Bacaan Dzikir di Hari Asyura, Bantu Sempurnakan Ibadah di Bulan Suci Muharram

Sabtu, 6 Agustus 2022 09:37 Reporter : Kurnia Azizah
Bacaan Dzikir di Hari Asyura, Bantu Sempurnakan Ibadah di Bulan Suci Muharram Ilustrasi berdoa. ©Shutterstock

Merdeka.com - Puasa Asyura ditunaikan setiap tanggal 10 Muharram pada Kalender Hijriyah. Sehingga jatuh pada hari Senin tanggal 8 Agustus 2022. Puasa Asyura terkenal dengan keutamaannya yang dipercaya mampu menghapus dosa setahun yang lalu.

Apalagi dalam ajaran Islam, bulan Muharram ini memiliki keistimewaan. Bahkan diyakini sebagai bulan suci dan dimuliakan setelah bulan Ramadhan. Salah satu upaya mendekatkan diri pada Allah SWT, bisa melalui puasa sunah Asyura di bulan ini.

Dalam konteks puasa sunah Asyura (10 Muharram), terdapat berbagai amalan Islam yang bisa dikerjakan oleh umat muslim untuk mengiringi ibadah puasa sunah tersebut. Sesuai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Salah satunya adalah bacaan doa dan dzikir di hari Asyura. Sebelum menjalankan puasa Asyura, umat muslim sebaiknya mengetahui beberapa hal yang terkait. Termasuk bacaan dzikir di hari Asyura yang dianjurkan.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai bacaan dzikir di hari Asyura, simak selengkapnya berikut ini, seperti dihimpun dari NU Online, Jumat (5/8).

2 dari 7 halaman

Dalil Puasa Asyura

014 febrianti diah kusumaningrum
Ilustrasi puasa, shutterstock

Sebelum melangkah dalam materi bacaan dzikir di hari Asyura, alangkah baiknya kita memahami lebih dalam dulu terkait kedua sunah puasa ini. Dasar hukum dari puasa Tasua dan Asyura berdasarkan sejumlah hadis.

Rasulullah SAW sendiri dalam riwayat Muslim menjelaskan bahwa ia ingin bisa menunaikan puasa Tasua atau pun Asyura sekiranya ada umur pada tahun mendatang.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي بَكْرٍ قَالَ يَعْنِي يَوْمَ عَاشُورَاءَ

Artinya: "Dari Abdullah bin Abbas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Kalau sekiranya aku hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan puasa pada hari Sembilan (Muharram)' pada riwayat Abu Bakar ia berkata, yakni 'pada hari sepuluh (Muharam),'" (HR Muslim).

Selanjutnya mengenai nama Asyura sendiri, terdapat dua pendapat dalam penamaannya. Pendapat yang pertama adalah Asyura diambil dari kata Asyirah (kesepuluh) untuk pleonastis atau yang dilebih-lebihkan.

Sementara pendapat yang kedua, kata Asyura adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram. Pendapat ini yang paling banyak diyakini. [kur]

Baca juga:
Puasa Tasua dan Asyura 7-8 Agustus, Ini Bacaan Niat Puasa Muharram serta Keutamaannya

3 dari 7 halaman

Keutamaan Puasa Asyura

ilustrasi puasa
©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Zurijeta

Berpuasa di hari Asyura juga termasuk puasa yang begitu dianjurkan dalam Islam. Hal ini dikuatkan dalam hadist Rasulullah SAW, beliau bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulannya Allah, Muharam” (HR Muslim).

Simak informasi mengenai keutamaan dari puasa Asyura berikut ini:

1. Imbalan Berupa Dihapuskan Dosa

Di antara keutamaan puasa Asyura adalah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu. Dari sahabat Abu Qatadah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia mengampuni dosa setahun yang lalu” (HR at-Tirmidzi).

2. Puasa di Hari yang Dicintai Rasulullah

Keutamaan puasa Asyura selanjutnya sebagai bentuk menghargai hari yang dicintai oleh Nabi SAW, serta meneladani beliau. Hal ini sesuai dengan keutamaan puasa Asyura yang disampaikan oleh Ibnu Abbas:

"Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini ('Asyura) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: bulan Ramadhan)." (HR. Al-Bukhari)

3. Berpuasa di Hari Bertaubat

Keutamaan puasa Asyura ini merujuk dari letak jatuhnya hari ke-10 di bulan Muharam. Hari yang berada di bulan yang dianggap suci dan disebutkan oleh Rasul SAW sebagai waktu yang tepat untuk bertaubat.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Muharram adalah bulannya Allah yang di dalamnya tepat menjadi hari bertaubat umat Islam atas dosa-dosa yang terdahulu". (HR. Imam Nasai)

4. Bagaikan Ibadah 700 Tahun

Dikutip dari NU online, puasa di bulan Muharram salah satunya dengan Asyura, sudah memberikan pahala berlipat ganda. Imam Ghazali menjelaskan dalam Kitab Ihya' Ulumiddin:

"Barangsiapa berpuasa tiga hari di bulan mulia (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Rajab dan Muharram) di hari Kamis, Jumat dan Sabtu, maka Allah akan mencatat baginya ibadah 700 tahun".

5. Menghormati Nabi Musa AS

Keutamaan puas Asyura berikutnya sebagai bentuk seorang hamba Allah yang menghormati Nabi Musa AS. Hal ini seperti yang diajarkan oleh Rasulullah.

Beliau bersabda: "Saya lebih hormat terhadap Musa dari kamu." Lalu beliau berpuasa pada hari itu (Asyura) dan menyuruh orang agar berpuasa." (HR. Bukhari Muslim).

Bahkan hal ini tak ada tekanan, Nabi Muhammad SAW lantas melanjutkan,

"Puasalah pada hari Asyura dan bedakanlah diri kalian dengan kaum Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau setelahnya."

4 dari 7 halaman

Sejarah Puasa Asyura

ilustrasi berdoa
© pexels.com/Thirdman

Setelah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi tengah berpuasa di hari Asyura. Maka beliau memerintahkan para sahabat untuk berpuasa Asyura.

Dari sahabat Abdullah bin Abbas radliyallahu 'anh beliau berkata: “Tatkala Nabi Muhammad SAW datang ke kota Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa di hari Asyura, lantas beliau bersabda kepada mereka, 'Hari apa yang kalian sedang berpuasa ini?'

Kaum Yahudi menjawab, 'Hari ini adalah hari yang agung. Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya pada hari ini dan menenggelamkan Fir’aun beserta pasukannya. Maka Musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur dan kami turut berpuasa.’

Maka Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Maka kami dengan Musa lebih berhak dan lebih utama daripada kalian.’ Maka Rasulullah SAW berpuasa dan memerintahkan berpuasa.” HR Bukhari dan Muslim.

Disebutkan dalam riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim bahwa Sayyidah Aisyah RA berkata:

“Dulu kaum Quraisy berpuasa Asyura pada masa jahiliah. Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan berpuasa Asyura pula, hingga diwajibkan puasa Ramadhan.

Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Barang siapa yang berkehendak (ingin berpuasa), maka silakan berpuasa. Dan barang siapa yang berkehendak (tak ingin berpuasa), maka tidak berpuasa.’”

Bukan hanya puasa Asyura yang dianjurkan, melainkan puasa Tasua (hari ke-9 di bulan Muharam) dan hari ke-11 juga diperintahkan oleh Rasul SAW. Bertujuan untuk membedakan antara ibadah orang Muslim dengan kaum Yahudi.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu 'anh, marfu' (disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW), beliau berkata,

"Puasalah pada hari Asyura dan bedakanlah diri kalian dengan kaum Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau setelahnya."

Baca juga:
Puasa Tasua dan Asyura 7-8 Agustus, Ini Bacaan Niat Puasa Muharram serta Keutamaannya


5 dari 7 halaman

Hukum Puasa Asyura

ilustrasi sholat

qamarislamkhan.com

Melansir dari laman resmi NU, diterangkan bahwa jumhur ulama berpendapat, puasa Asyura itu hukumnya wajib sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan pada tahun kedua hijriah.

Maka, setelah diwajibkan puasa Ramadhan, puasa Asyura ini menjadi puasa sunah 'muakkad' (sangat dianjurkan). Ini merupakan pendapat kebanyakan ulama.

Sementara itu, pendapat yang lain mengatakan bahwa puasa Asyura memang sejak dulu hukumnya sunah ’muakkad’, tidak wajib. Hingga diwajibkan puasa Ramadhan, maka hukumnya kembali menjadi sunah biasa. Namun pendapat ini tergolong lemah, hal serupa ditegaskan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani.

Seperti diketahui keistimewaan bulan Muharram bahkan tertuang dalam kitab suci Alquran.

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu." (QS. At Taubah ayat 36)

Sehingga alangkah baiknya jika kita mampu memuliakan bulan Muharam dengan puasa Asyura. Selain itu, diiringin bacaan dzikir hari Asyura sebagai pelengkap atau penyempurna.

6 dari 7 halaman

Bacaan Niat Puasa Asyura

ilustrasi berdoa

©Pixabay/Konevi

Saat membaca niat di dalam hati seseorang menyatakan maksudnya, dalam hal ini niat berpuasa (qashad). Di samping itu, diperbolehkan juga jika dilafalkan dengan mulut.

Menurut mazhab Syafi'i, orang yang di pagi hari ingin mengamalkan sunah puasa Asyura diperbolehkan berniat sejak ia berkehendak puasa sunah. Karena kewajiban melafalkan niat di malam hari, berlaku untuk puasa wajib.

Untuk memantapkan hati, para ulama menganjurkan seseorang untuk melafalkan niatnya. Bukan hanya dibaca dalam hati semata. Berikut ini contoh lafal niat puasa Asyura:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil asyura lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."

Sementara jika tersilap dan baru hendak membaca niat di siang hari. Selama yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Maka dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Asyura di siang hari. Berikut ini lafalnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnatil asyura lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura hari ini karena Allah SWT."

Baca juga:
Puasa Tasua dan Asyura 7-8 Agustus, Ini Bacaan Niat Puasa Muharram serta Keutamaannya

7 dari 7 halaman

Bacaan Dzikir di Hari Asyura

ilustrasi sholat
©2020 Merdeka.com

Untuk melengkapi dan menyempurnakan ibadah kita di bulan Muharam, terutama puasa Asyura sepatutnya kita juga mengamalkan bacaan dzikir di hari Asyura.

Konon, umat terdahulu akan diterima taubatnya di hari Asyura. Oleh sebab itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir dan istighfar di hari Asyura.

Seperti yang telah dianjurkan oleh Imam Al-Ajhuri, beliau menerangkan bahwa

"Barang siapa yang membaca pada hari Asyura: حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

(Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung dan penolong)

Sebanyak 70 kali, niscaya Allah SWT akan menjaganya dari keburukan tahun tersebut.

Berikut beberapa zikir yang dianjurkan untuk dibaca pada hari Asyura:


لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ..... ١٠٠

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ..... ١٠٠

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ..... ١٠٠×

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ..... ١٠٠

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ..... ٤٥٠

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ..... ٧٠

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ..... ١٠٠٠×

Itulah bacaan dzikir di hari Asyura yang sepatutnya di baca pada hari ke-10 bulan Muharam nanti. Semoga kita diberikan taufik dan hidayah oleh Allah SWT untuk berpuasa, berdzikir dan beribadah kepada-Nya di hari Asyura. Aamiin.

Baca juga:
Puasa Tasua dan Asyura 7-8 Agustus, Ini Bacaan Niat Puasa Muharram serta Keutamaannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini