Tari Maekat, Simbol Keperkasaan Perang Suku Dawan Pulau Timor

Rabu, 23 Juni 2021 16:05 Reporter : Ibrahim Hasan
Tari Maekat, Simbol Keperkasaan Perang Suku Dawan Pulau Timor . Tari Perang Maekat Suku Dawan©2021 Merdeka.com/Dus Banunaek

Merdeka.com -
Budaya Indonesia begitu melimpah, mencerminkan semboyan dasar negara. Kondisi sosial, geografis tiap daerah membedakan adat istiadat budayanya. Salah satunya Nusa Tenggara Timor yang penuh dengan tanah kering dan padang rumput yang luas. Terdapat suku Dawan penduduk asli Pulau Timor. Mereka punya tradisi tarian yang menunjukkan keperkasaan setelah berperang. Perang sering terjadi antar kerajaan di Pulau Timor.

Suku Dawan juga terkenal dengan Suku Atoni Meto atau sering dijuluki Atoni Pah Meto. Secara harfiah berarti “orang-orang dari tanah kering”. Tanah menjadi simbol harga diri bagi kerajaan di wilayah Amanuban dan Amanatun, Timor Timur Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Konfik antar kerajaan pada zaman swapraja sering tak terelakkan. Penyebabnya tidak lain adalah tindak kriminal dan aturan kerjaan yang dilanggar.

Tari Maekat menjadi tradisi tarian perang yang menunjukkan keperkasaan para pria. Gerakannya mengungkapkan rasa bahagia, berlatar rumah Raja Timor yang melegenda.

005 ibrahim hasan

Tari Perang Maekat Suku Dawan©2021 Merdeka.com/Dus Banunaek

Bunyi kerincing berirama senada dengan pijakan kaki para penari Maekat. Membuat meriah kegembiraan suasana pasca perang. Senjata utama berupa bilah pedang turut menjadi bagian dari kemenangan. Keperkasaan para pejuang semakin terlihat dalam balutan kemenangan yang menggembirakan.

Tarian Maekat diiringi dengan tabuhan gong, tambur, dan sorak-sorak semangat. Tempo musiknya lambat pada permulaan. Mulai bersemangat dengan tempo cepat pada pertengahan dan melambat pada akhir tarian.

Pada ritual juga diiringi doa dan persembahan dari para perempuan. Mereka turut berbahagia memiliki para pejuang perang yang memenangkan laga.

005 ibrahim hasan

Tari Perang Maekat Suku Dawan©2021 Merdeka.com/Dus Banunaek

Penari Maekat terdiri dari dua orang laki-laki yang berpasangan. Bak berduel satu lawan satu, tubuh mereka berlenggak-lenggok ikuti iringan musik. Tangan kanan mereka siap siaga menggenggam pedang yang tajam. Tari Maekat juga bisa dilakukan secara berkelompok. Namun jumlah penarinya harus genap. Menggambarkan dua kelompok yang siap berperang di medan laga.

Irama Tari Maekat menirukan gerakan Elang. Tubuh menunduk kaki mereka melangkah perlahan. Tangan mereka menyeimbangkan tubuh dengan membawa pedang. Bak sayap elang yang membentang menakuti mangsa.

Kostum para penari berasal dari kerajinan tenun khas Timor. Helaian kain diikatkan pada kepala membentuk sebuah mahkota. Sarung tenun menambah kesan khas Suku Dawan saat membawakan Tarian Maekat. Tak lupa aksesoris kalung dikenakan pada leher para juara.

005 ibrahim hasan

Tari Perang Maekat Suku Dawan©2021 Merdeka.com/Dus Banunaek

Di depan rumah para raja ini mereka menari. Hingga kini, bangunan kerajaan ini masih berdiri dengan megah, sama seperti dulu kala. Pemiliknya ialah Raja Sonaf Maslete di Kafamenanu Nusa Tenggara Timur. Selain itu, ada banyak para raja yang mendiami dan membagi tanah Timor dengan batasan wilayah kerajaan.

Tanah bagi orang Timor sebagai pusaka menjadi perspektif yang wajib diperjuangkan. Orang asing hanya boleh melintas kerajan bagian hanya untuk kepentingan pesta, mencari ternak lepas, hingga urusan adat dan perintah raja. Di luar ketentuan tersebut resiko terbunuh di kerajaan sebelah kerap kali terjadi.

005 ibrahim hasan

Tari Perang Maekat Suku Dawan©2021 Merdeka.com/Dus Banunaek

Saat ini sudah jarang ditemui perang antar daerah di Timor. Untuk menjaga tarian ini tetap ada, warga masyarakat Timor melestarikannya. Tari Maekat biasa dibawakan pada penyambutan tamu agung, hingga perayaan acara tradisional Suku Dawan.

Anak-anak juga turut dikenalkan pada Tari Maekat. Agar mereka bisa tahu sejarah ritual dan budaya Kerajaan Timor dahulu kala. Acara formal dan edukasi tak ketinggalan menanamkan simbol budaya Timor ini kepada generasi yang akan datang. [Ibr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini