Bacaan Doa Petir Saat Menggelegar & Penjelasan Fenomena Alam Ini dari Sisi Islam

Selasa, 29 November 2022 10:41 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Bacaan Doa Petir Saat Menggelegar & Penjelasan Fenomena Alam Ini dari Sisi Islam Ilustrasi petir di langit. ©2021 Merdeka.com/pxhere.com

Merdeka.com - Doa petir bisa Anda baca ketika mendengar petir menggelegar di langit. Doa petir ini juga bisa dibaca saat Anda merasa terkejut dengan suara gemuruh di langit. Petir sendiri adalah salah satu fenomena alam yang umumnya terjadi di waktu hujan.

Tidak jarang, suara petir yang menggelegar mampu membuat orang-orang terkejut dan kaget. Fenomena alam ini rupanya juga diabadikan dalam Al-Quran pada Surah ke-13 Ar-Ra'du yang berarti petir.

Bukan hanya itu saja, Rasulullah SAW juga pernah mengajarkan umat Islam untuk membaca bacaan doa petir kepada para sahabatnya. Karenanya, sebaiknya sebagai umat Islam yang taat untuk mengetahui bacaan doa petir.

Melansir dari berbagai sumber, Selasa (29/11), simak ulasan informasinya berikut ini.

2 dari 4 halaman

Petir dalam Al-Quran & Hadist

Sebelum membahas bacaan doa petir, ada baiknya mengetahui penjelasan fenomena alam ini dari sisi Islam terlebih dahulu. Petir dijelaskan dalam Al-Quran maupun Hadist. Sebagaimana diriwayatkan dalam Hadist Riwayat Tirmidzi, yang artinya:

"Ar ro’du adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah." (HR. Tirmidzi)

Fenomena alam petir ini juga dijelaskan dalam Al-Quran Surah Ar-Ra'd ayat 12-13 yang berbunyi,

هُوَ الَّذِيْ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَّطَمَعًا وَّيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَۚ وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ

Artinya:
"Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu, yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia menjadikan mendung. Dan guruh bertasbih memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia Mahakeras siksaan-Nya." (QS. Ar-Ra’d: 12-13)

3 dari 4 halaman

Yang Terjadi di Balik Petir dari Sisi Islam

Dikatakan oleh Ibnu Taimiyyah dalam hadist Marfu’ pada riwayat At-Tirmidzi dan selainnya, Nabi Muhammad SAW ditanya tentang petir kemudian beliau menjawab sebagai berikut:

"Petir adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah."

Kemudian beliau ditanya juga oleh Ali, seperti yang dikatakan Al Khoroiyhi dalam Makarimil Akhlaq. Beliau radhiyallahu’anhu berkata:

"Petir adalah malaikat dan suaranya itu adalah pengoyak di tangannya."

Lalu dalam riwayat lainnya dari Ali:

"Suaranya itu adalah pengoyak dari besi di tangannya."

Ibnu Taimiyyah pun mengatakan lagi sebagai berikut:

"Ar ro’du adalah mashdar (kata kerja yang dibendakan) berasal dari kata ro’ada, yar’udu, ro’dan (yang berarti gemuruh,). Dan karena ada gerakan, pastilah menimbulkan suara. Dalam kasus petir, ,malaikat adalah yang menggerakkan awan, lalu memindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya. Setiap gerakan di alam ini, baik yang di atas langit maupun di bawah, berasal dari malaikat. Suara manusia dihasilkan dari gerakan bibir, lisan, gigi, lidah, dan dan tenggorokan. Dari situ, manusia bisa bertasbih kepada Rabbnya, bisa mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Oleh karena itu, guntur adalah suara yang membentak awan. Dan kilat adalah kilauan air atau kilauan cahaya." (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah, 24/263-264)

As-Suyuthi berpendapat, petir merupakan malaikat yang diberikan tugas untuk mengatur awan. Tetapi ada pula yang berpendapat, petir merupakan suara dari malaikat. Sedangkan kilat atau barq yaitu kilatan cahaya dari cambuk malaikat untuk menggiring mendung.

4 dari 4 halaman

Bacaan Doa Petir

Adapun bacaan doa petir yang bisa dilafalkan saat mendengarnya adalah sebagai berikut:

a. Bacaan Doa Petir Mendengar Pertama
Dalam riwayat dengan sanad yang dla'if atau lemah, doa petir yang dilantunkan oleh Rasulullah SAW adalah:

اَلًلهُمَ لا تقتلنا بغضبك ولا تهلكنا بعذابك وعافنا قبل ذلك

Allahumma la taqtulna bighadhabika wala tuhlikna bi’adzabika wa ‘afina qabla dzalika

Artinya:
"Ya Allah, janganlah kau bunuh diriku dengan kemarahan-Mu, dan janganlah kau rusak diriku dengan siksa-Mu, dan maafkanlah aku sebelum semua itu."

b. Bacaan Doa Petir Mendengar Kedua
Dalam kitab al-Muwaththa' melalui sanad dan shahih disebutkan, ketika mendengar guruh, ini doa petir yang dilantunkan oleh Rasulullah SAW:

سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Subhânal-ladzî yusabbihur ra‘du bihamdihi walmalâ-ikatu min khîfatihi.

Artinya:
"Maha suci (Allah) Dzat yang guruh itu bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya."

c. Doa Ketita Turun Hujan
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allahumma shayyiban nafi’an

Artinya: "Ya Allah, curahkanlah air hujan yang bermanfaat" (HR Bukhar dari Aisyah RA).
 

[tan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini