Pengeruk Sungai Ciliwung, Sang Pahlawan Siaga Banjir Jakarta

Jumat, 30 April 2021 16:00 Reporter : Ibrahim Hasan
Pengeruk Sungai Ciliwung, Sang Pahlawan Siaga Banjir Jakarta Pengeruk Sungai Ciliwung. ©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Merdeka.com - Banjir Jakarta menjadi peristiwa rutin yang kerap terjadi sepanjang tahun. Berbagai macam upaya terus dicurahkan untuk menangani banjir di Ibukota Indonesia ini. Salah satunya dengan cara mengeruk sungai yang mulai dangkal. Lagi-lagi sampah menjadi partisipan utama penyebab dangkalnya Sungai Ciliwung di Jakarta. Hadirlah mereka para pengeruk sampah dan endapan tanah. Perjuangan mereka mengoperasikan ekskavator memang patut diacungi jempol.

Pemandangan ekskavator terapung sering dijumpai di beberapa sungai Jakarta. Salah satunya Sungai Ciliwung, kala itu tepat berada di belakang Stasiun Tanah Abang. Tiga mesin ekskavator disediakan. Lengan ekskavator bolak balik memindahkan endapan. Endapan diambil dari dasar sungai dan dikumpulkan di tepian. Sesekali para pengeruk turut menunggangi bucket atau pengeruk pada lengan ekskavator. Terlihat mengasyikkan, namun bahaya selalu mengancam.

Musim kemarau membuat sungai-sungai di Jakarta surut. Debit airnya yang kecil menyisakan endapan sisa banjir musim penghujan. Di sanalah peran para pengeruk sungai dibutuhkan.

pengeruk sungai ciliwung

©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Siang yang terik menjadi teman setia para pengeruk sungai bekerja. Pekerjaan mengeruk sungai bukan perkara yang mudah. Mereka punya skill khusus untuk mengoperasikan ekskavator yang besar. Alat berat ini sangat memudahkan proses pengerukan sungai. Beberapa sungai yang dalam nampaknya membutuhkan perlakuan khusus. Ekskavator amfibi dikerahkan untuk menjangkau bagian sungai yang dalam.

Berbeda dari jenis biasa, ekskavator amfibi didesain agar bisa terapung di atas air. Tentunya pengoperasiannya juga membutuhkan operator yang mumpuni. Resiko yang dihadapinya juga beragam. Mulai dari hilang keseimbangan, bahkan hanyut terbawa aliran sungai. Ekskavator lain siap mengulurkan lengannya, menjaga agar tidak terjadi kesalahan yang fatal.

pengeruk sungai ciliwung

©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Kerukan demi kerukan, gumpalan endapan sungai dikumpulkan. Alat dengan berat lebih dari 33 ton ini tiap harinya beroperasi memperdalam sungai kembali. Lengan panjang ekskavator menjangkau tiap bagian sungai yang dangkal. Satu kerukan berisi sebanyak kurang lebih 1.40 meter kubik endapan. Puluhan ton endapan sungai pun ditumpuk hingga menjadi gunungan.

Sebagian pekerja mengendalikan tumpukan endapan yang telah dikumpulkan. Mereka menjaganya agar tumpukan tidak masuk kembali ke dalam sungai. Sesekali mereka berpindah dari gunungan satu ke gunungan lainnya dengan menumpang bucket lengan ekskavator. Sungguh pekerjaan yang menantang adrenalin.

pengeruk sungai ciliwung

©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Endapan sungai berisikan tanah dan sampah. Sampahlah yang mendominasi endapan di Sungai Ciliwung. Kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan menjadi masalah yang tak kunjung terpecahkan. Dampaknya sangat nyata, pendangkalan sungai yang menurunkan kapasitas aliran air. Tak heran, sungai semakin sering meluap dan menyebabkan banjir.

Tahap selanjutnya ialah memindahkan endapan sampah. Ekskavator darat akan memasukkannya ke dalam truk. Sampah dan tanah akan diangkut dan dikumpulkan jadi satu pada tempat pembuangan akhir. Di sanalah sampah akan dikelola lebih lanjut.

pengeruk sungai ciliwung

©2021 Merdeka.com/Fiqi Achmad

Tak hanya sungai Ciliwung, berbagai aliran sungai di Jakarta semuanya diperlakukan sama. Seperti Kali Sunter, Kali Angke, hingga Kali Cipinang semua dilakukan pengerukan. Program pengerukan juga dilakukan pada anak sungai hingga selokan. Bahkan beberapa waduk disiagakan untuk mengantisipasi banjir kala musim hujan.

Akhir tahun 2020 telah dipetakan, setidaknya ada 82 Kelurahan di Jakarta yang rawan akan banjir. Sebagian besar berada di daerah aliran sungai, baik sungai besar maupun kecil. Tentunya, fungsi sungai sangat penting menjaga kestabilan lingkungan, khususnya Jakarta. [Ibr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Picture First
  3. Jakarta
  4. Banjir
  5. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini