5 Pengakuan Mengejutkan Bharada E Usai Irjen Ferdy Sambo 'Dijebloskan' ke Mako Brimob

Selasa, 9 Agustus 2022 08:55 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
5 Pengakuan Mengejutkan Bharada E Usai Irjen Ferdy Sambo 'Dijebloskan' ke Mako Brimob Bharada E Usai Menjalani Pemeriksaaan Komnas HAM. ©2022 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus mendalami kasus pembunuhan Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Tersangka kasus pembunuhan Bharada E mengungkapkan sejumlah fakta kepada penyidik usai menjalani pemeriksaan. Bahkan dia juga merevisi semua keterangan awal yang sebelumnya telah dibeberkan.

Selain itu, dia juga mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam tindak pidana tersebut. Hal ini diungkapkan oleh penasihat hukum atau pengacara yang mendampingi Bharada E saat diperiksa, Muhammad Boerhanuddin.

Dia mengatakan, kliennya mengungkapkan fakta sebenarnya yang terjadi di Rumah Dinas Kadiv Propam, Kompleks Polri RT 5/RW 1, Duren Tiga Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022 lalu.

Berikut lima pengakuan mengejutkan Bharada E usai Irjen Ferdy Sambo 'dijebloskan' ke Mako Brimob.

2 dari 6 halaman

Tembak Brigadir J Perintah Atasan

Bharada E atau Richard Eliezer mengaku menerima perintah untuk menembak Brigadir J dari atasannya. Hal itu disampaikan Bharada E kepada penasihat hukum termasuk dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik tim khusus (timsus).

Muhammad Boerhanuddin, Pengacara Bharada E pun menirukan perintah atasan terhadap kliennya tersebut.

"Iya dia disuruh nembak perintah atasannya di bawah tekanan juga, 'tembak tembak tembak," kata Muhammad Boerhanuddin saat dihubungi, Senin (8/8).

Namun, Boerhanuddin tidak mengungkapkan figur yang telah memberikan perintah ke kliennya. Termasuk apa yang ditembak.

"Saya enggak bisa sebut nama. Sementara petunjuknya sih dari atasan dia di tempat dia bertugas itu," ujar dia.

3 dari 6 halaman

Atasan Ada di Lokasi Kejadian

Lebih lanjut, Boerhanuddin hanya menyebut, atasan yang dimaksud itu juga berada di lokasi kejadian ketika insiden tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

"Ada di lokasi memang (atasannya)," ujar dia.

Diungkapkan melalui salah seorang pengacara lainnya, Deolipa Yumara, saat ditanyakan, apakah atasannya yang dimaksud sesama ajudan, Deolipa memastikan bukan. Kliennya diperintah atasannya langsung.

"Enggak, enggak (sesama ajudan) atasan langsung, atasan yang dia jaga," tegasnya.

4 dari 6 halaman

Tidak Ada Baku Tembak

Selain itu, Bharada E juga menyampaikan bahwa tidak terjadi baku tembak.

"Tidak ada memang, kalau informasi tidak ada baku tembak. Pengakuan dia tidak ada baku tembak," ujar Boerhanuddin.

Sementara proyektil peluru dari senjata Brigadir J yang ditemukan di lokasi kejadian disebut sebagai alibi.

"Senjata almarhum yang tewas dipakai untuk tembak kiri-kanan jari kanan itu. Jadi kesannya saling baku tembak," ujar dia.

"Menembak itu dinding arah-arah itunya," sambung dia.

Boerhanuddin memastikan, kliennya Bharada E tidak melakukan penganiayaan.

"Bharada E sudah nembak, keluar tidak tahu lagi proses terhadap almarhum itu gak tau lagi. Bharada E tidak menganiaya, tidak ada. Dia tidak tahu lagi proses apa-apa gimana," terang dia.

5 dari 6 halaman

Lebih dari Satu Orang yang Terlibat

Kata Boerhanuddin, selama ini publik mengetahui bahwa Bharada E sebagai pelaku tunggal dalam kasus tewasnya Brigadir J. Namun, ternyata tidak demikian.

"(Ada pihak lain yang terlibat) kami tak bisa ungkap dahulu pihak-pihak lain yang dimaksud karena kita tidak mau melewati kewenangan dari Polri. Ini juga kan masih proses penyidikan juga," ujar dia.

"Akhirnya diungkap semuanya, setelah itu dia (Bharada RE) merasa plong, lega gitu udah sampaikan yang sebenarnya," ujar dia.

Burhanuddin memastikan, dengan disebutnya sejumlah nama oleh Bharada E. Sehingga, bukan hanya satu orang saja yang terlibat dalam kasus tewasnya Brigadir J.

"Iya, bukan (satu orang). Makanya disebut semalam waktu wawancara, kita bukan pelaku tunggal. Ada pelaku lain juga. Makanya minta perlindungan LPSK gitu," tegasnya.

6 dari 6 halaman

Ungkap Brigadir RR Ada di TKP

Terbaru, Bareskrim Polri telah menetapkan satu orang lagi sebagai tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Dia adalah Brigadir RR yang merupakan ajudan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Ketelibatan RR diungkap oleh Bharada E atau Richard Eliezer ketika diperiksa oleh penyidik tim khusus (timsus) Polri.

"Iya benar (Brigadir RR itu yang diungkap Bharada E). Brigadir RR ada di lokasi waktu kejadian. Di situ disebut namanya," kata Muhammad Boerhanuddin saat dihubungi, Senin (8/8).

Sebelumnya, Bharada E atau Richard Eliezer, sopir Putri Candrawathi dan Brigadir RR merupakan ajudan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menyandang status sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, Bharada E dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan Juncto 55 dan 56 KUHP. Sedangkan, Brigadir RR dipersangkakan dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Keduanya pun langsung di jebloskan ke Rutan Bareskrim Polri.
 
Pengusutan kasus ini sendiri berangkat dari laporan polisi yang dilayangkan oleh pihak keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, yakni terkait dugaan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP juncto 338, juncto 351 ayat (3) juncto 55 dan 56 KUHP.

Laporan tersebut tertuang dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/0386/VII/2022/SPKT/ Bareskrim Polri tanggal 18 Juli 2022.

[tan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini