Ramadan Unik di Saudi, dari Meriam hingga THR Gratis

Selasa, 7 Juni 2016 07:16
Ramadan Unik di Saudi, dari Meriam hingga THR Gratis Ramadan di Arab Saudi (Foto: www.islam-watch.org)

Merdeka.com - Datangnya bulan Ramadan disambut meriah oleh seluruh umat muslim di dunia. Setiap mukmin pasti berlomba-lomba mengumpulkan kebaikan dengan jaminan pahala yang dilipat gandakan dari biasanya.

Setiap daerah memiliki cara berbeda untuk merayakan bulan penuh berkah ini. Bila di negara kita Imsak ditandai dengan bunyi sirene meraung-raung, maka berbeda dengan budaya Arab Saudi yang akan menyalakan sebuah meriam besar.

Meriam ini dinamakan meriam Ramadan karena hanya dikeluarkan dan dibunyikan saat bulan puasa tiba.

Meriam ini juga akan dibunyikan sebagai penanda datangnya waktu berbuka. Dan saat hilal sudah terlihat di hari terakhir Ramadan, meriam ini akan dibunyikan kembali sebagai tanda masuk 1 Syawal.

Diletakkan di sebuah gunung yang berada di dekat Masjidil Haram, bunyi meriam ini akan selalu menggelegar ke penjuru kota selama bulan puasa. Setelah Ramadan berlalu, meriam akan dikembalikan lagi ke tempat penyimpanan semula di daerah Aziziyah hingga jelang Ramadan tahun depan.

Selain itu, Arab Saudi menjadi lebih sepi dibanding hari-hari biasanya karena pemerintah tidak menerbitkan visa umrah. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi mereka yang tinggal di sana karena dapat menjalankan umrah Ramadan dengan leluasa tanpa berdesak-desakan.

Saat menjalankan puasa di Tanah Haram tak perlu khawatir soal urusan mencari takjil atau makanan berbuka. Sudah menjadi budaya masyarakat Arab Saudi untuk menyediakan berbagai hidangan takjil gratis di berbagai tempat. Jadi jangan pernah takut kelaparan karena di sepanjang jalan akan banyak buah dan makanan lezat siap disantap.

Jangan bayangkan tempatnya sempit seperti di Pasar Santa atau Pasar Benhil, karena stan-stan disediakan sangat lebar. Sehingga puluhan orang dapat leluasa menikmati mulai dari makanan ringan hingga makanan berat seperti Nasi Biryani dan roti gandum.

Satu lagi yang unik, kalau di Indonesia anak-anak muda biasanya melakukan 'ngabuburit' jelang berbuka. Nah, di kota Mekah orang-orang justru akan ramai berburu kuliner dan belanja keperluan lainnya selepas Isya. Bahkan beberapa swalayan besar akan buka sampai pagi hari.

Dan yang sayang untuk dilewatkan adalah 10 hari terakhir sebelum lebaran. Sebab, hari-hari tersebut akan menjadi berkah tersendiri untuk para pelajar dan orang-orang yang berkunjung ke Arab Saudi.

Hanya dengan menunjukkan kartu pelajar atau paspor, banyak lembaga dan badan usaha akan membagikan THR secara cuma-cuma. Wah menarik sekali bukan?

(dari berbagai sumber)


Sumber: Travel.dream.co.id
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini