Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Tanda Jamur Sudah Tak Layak Dimakan, Perlu Diperhatikan

5 Tanda Jamur Sudah Tak Layak Dimakan, Perlu Diperhatikan Ilustrasi jamur. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Liv friis-larsen

Merdeka.com - Jamur merupakan salah satu makanan yang kerap diolah menjadi berbagai hidangan enak. Diketahui jamur memiliki kandungan vitamin B, D, kalsium dan berbagai nutrisi lainnya serta kaya protein.

Jamur diketahui hadir dalam beragam bentuk, warna dan juga ukurannya. Beberapa jenis jamur yang dapat dikonsumsi antara lain seperti jamur tiram, jamur kuping, jamur kancing, jamur shiitake dan masih banyak lagi. Akan tetapi kondisi dari ragam jenis jamur yang dapat dikonsumsi tetap perlu diperhatikan kondisinya.

Terdapat tahapan tertentu yang mampu membuat jamur sudah tak layak dimakan. Bagi Anda yang tetap mengonsumsinya saat kondisi jamur tak layak dimakan, maka dapat memungkinkan Anda menderita sejumlah masalah kesehatan. Jamur dengan kualitas buruk mampu membuat pencernaan bermasalah hingga mengalami infeksi dari bakteri berbahaya. Berikut merupakan 5 tanda jamur sudah tak layak dimakan yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.

Jamur Berkerut

Tanda jamur sudah tak layak dimakan pertama adalah ketika kondisinya sudah berkerut. Diketahui, jamur memang mampu menyerap air hal ini akan mengakibatkan kondisinya menjadi berlendir, selain itu jamur juga bisa berubah menjadi kering dan berkerut.

tiram

©2016 Merdeka.com

Pada beberapa jenis tertentu, jamur yang mengalami dehidrasi akan mengalami kerutan serta berkeriput. Dengan begitu, jamur akan terlihat sangat tak segar dan layu, apabila Anda mendapati jamur yang disimpan mengalami kondisi ini, sangat disarankan agar untuk segera membuang dan jangan mengonsumsinya.

Jamur Berlendir

Tanda jamur sudah tak layak dimakan selanjutnya adalah saat jamur dalam kondisi berlendir. Pada jamur yang sudah tak layak dimakan ataupun dikonsumsi, permukaannya akan terlihat berlendir, hal tersebut juga menjadi tanda kemungkinan akan segera mengembangkan jamur yang sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh.

ilustrasi jamur

Shutterstock/Subbotina Anna

Umumnya, jamur akan berlendir apabila cara penyimpanannya tidak dilakukan dengan tepat atau juga karena terlalu lama disimpan dalam lemari pendingin. Kondisi jamur yang sudah berlendir merupakan tanda bahwa Anda tidak boleh mengonsumsinya dan harus segera membuangnya.

Jamur Berbau Busuk

Layaknya makanan pada umumnya, jamur yang sudah berbau busuk juga menjadi tanda bahwa jamur sudah tak layak dimakan. Jamur sendiri memang sudah memiliki aroma yang cukup khas, akan tetapi jamur segar dengan yang sudah tak layak konsumsi memiliki perbedaan aroma.

ilustrasi jamur portobello

©Shutterstock/Le Do

Biasanya, jamur segar memiliki aroma yang tak menyengat serta cenderung ringan. Berbeda dengan jamur yang sudah tak layak untuk dimakan yang memiliki aroma kuat mirip bau busuk menyengat, bahkan bau ini mampu dicium tanpa harus kita mendekati jamur tak layak makan tersebut.

Jamur Sudah Disimpan Lebih dari Dua Minggu

Penyimpanan jamur yang tidak dilakukan secara tepat akan membuatnya menjadi cepat busuk, hal tersebut lantaran jamur memiliki daging rapuh dengan kadar air yang tinggi. Umumnya, jamur segar hanya mampu bertahan selama 1 hingga 2 hari saja dalam suhu ruangan, sedangkan jika disimpan di kulkas jamur akan bertahan 4 hingga 7 hari lamanya.

ilustrasi jamur

©Shutterstock.com/Gayvoronskaya_Yana

Apabila dengan tidak sengaja Anda telah menyimpannya selama lebih dari dua minggu, maka Anda harus segera membuangnya. Karena jamur yang sudah disimpan lama ataupun secara sembarangan, maka akan membuat kondisinya menjadi tak layak konsumsi.

Jamur Berwarna Hitam dan Timbul Bintik Hitam

Jamur yang sudah tak layak dimakan juga dapat dilihat berdasarkan warnanya. Jika warna jamur mulai berubah menjadi lebih gelap dan terlihat tak segar maka bisa dikatakan jamur itu sudah busuk dan tak layak konsumsi.

ilustrasi jamur

©©2012 Shutterstock/Patty Orly

Biasanya jamur yang memiliki bintik-bintik hitam di bagian kelopak jamur dan penggelapan pada batang menandakan bahwa kondisinya sudah tak layak konsumsi. Jika Anda mendapati hal seperti ini, segera buang jamur dan jangan pernah memaksakan untuk mengolah serta mengonsumsinya.

Jenis Jamur yang Bisa Dimakan

Jamur memang diketahui kerapkali diolah menjadi makanan yang begitu lezat, akan tetapi tak semua jenis jamur bisa Anda konsumsi begitu saja. Berikut adalah jenis-jenis jamur yang bisa Anda konsumsi dikutip dari Liputan6.com:

Jamur Merang

Jamur berbentuk bulat telur ini tidak mudah berubah bentuk saat dimasak. Selain itu rasanya enak dan gurih. Kandungan proteinnya cukup tinggi, sekitar 3,2 gram protein per 100 gram jamur. Jamur merang dapat dimanfaatkan untuk masakan sederhana seperti orak-arik telur jamur merang.

Jamur Tiram

Jamur tiram sangat banyak dijual di pasaran. Bentuknya putih, lebar, bergerombol seperti payung, dan menyerupai cangkang tiram. Banyak ibu menyukai jamur ini untuk dijadikan hidangan jamur crispy yang renyah dan gurih.

Jamur Kancing

Selain jamur tiram, jamur kancing juga mudah ditemui di supermarket. Bentuknya bulat mirip kancing dan sering dikreasikan dalam masakan seperti lumpia isi kornet jamur atau masakan Barat sejenis pastry.

Jamur Kuping

Meski warnanya cokelat dan nampak basah, namun jamur kuping sangat enak untuk disantap. Bentuknya tipis dan kenyal dan biasanya dijual dalam dua bentuk, basah ataupun kering. Jamur kuping kering memiliki bentuk yang lebih menyusut dan keras.

(mdk/bil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP