Wow, Tim Jelajah Merdeka tiba di desa tertinggi se-Jawa

Reporter : Ya'cob Billiocta | Kamis, 5 Januari 2017 00:07
Wow, Tim Jelajah Merdeka tiba di desa tertinggi se-Jawa
Mitsubishi Outlander di Jelajah Merdeka. ©2017 Merdeka.com/Nuryandi Abdurohman

Merdeka.com - Setelah melakukan perjalanan yang penuh tantangan, akhirnya tim Jelajah Merdeka 1.000 Danau, melakukan suatu kegiatan eksplorasi alam yang digagas merdeka.com dengan Potrait of Indonesia dan didukung KTB Mitsubishi Motors, tiba di Desa Sembungan, Kecamatan Sejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (16/12).

Sembungan merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa, dengan ketinggian mencapai 2.306 meter dari permukaan laut.

Keberhasilan tim bisa sampai di ujung aspal dataran tinggi Dieng ini tak lepas dari tangguhnya dua mobil Mitsubishi Outlander Sport yang kami kendarai. Perjalanan menuju Desa Sembungan lancar tanpa kendala.

Perjalanan tim menuju Desa Sembungan dimulai dari Telaga Merdada. Perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit dengan medan menanjak dan berliku.

Meski medan jalan sangat menantang, tim tetap nyaman berada di dalam kendaraan. Sebab kabin pengemudi dan penumpang cukup luas dengan ruang kaki yang lega, meski diisi tiga orang dewasa. Jok berbahan kulit kian terasa nyaman buat pengemudi dan penumpang.

Fitur kabin pun terasa lengkap, seperti AC otomatis dan setir dilengkapi tombol control audio steering switch. Jok baris kedua yang berbahan kulit dengan sudut kemiringan pas, bikin saya nyaman di belakang, ungkap Andhika, travel blogger yang ikut Jelajah Merdeka 1.000 Danau tahun ini.

Andhika tak percaya bisa berdiri di desa tertinggi di Pulau Jawa. Ini berkat kerja keras, kekompakan tim, serta mobil yang andal. Ya, teknologi MIVEC di mesin 2.000 cc Mitsubishi Outlander Sport, membuat mesin bertenaga optimal di seluruh putaran mesin. Hasilnya trek menanjak pun dilintasi dengan mudah.

info lebih lanjut Outlander Sport, klik di sini

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Desa Sembungan merupakan perkampungan tertua yang juga populer disebut desa matahari.

Dahulu kala, Desa Sembungan merupakan kawasan transit bagi para peziarah umat Hindu antar dataran rendah dan pegunungan Dieng.

Di sana terdapat situs ondo-ondo (tangga kuno) yang diyakini berkaitan erat dari kegiatan keagamaan umat Hindu waktu itu.

[ibs]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE