Bayi Kembung dan Muntah Jangan Gegabah, Begini Penanganan Pertama yang Tepat

Kamis, 4 Agustus 2022 12:12 Reporter : Kurnia Azizah
Bayi Kembung dan Muntah Jangan Gegabah, Begini Penanganan Pertama yang Tepat Ilustrasi Bayi Buang Air Besar. ©parenting.firstcry.com

Merdeka.com - Bayi kembung dan muntah menjadi salah satu kondisi fisik umum yang terjadi selama beberapa minggu pertama setelah kelahiran. Bahkan tak jarang dialami oleh anak usia satu tahun ke atas.

Sebagian besar perut bayi biasanya kembung, terutama setelah menyusu dalam jumlah besar. Sehingga diperlukan kelembutan selama proses menyusui.

Jika perut bayi Anda terlihat lebih besar dan kembung, bahkan tidak buang air besar selama lebih dari satu atau dua hari serta muntah kemungkinan masalahnya adalah karena gas atau sembelit, tetapi itu juga bisa menandakan masalah usus yang lebih serius.

Untungnya, seiring waktu, hidrasi, dan beberapa pengobatan sederhana untuk bayi kembung dan muntah bisa membantu meredakan rewel.

Untuk lebih jelasnya, simak selengkapnya informasi terkait penanganan bayi kembung dan muntah berikut ini, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (4/8).

2 dari 7 halaman

Bayi Kembung dan Muntah Berbeda dengan Gumoh

ilustrasi bayi diare
©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Todd Castor

Melansir dari Healthline, muntah atau gumoh, keduanya mungkin terlihat sama. Perbedaan utama adalah bagaimana mereka keluar. Gumoh biasanya terjadi sebelum atau sesudah bersendawa dan paling sering terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun.

Sedangkan muntah biasanya keluar dengan paksa. Muntah akan dengan mudah mengalir dari mulut bayi, seperti air liur berwarna putih susu.

Ini karena muntah terjadi ketika otot-otot di sekitar perut dipicu oleh "pusat muntah" otak. Hal tersebut memaksa apa pun yang ada di perut untuk dipaksa keluar.

Dalam kasus bayi kembung dan muntah, cairan muntah ini mungkin terlihat seperti ludah susu tetapi memiliki cairan perut yang lebih jernih yang telah tercampur di dalamnya. Terkadang terlihat seperti susu yang telah difermentasi sebentar.

Meski terkesan menjijikkan, tapi teksturnya mungkin tak lagi mengganggu Anda saat melihatnya. Sebab Anda lebih fokus dan peduli dengan kesehatan bayi.

Bayi Anda mungkin juga batuk atau mengeluarkan suara-suara kecil sebelum muntah. Ini mungkin satu-satunya peringatan Anda harus mengambil handuk, ember, kain, atau apa pun untuk menampung muntahan.

Sementara jika bayi gumoh adalah hal yang normal dan bisa terjadi kapan saja. Bayi Anda hanya akan muntah jika ada masalah pencernaan atau mereka mengalami penyakit lain. [kur]

Baca juga:
Instrumentasi Adalah Alat Pengukur dan pengendali, Pahami Pengertian hingga Fungsinya

3 dari 7 halaman

Bayi Kembung dan Muntah: Penanganan Pertama

ilustrasi bayi makan buah

thedailymeal.com

Sebagian besar penyebab bayi kembung dan muntah akan hilang dengan sendirinya, dan si kecil akan berhenti muntah tanpa perawatan apa pun. Tapi jika muntah terlalu banyak dapat menyebabkan dehidrasi. Bayi Anda akan membutuhkan perawatan medis untuk kondisi kesehatan ini.

Mengutip dari artikel Healthline yang lain, sangat tidak disarankan menggunakan antibiotik untuk mengobati muntah, karena banyak penyakit perut disebabkan oleh virus, bukan bakteri.

Lantas, bagaimana penanganan pertama yang tepat bagi bayi kembung dan muntah di rumah? Berikut di antaranya, seperti dilansir dari Parents:

1. Latihan Kaki Bayi, Mengayuh Sepeda

Langkah pertama untuk menangani bayi kembung dan muntah adalah dengan teknik eksternal berupa latihan kaki bayi. Bunda tak perlu gegabah, cara ini cukup mudah dan sederhana. Mulailah dengan menempatkan bayi Anda di permukaan yang rata.

Posisikan bayi Anda tertelungkup di kasur. Lalu Manuver yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka mengeluarkan gas yakni dengan menekuk kaki bayi, membawa lutut ke perut. Buatlah gerakan kaki bayi seolah-olah mengayuh sepeda.

Seringkali gerakan semacam ini memecah gelembung dan memberi untuk keluar. Jika Anda memiliki bayi kembung karena gas, beberapa hal yang dapat Anda lakukan ialah membantu meringankan ketidaknyamanan tersebut.

4 dari 7 halaman

2. Memijat Bayi

ilustrasi bayi baru lahir

©2021 Merdeka.com

Bayi kembung dan muntah selanjutnya bisa diatasi dengan memberikan meredakan pijatan yang lembut. Sistem pencernaan bayi Anda masih sangat belum matang, tetapi Anda dapat membantu mereka.

Pijat bayi adalah cara yang luar biasa untuk mengatasi ketidaknyamanan perut bayi kembung dan muntah. Mulailah dengan menempatkan bayi Anda di permukaan yang rata, perut ke bawah.

Kemudian angkat kaki mereka sedikit di atas perut mereka dan pijat perut bayi dengan lembut. Gerakan sederhana dengan membelai dan memijat lembut di bagian perut akan membantu mengatasi bayi kembung dan muntah.

Baca juga:
Instrumentasi Adalah Alat Pengukur dan pengendali, Pahami Pengertian hingga Fungsinya

5 dari 7 halaman

3. Mengurangi Menu Tertentu dalam Makanan

ilustrasi bayi makan

©Shutterstock.com/gresei

Jangan anggap sepele, terkadang ada sejumlah makanan yang sulit dicerna tubuh dan menyebabkan kelebihan gas. Alhasil bayi kembung dan muntah.

Beberapa jenis makanan ini kadang bisa mencakup kacang-kacangan, bawang merah, brokoli, kubis, bawang putih, gorengan, atau pun asparagus.

Jika Anda menghadapi bayi kembung dan muntah, yang sangat rewel atau terus-menerus mengeluarkan gas, mungkin ada baiknya melihat pola makan mereka.

Bahkan makanan penyebab gas yang Anda konsumsi ini muncul dalam ASI. Hal ini berarti gas ekstra untuk si kecil Anda. Jika pengenalan makanan padat menghasilkan lebih banyak gas, Anda harus memperhatikan apakah makanan tertentu bisa menyebabkan gejala bayi kembung dan muntah.

6 dari 7 halaman

4. Membantu Bayi Bersendawa

ilustrasi bayi lahir tanpa anus

©2022 Merdeka.com/liputan6.com

Langkah pertama dalam menangani bayi kembung dan muntah berikutnya bisa dengan membantu mereka bersendawa. Jika satu posisi bersendawa tidak berhasil, Bunda sepatutnya mencoba gerakan lain.

Meletakkan bayi Anda secara tengkurap di atas kaki Anda lalu menepuk serta punggungnya. Kemudian menggendong bayi Anda dengan tangan di dadanya tepat di bawah lehernya.

Lalu mencondongkannya ke depan sambil duduk, dan memeluk kepalanya di atas bahu Anda. Selain itu, ingat untuk sendawakan bayi saat mereka berganti payudara setelah Anda menyusui.

5. Mandi Air Hangat

Sedikit kehangatan dapat meredakan sakit perut bayi kembung dan muntah. Handuk hangat bukanlah ide yang buruk, atau mandi air hangat terkadang dapat membantu bayi Anda rileks dan juga buang air besar.

Pastikan untuk tidak menggunakan air yang terlalu panas. Selain itu, jaga agar bayi Anda tetap nyaman dengan menghindari popok dan ikat pinggang yang terlalu ketat.

Baca juga:
Instrumentasi Adalah Alat Pengukur dan pengendali, Pahami Pengertian hingga Fungsinya

7 dari 7 halaman

6. Lakukan Tummy Time

ilustrasi bayi

©2020 Merdeka.com

Tummy time adalah waktu perut, yaitu waktu di mana Anda meletakan bayi di posisi tengkurap. Sehingga perut si kecil berhadapan langsung dengan alas.

Selain memperkuat otot-otot kepala dan leher bayi, tengkurap memberi tekanan pada perutnya. Tummy time memiliki banyak manfaat untuk bayi, salah satunya membantu mengeluarkan gas.

7. Tambahkan Probiotik

Bakteri usus bayi belum sepenuhnya berkembang, hal ini dapat menyebabkan sakit perut. Beberapa sus formula, terutama pada bayi yang disusui ada yang sudah mengandung prebiotik atau probiotik.

Penelitian telah menunjukkan kadang-kadang bayi memiliki dominasi satu bakteri dalam usus mereka dibandingkan dengan bioflora yang lebih beragam.

Probiotik bayi tersedia dalam bentuk tetes atau bubuk. Tapi ingat, tanyakan kepada dokter anak bayi Anda sebelum mencoba opsi ini.

Itulah kesimpulan dari bayi kembung dan muntah yang patut diketahui, terutama bagi para ibu muda yang masih haus akan pengetahuan seputar anak. Tak perlu khawatir dan gegabah jika melihat kondisi bayi kembung dan muntah, berikan segera penanganan sederhana di atas.

Baca juga:
Instrumentasi Adalah Alat Pengukur dan pengendali, Pahami Pengertian hingga Fungsinya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini