Anak Tega Tuntut Hukum Ibu Kandung karena Motor, Tindakan Polisi Ini Bikin Merinding

Selasa, 30 Juni 2020 11:56 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Anak Tega Tuntut Hukum Ibu Kandung karena Motor, Tindakan Polisi Ini Bikin Merinding Anak Tega Tuntut Hukum Ibu Kandung. Instagram @ndorobeii ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang warga asal Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) ingin melaporkan ibu kandungnya sendiri ke polisi. Tindakan ini dilandasi hanya karena sebuah sepeda motor.

Mendapati hal itu, Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono menolak laporan tersebut.

"Laporannya kami tolak, karena ibu kandung sendiri soalnya," ujar Priyo kepada wartawan. Dikutip dari Antara, Selasa (30/6).

1 dari 9 halaman

Lakukan Mediasi

Mendapati laporan tersebut, Kasat Reskrim Loteng, MH lantas mengadakan mediasi. Mediasi dilakukan di luar ruangan dengan pelapor dan ibu kandung yang menjadi terlapor. Kala melakukan mediasi, polisi ini juga memberikan sedikit pencerahan ke pelapor.

anak tega tuntut hukum ibu kandung

Instagram @ndorobeii ©2020 Merdeka.com

"Saya bukan karena hebat, karena doa orangtua saya di dengarkan. Enggak masalah, sekarang Anda tetap bersikeras," ujar polisi yang berada dalam video.

2 dari 9 halaman

Berikan Uang Ganti Rugi

Tak tanggung-tanggung, polisi ini rela mengeluarkan uang dan memberikannya ke pelapor. Tujuannya agar laporan yang diajukan ke kantor polisi bisa langsung terselesaikan secara damai.

"Ambil dompet saya, enggak masalah, ambil dompet saya. Saya enggak masalah, saya ambilkan sekarang uang Rp15 juta, saaa bayar ya," sambungnya.

3 dari 9 halaman

Sujud dan Minta Maaf ke Ibunya

Uang tersebut tentu akan diberikan dengan sebuah persyaratan. Tidak terlalu susah, bahkan bisa dikatakan ini merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Polisi ini meminta pelapor untuk sujud dan meminta maaf ke ibunya di depan dirinya.

anak tega tuntut hukum ibu kandung

Instagram @ndorobeii ©2020 Merdeka.com

"Tetapi saya minta tolong saya mau Anda di depan saya silakan sujud dan minta maaf sama ibu Anda. Setelah itu selesai perkara," pintanya.

4 dari 9 halaman

Ingat dengan Karma

Polisi yang mengenakan baju biru ini juga mengingatkan pelapor akan hukum karma. Terlebih yang menyangkut orangtua. Dirinya mengingatkan kemungkinan anak pelapor melakukan hal yang sama terhadapnya.

"Saya enggak masalah, tetapi ingat Anda punya anak. Suatu saat kalau karma berlaku, ingat Tuhan tidak tidur ya apalagi masalah orangtua. Suatu saat Anda di berontak dengan anak Anda sendiri, apa rasanya?" katanya.

"Dan ketika ibu Anda sudah Almarhum, minta maaf sudah tidak bisa lagi bos," jelasnya.

5 dari 9 halaman

ATM Siap Diambil

Tak hanya bualan belaka, polisi ini bahkan sudah mengeluarkan ATM-nya. ATM untuk mengambil uang sesuai yang diperkarakan oleh pelapor terhadap ibu kandungnya sendiri.

anak tega tuntut hukum ibu kandung

Instagram @ndorobeii ©2020 Merdeka.com

"Kalau memang seperti itu selesai perkara. Saya akan buka, saya ambil nih, saya siap ATM saya nih keluar. Tetapi saya minta tolong, Anda di depan saya silakan sujud ke ibu Anda sendiri,"

6 dari 9 halaman

Tetap Bela Terlapor

Siapa sangka, sang anak tetap tidak mau meminta maaf kepada ibunya. Bahkan pelapor tetap ingin sepeda motor tersebut jatuh di tangannya.

"Gini saya enggak mau seperti itu. Saya akan tetap bela ibu Anda ya. Saya mohon maaf, saya tetap bela ibu Anda," kata polisi tak habis pikir.

"Sudah ini motor saya ganti, Anda silakan beli motor baru lagi lah. Anda silakan mau kredit yang baru enggak masalah," sambungnya.

7 dari 9 halaman

Agar Tidak Kena Azab

Mediasi antara ibu dan anak ini memang cukup alot. Si anak tetap ingin memperkarakan ibu kandungnya hanya karena sepeda motor. Polisi ini pun juga tetap melakukan segala cara agar sang anak mau meminta maaf.

anak tega tuntut hukum ibu kandung

Instagram @ndorobeii ©2020 Merdeka.com

"Nih kalau Anda minta motor sudah lah enggak usah ini motor. Nih, saya siap nih, ambil sudah uang saya. Tidak masalah," kata sang polisi.

"Tetapi tolong Anda sujud ke Ibu. Supaya apa? Anda tidak terkena azab itu saja," tandasnya.

8 dari 9 halaman

Tidak Lanjutkan Perkara

Sehingga dia menyarankan kepada anak itu untuk berpikir lebih jernih dan menyelesaikan dengan baik, karena apa yang dilakukan itu adalah perbuatan sangat terhina.

"Kami bukan anak durhaka, saya melepas jabatan sebagai polisi. Saya sebagai Muslim, membela ibu ini," ujarnya.

"Kami mengecam anda anak durhaka, karma tetap berlaku bos. Kami tidak akan menindaklanjuti kasus ini," tegasnya.

9 dari 9 halaman

Kilas Balik Kejadian

Masalah antara anak dan ibu kandungnya ini berawal dari persoalan harta warisan. Di mana pada saat bapaknya meninggal, Almarhum meninggalkan warisan tanah yang dijual dengan harga Rp200 juta. Dari warisan itu, ibu kandungnya diberikan warisan sekitar Rp15 juta.

anak tega tuntut hukum ibu kandung

Instagram @ndorobeii ©2020 Merdeka.com

"Ibunya itu dapat uang warisan Rp15 juta," ujarnya.

Ibu kandungnya lantas menggunakan uang Rp15 Juta untuk membeli sepeda motor. Namun, sepeda motor itu digunakan oleh saudaranya. MElihat hal itu, sang anak merasa keberatan. Dengan berani, dia lantas melaporkan ibu kandungnya dan saudaranya atas penggelapan sepeda motor tersebut ke Polres Lombok Tengah. [tan]

Baca juga:
Ditanya Soal jadi Simpanan, Begini Jawaban Ayu Ting Ting
Jenglot dan Diduga Alat Perdukunan Ditemukan di Tas Terduga Pembakar Mobil Via Vallen
Tangis Anak Nus Kei Pecah, Teringat Adik saat Kelompok John Kei Datang Menyerang
Hotman Paris Blak blakan Naksir Tamara Bleszynski, Suruh Anak Buah Kirim Lamborghini
Satu Orang Terduga Pembakar Mobil Pedangdut Via Vallen Diamankan Polisi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini