Sunrise Memukau di Terasering Panyaweuyan Majalengka
Merdeka.com - Salah satu tempat di Majalengka menjadi pusat menanam daun bawang. Tepatnya di Desa Tejamulya, Argapura, Majalengka, Jawa Barat. Berada di kaki lereng Gunung Ciremai membuat desa ini memiliki lahan yang subur dan mendukung para petani untuk bercocok tanam.
Luasnya lahan perkebunan bawang membuat Lembah Panyaweuyan di desa ini memiliki panorama unik. Banyak orang yang menyebut pemandangan di sini bak Terasering Tegalalang di Ubud Bali. Bedanya jika di Ubud terasering tanaman padi, Panyaweuyan punya terasering daun bawang.
Momen terbaik saat berkunjung di Lembah Panyaweuyan saat menunggu detik-detik matahari terbit. Matahari terlihat menyelinap di balik awan, menghasilkan semburat cahaya yang menawan. Hamparan daun bawang dipadu dengan kilatan matahari menunjukkan diri. Menjadi pemandangan favorit yang diidamkan wisatawan.

©2021 Merdeka.com/Agun Priyatna
Matahari meninggi di balik megahnya Gunung Ciremai. Gunung setinggi 3.078 mdpl ini menyebabkan lereng di baratnya terlambat melihat matahari terbit. Landscape Gunung Ciremai menjulang diselimuti tipisnya awan. Seolah menjadi penghangat dinginnya pagi di Lembah Panyaweuyan.
Pukul 05.30 pagi adalah waktu terbaik menanti nuansa sunrise di Lembah Panyaweuyan. Sebelum itu kamu harus menempuh perjalanan di tengah dinginnya lereng pegunungan. Semuanya akan terbayar saat sampai di Lembah Panyaweuyan.

©2021 Merdeka.com/Agun Priyatna
Melihat ke arah barat, jajaran ladang daun bawang semakin memanjakan mata. Berada di ketinggian 2000 mdpl membuat udara di lembah ini sejuk. Para petani pun memanfaatkannya untuk menanam daun bawang. Keberadaan hamparan terasering di Panyaweuyan menjadi berkah tersendiri. Adanya wisatawan juga menghasilkan pemasukan bagi para petani daun bawang.
Udara sejuk berpadu dengan hijaunya daun bawang semakin menyejukkan. Jajaran terasering unik ini menjadi spot favorit wisatawan. Barisan ladang daun bawang yang rapi selalu menarik perhatian. Pantas terasering Panyaweuyan pernah viral karena keelokannya. Di sini kamu juga bisa menghabiskan pagi sambil berswafoto di tengah ladang daun bawang.

©2021 Merdeka.com/Agun Priyatna
Saat terbaik melihat hamparan terasering daun bawang adalah musim penghujan. Para petani menanam bawang hanya saat musim penghujan. Saat musim hujan usai, petani beralih menanam tanaman palawija. Mereka hanya menanam daun bawang hanya 2 kali dalam satu tahun. Jadi, para wisatawan harus memperhitungkan dengan matang, kapan waktu yang pas berkunjung ke Panyaweuyan.
Spot Lembah Panyaweuyan ini juga menjadi favorit para fotografer professional. Beraneka foto konseptual mereka buat berlatarkan hamparan daun bawang. Agar lebih mudah, kamu juga bisa berkemah di area lembah Panyaweuyan. Datang saat petang, bermalam dan menikmati sunrise khas Terasering Panyaweuyan.

©2021 Merdeka.com/Agun Priyatna
Kamu harus menempuh 50 menit perjalanan dari kota Majalengka. Jangan lupa siapkan kendaraan yang prima. Pasalnya, saat memasuki Lembah Panyaweuyan, kendaraan harus mengeluarkan performa terbaiknya. Jalanan terjal dan curam mendominasi wilayah Panyaweuyan.
Fasilitas di Lembah Panyaweuyan terbilang lengkap. Saat ini sudah ada beberapa posko pandang. Selain itu fasilitas umum pendukung lain seperti toilet, warung dan tempat parkir juga telah disediakan. Tarif parkir sepeda motor Rp 2 ribu, untuk mobil Rp 5 ribu saja. Hanya dengan Rp 5 rb kamu bisa menjelajahi hamparan terasering Panyaweuyan yang menawan. (mdk/Ibr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya