satu spesies ular elapid yang sangat berbisa dan mematikan. Ular jenis ini biasanya ditemukan di sebagian besar China Tengah, China Selatan dan Asia Tenggara.

2 dari 7 halaman

Mengambil Sampel Virus dari Pasien

Dengan menggunakan sampel virus dari pasien yang diisolasi, para ilmuwan China sudah menentukan kode genetik virus korona. Tak hanya itu, para ilmuwan di China ini juga telah memotretnya menggunakan mikroskop.

Diketahui virus ini berada dalam keluarga virus yang sama dengan SARS-CoV atau coronavirus sindrom pernapasan akut dan MERS-CoV atau coronavirus sindrom pernapasan Timur Tengah. Dalam 17 tahun terakhir, tercatat sudah ratusan orang meninggal dunia akibat virus corona ini. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi nama coronavirus baru dengan 2019-nCov.

3 dari 7 halaman

Menular ke Sesama Manusia

Baik SARS maupun MERS keduanya diklasifikasikan sebagai penyakit virus zoonosis, berarti pasien pertama yang terinfeksi memperoleh virus ini langsung dari hewan. Melansir dari Scientific American, ini memungkinkan sebab virus dapat memperoleh serangkaian mutasi genetik yang mampu untuk menginfeksi serta berkembang biak di dalam manusia.

Namun, kini virus mematikan itu bisa ditularkan melalui manusia ke manusia lainnya. Sebuah studi lapangan juga mengungkapkan, sumber asli SARS-CoV dan MERS-CoV sebenarnya adalah kelelawar. Menilik atas wabah virus corona 2019 ini, sejumlah laporan menyatakan sebagian besar pasien pertama yang dirawat merupakan seorang pekerja atau pelanggan di pasar makanan laut.

Di dalam pasar makanan laut lokal itu, diketahui juga menjual daging olahan serta hewan konsumsi seperti babi, unta, keledai, unggas, domba, musang, rubah dan reptil termasuk ular. Kendati begitu, belum ada laporan menemukan virus corona menginfeksi hewan laut.

4 dari 7 halaman

Temuan dari Para Ahli

Para ilmuwan diketahui tengah melakukan analisis dan membandingkan urutan genetik 2019-nCoV dengan semua virus corona lainnya. Sebuah studi tentang kode genetik 2019-nCoV mengungkapkan, virus baru ini berkaitan erat dengan dua sampel kelelawar serupa virus SARS dari China.

middle east respiratory syndrome coronavirus mers cov

NIAID 2020 Merdeka.com

Lebih lanjut, para ilmuwan juga menemukan urutan pengodean DNA dari protein spike 2019-nCoV yang membentuk 'mahkota', menunjukkan jika virus kelelawar mungkin telah bermutasi sebelum menginfeksi orang.

Akan tetapi, setelah dilakukan analisis bioinformatika lebih rinci dari urutan 2019-nCoV, para peneliti menemukan bila virus baru ini kemungkinan besar berasal dari ular. Sebelumnya, mereka telah membandingkan virus corona baru dengan kode protein dari virus corona yang ditemukan di host hewan berbeda. Mengejutkannya, para peneliti menemukan kode protein pada 2019-nCoV paling mirip dengan yang digunakan pada ular.

5 dari 7 halaman

WHO Beri Peringatan

Kurang dari sebulan sejak kasus pertama di Wuhan, China, setidaknya sudah ada empat negara termasuk Amerika Serikat yang terjangkit virus mematikan ini. Diketahui lebih dari 400 orang kini telah tertular dan sembilan di antaranya meninggal dunia.

Petugas kesehatan di seluruh dunia kini berada dalam kondisi siaga. Dilansir dari The New York Times, Kamis (23/1), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan pemerintah di tiap negara untuk bersiap menghadapi virus corona baru (2019-nCoV) ini. Mereka diminta untuk selalu siap memeriksa siapa pun yang menunjukkan gejala batuk, demam terlebih baru pulang dari luar negeri.

6 dari 7 halaman

Virus Corona Baru Telah Tersebar

Sejumlah negara mulai diserang virus corona baru yang mematikan ini. Diketahui negara-negara seperti Korea Selatan, Thailand, Jepang hingga Amerika Serikat.

Pengamanan-pengamanan di tiap bandara diperketat. Di Thailand, Pihak berwenang Thailand memberlakukan pemindaian termal wajib bagi penumpang yang datang dari daerah berisiko tinggi di bandara China di Bangkok, Chiang Mai, Phuket dan Krabi.

"Penumpang itu akan diperiksa tanpa pengecualian," ujar Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul.

Di Amerika, corona mulai tersebar. Pria yang dilaporkan terjangkit virus itu berusia 30-an tahun dan dia baru kembali dari Wuhan pada 15 Januari lalu.

"Pasien itu mendatangi fasilitas medis di Negara Bagian Washington dan dia kini dirawat di sana," kata pernyataan CDC, Rabu (22/1).

7 dari 7 halaman

Satu Orang Terinfeksi di Rusia

Virus corona kini telah menyebar ke Rusia. Setidaknya sudah ada satu orang dilarikan ke rumah sakit usai tiba di Bandara Pulkovo, St. Petersburg. Pasien itu diketahui menunjukkan gejala terjangkit virus corona setibanya di rusia, Rabu (22/1).

Mengutip dari pejabat setempat, seorang penumpang dalam penerbangan Shanghai-St. Petersburg dilarikan ke RS Botkin karena terinfeksi penyakit setelah tiba di Bandara Pulkovo dengan gejala infeksi pernapasan, demikian dilaporkan Interfax.

wabah virus mirip sars hantui china

NICOLAS ASFOURI/AFP

"Rinciannya akan diketahui setelah ada hasil pemeriksaan," kata juru bicara Wakil Gubernur St. Petersburg, Anna Mityanina, dikutip dari The Moscow Times, Kamis (23/1).

Sejumlah bandara di Rusia memperketat pemeriksaan bagi para turis dari China setelah ratusan orang terinfeksi wabah virus tersebut, dengan sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas. Wakil Menteri Kesehatan Rusia menyebut penyakit itu menjadi ancaman bagi negaranya.

Melalui saluran The Baza Telegram melaporkan, dua penumpang langsung dilarikan ke rumah sakit usai tiba di Bandara Pulkovo dari China. Keduanya diketahui menunjukkan gejala virus corona. Satu penumpang dilaporkan diperiksa staf medis bandara karena demam. Pihak bandara juga langsung membersihkan area yang disinggahi penumpang terinfeksi itu menggunakan larutan klorin.

[tan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini