Arit Gibran Copot saat Panen Tebu, Polisi dan Paspampres Langsung Gercep Lari
Gibran Rakabuming Raka, menghadiri acara Rembuk Tani Menuju Swasembada Gula Nasional.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menghadiri acara Rembuk Tani Menuju Swasembada Gula Nasional. Acara tersebut diselenggarakan bersama dengan para petani tebu di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Sebagai simbol panen raya, Gibran mengawali kegiatan tersebut dengan memotong beberapa batang tebu dengan sebuah arit. Namun, ada kejadian unik saat putra Jokowi itu memangkas batang tebu. arit Gibran lepas dari gagangnya.
Momen itu sampai membuat paspampres langsung lari menghampiri Gibran yang kesulitan dengan aritnya. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Arit Gibran Lepas saat Panen Tebu
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menghadiri acara panen tebu dan peninjauan teknologi pertanian modern di Lahan Ketahanan Pangan Lanud Adisutjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam acara tersebut, Gibran ditemani oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dan Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto. Di sana, Gibran dan para pejabat mengawali panen raya dengan menebas beberapa batang pohon tebu dengan arit.
Namun, kejadian tidak terduga pun terjadi. Arit yang digunakan oleh Gibran untuk memotong batang tebu secara tiba-tiba lepas dari gagangnya. Hal itu membuat wapres langsung melirik paspampres di belakangnya.
Dengan kode alis yang penuh isyarat, paspampres langsung gercep lari merapat ke Gibran untuk memperbaiki arit yang lepas, sekaligus membawa gantinya. Setelah itu, Gibran pun bisa melanjutkan aktivitasnya dengan lancar.
Kegiatan itu merupakan perintah dari Presiden Prabowo kepada wapres dan para menterinya, untuk memastikan agar kebutuhan pangan di Indonesia, khususnya gula dapat terpenuhi. Demi mewujudkan swasembada pangan.
“Sebagai pembantu presiden, ingin memastikan program-program, visi misi dari pak presiden bisa berjalan dengan baik. Salah satunya, pertanian, swasembada pangan,” ucap Gibran di depan para petani, dikutip dari @setwapres.ri.
Targetkan Swasembada Gula
Menurut Gibran, pemerintah ingin selalu memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat Indonesia dapat terpenuhi. Termasuk, air, pupuk, bibit, bahkan sampai pada masalah harga dan mafia.
“Kita ingin memastikan yang namanya masalah air, pupuk, bibit, masalah harga, mafia, ini bisa terselesaikan,” ucap Gibran.
Kegiatan yang digelar oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) ini sejalan dengan instruksi presiden untuk memperkuat program ketahanan pangan, salah satunya gula. Tujuannya, agar di tahun 2028 Indonesia dapat mencapai target swasembada gula.
“Dari pak presiden sudah memberikan instruksi langsung ke pak menteri, tahun depan harus swasembada gula konsumsi dan paling tidak di 2027, paling lambat 2028, kita harus benar-benar swasembada gula,” lanjut Gibran.
Di akhir sambutannya, Gibran meminta Menteri Pertanian, Amran Sulaiman untuk melibatkan anak-anak muda dalam program swasembada pangan tersebut. Agar dapat menggunakan alat-alat modern yang membantu mempermudah para petani.
“Saya juga titip ini pak menteri, untuk lebih banyak melibatkan anak-anak muda. Ini karena kita menggunakan alat modern, drone. Jadi saya minta banyak anak-anak muda yang dilibatkan,” pungkas Gibran.