Aksi Emak-Emak Ini Bikin Salut dan Diteladani, Bangkitkan 'Hajat Hidup Orang Banyak'

Rabu, 29 September 2021 21:45 Reporter : Kurnia Azizah
Aksi Emak-Emak Ini Bikin Salut dan Diteladani, Bangkitkan 'Hajat Hidup Orang Banyak' Emak-Emak Ini Bikin Salut dan Diteladani. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Semenjak pandemi Covid-19 melanda secara global, Indonesia ikut mengalami penurunan drastis di lini perekonomian. Dilansir dari i World Bank, antara Maret dan September 2020, statistik resmi melaporkan peningkatan kemiskinan nasional dari 9,78% menjadi 10,19%.

Banyak masyarakat kecil yang terkena imbas. Di lain sisi, tak sedikit orang yang berusaha turun tangan untuk andil membantu. Sejatinya, dari hal kecil bisa berarti besar. Seperti yang dilakukan para emak dari Dusun Tegalsari, Girikerto, Turi, Sleman ini.

Para emak petani yang tergabung dalam 'Wasilah Yasinan Tegalsari' itu selalu berbagi bahan pokok dan barang gratis setiap hari Jumat. Tepatnya di halaman kediaman sang pembimbing, ibu Sri Muryati.

Sejak pagi, belanjaan pasar dari yang mentah hingga matang memenuhi meja di halaman. Semua orang dipersilakan mengambil secara gratis. Tersedia pula kotak infak, bagi yang hendak ikut andil membantu.

Uang infak yang terkumpul akan dibelanjakan lagi untuk minggu depan, begitu pun seterusnya. Kini program 'Jumat Berkah Gratis' sudah mulai dikenal luas. Bahkan ada desa lain yang mengikuti langkah sama dan bercerita kala bertandang.

Simak kisah inspiratifnya di era pandemi Covid-19 berikut ini.

2 dari 3 halaman

Tercetus Ide dari Ketua yang Disambut Hangat

emak emak ini bikin salut dan diteladani
Ibu Sri selaku pembimbing, Kurnia A ©2021 Merdeka.com

Berawal dari mendirikan kelompok ibu-ibu Yasinan, yang terdiri dari ketua sekaligus pembimbing ibu Sri Muryati. Kemudian pengurus inti, Ernawati selaku ibu RT, Septiani Puspa Jati Pertiwi, Sri Gunarti selaku sekretaris, serta Suparmi.

Sri mengaku kerap mendengar keluh kesah perekonomian yang kian mencekik. Terutama di era PPKM. Apalagi bagi yang menjadi korban PHK, buruh yang tak memiliki lahan sendiri, dan banyak lagi.

Sehingga tercetus ide untuk membuat program 'Jumat Berkah Gratis'. Layaknya gotong royong, warga yang mampu dan memiliki harta lebih bisa menyokong warga lain.

"Kita dari ibu-ibu Yasinan berhubung waktu pandemi ini dan PPKM, kami bermaksud membantu meringankan perekonomian masyarakat umum. Terus saya ngajak ibu-ibu Yasinan, ternyata mereka antusias dan sepakat. Kita mulai sejak Ramadhan 2021 (April). Alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan lancar dan berkembang," kata Sri.

emak emak ini bikin salut dan diteladani
Kurnia A ©2021 Merdeka.com

Apalagi kala Sri bertandang ke sejumlah warga. Ada yang mengaku punya sedikit hasil panen yang tak tahu harus diapakan, jika diberikan ke tetangga.

Khawatir akan menyinggung karena terlalu sedikit. Semenjak ada Jumat Berkah, bisa disalurkan tanpa ada rasa canggung lagi. Orang lain yang sekiranya membutuhkan, akan mengambil.

"Saat silaturahmi ke tetangga desa, banyak sayur mubazir. Akhirnya kita arahkan untuk disalurkan ke Jumat Berkah. Walau sedikit, ternyata banyak bermanfaat bagi orang lain. Di desa, ada yang panen kelapa ya sedekah kelapa, punya singkong ya sedekah singkong," imbuhnya.

3 dari 3 halaman

Merangkak Sejak Awal

emak emak ini bikin salut dan diteladani
Kurnia A ©2021 Merdeka.com

Beberapa sayur, lauk pauk, camilan, dan makanan matang lainnya yang dibeli dari hasil uang infak ibu-ibu Wasilah Yasinan Tegalsari. Belum banyak orang yang datang. Bahkan disangka jualan.

Perlahan, Sri memperkenalkan program Jumat Berkah ke setiap pasar saat berbelanja. Sampai minta disiarkan ke masjid-masjid.

"Pertama kali itu dari uang infak ibu-ibu Yasinan untuk belanja ke pasar, ada lauk pauk, sayur, minyak. Otomatis cerita mengenai Jumat Berkah. Ternyata para pedagang ikut antusias dan menitipkan dagangan untuk dibagikan gratis," ujar Sri.

Akhirnya program berbagi ini kian dikenal masyarakat luas. Justru dari desa yang jauh sekali pun, rela datang. Termasuk dari beberapa pondok pesantren dan panti asuhan.
Selain makanan pokok, di sini juga tersedia pakaian bekas pantas pakai, peralatan sekolah dan banyak lagi.

"Selain di Tegalsari, ada dari dusun-dusun lain. Baik untuk mengambil atau memberikan sedekah. Kita menerima segala bentuk sedekah, ada peralatan mandi, alat sekolah, rumah tangga, bahan pokok, semuanya. Kita juga siap menyalurkan ke pondok pesantren, ke panti asuhan," terangnya.

emak emak ini bikin salut dan diteladani
Memilih dan mengambil pakaian bekas layak pakai, Kurnia A ©2021 Merdeka.com

Beruntunglah lokasi rumah ibu Sri yang menjadi lokasi Jumat Berkah Gratis, tepat di pinggir jalan. Jadi siapa saja yang lewat, kerap dicegat untuk mengambil suka rela.
Agar lebih dikenal luas dan manfaatnya dirasakan oleh banyak orang. Seraya sistem gotong royong.

Para emak ini pun selalu siap mengambil, bagi yang hendak menyalurkan sedekah, tapi tidak bisa ke lokasi.

"Orang mana pun, yang enggak kenal juga suruh mampir mengambil. Untuk mengenalkan ke masyarakat itu, kita suruh siapa pun yang lewat untuk mengambil, lalu disiarkan di masjid, semua gratis bagi masyarakat. Lalu divideo dan foto untuk dibagikan di status medsos. Jadi masyarakat luas bisa tahu dan berpartisipasi," pungkasnya.

Selain itu, dana dari infak yang terkumpul sekaligus belanjaan di Jumat Berkah biasanya disalurkan untuk membantu masyarakat yang tengah isolasi mandiri. Bahkan membantu warga lain yang sedang mengalami sakit lainnya.

"Bila ada tetangga, baik di kampung sendiri maupun desa lain yang sakit. Baik karena positif Covid, maupun tidak. Bersama ibu-ibu Wasilah Yasinan, kami menengok dan belanjaan dari Jumat Berkah tersebut untuk sekedar oleh-oleh. Sebagian uang infak untuk membantu berobat," tandasnya.

Di lokasi 'Jumat Berkah Gratis' menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat. Para emak dalam kelompok Wasilah Yasinan pun telah menerima vaksinasi. Namun semenjak digalakkan PPKM, untuk mengambil baju bekas sementara dihentikan. Demi mencegah berkerumun.

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini