KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Menaklukkan rute terjal Telaga Dringo

Rabu, 4 Januari 2017 22:04 Reporter : Ya'cob Billiocta
Mitsubishi Outlander di Jelajah Merdeka. ©2017 Merdeka.com/Nuryandi Abdurohman

Merdeka.com - Jalan menuju Telaga Dringo, Pekasiran, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, memang tak mudah. Rute didominasi trek bebatuan dan badan jalan yang sempit. Ini tentu menyulitkan.

Beberapa kali tim Jelajah Merdeka 1.000 Danau harus berhenti saat bersimpangan dengan kendaraan lain. Butuh kemampuan mengemudi yang mumpuni dan dukungan kendaraan yang tepat untuk menuju ke lokasi. Untungnya tim menggunakan Mitsubishi Outlander Sport dan tidak menemukan hambatan berarti.

Bermesin 2.000 cc MIVEC technology yang menyemburkan tenaga 150 ps, medium SUV andalan Mitsubishi ini terbukti sebagai mobil bandel. Tim jelajah dari Potrait of Indonesia, Wahyudian Syah mengakui dan membuktikannya. Mobil melaju tanpa hambatan berarti.

Kemudian torsi maksimum 197 Nm per 4.200 rpm bikin tim Jelajah Merdeka tak ragu sekalipun, meski di depan mata mengadang jalan berbatu nan mendaki.

"Ini nanjak dari tadi cuma pakai gigi dua lho, enteng banget tapi tenaga besar," ucap Agus saat berbincang dengan Merdeka.com, dalam perjalanan menuju Telaga Dringo, Sabtu (17/12).

Traksi mobil begitu lekat dengan kontur jalan. Ban mobil juga begitu solid tanpa selip saat melintasi tanjakan bebatuan. Mesin tetap halus selama berkendara, hal ini dikarenakan teknologi MIVEC yang mengontrol kerja valve secara elektronik.

Akhirnya tim sampai di telaga on time. Tak bisa dibayangkan jika tim telat, kesempatan mengabadikan panorama indah pun bisa lenyap, lantaran cuaca yang demikian cepat berubah di sana.

Keindahan Telaga Dringo memang selalu menarik hati. Danau alami yang berada di Kabupaten Banjarnegara ini menawarkan keindahan dengan latar belakang Gunung Sindoro.

Salah satu penjaga telaga, Agung, menceritakan terdapat dua tempat berkemah di kompleks danau yaitu di Bukit Stlompak di sisi kiri telaga dan Bukit Cemeti berada di sisi kanan dengan puncak yang lebih tinggi.

"Kalau mau kemping kena biaya Rp 15 ribu mas per orang. Ini retribusi resmi, ada karcisnya. Wisatawan dilarang kemping di pinggiran telaga, untuk menjaga telaga," terangnya.

Keindahan Telaga Dringo sebaiknya dinikmati pagi hingga siang hari. Jika sudah lewat sore hari, jarak pandang menjadi terbatas lantaran kabut yang mulai turun.

Info lebih detail mengenai teknologi MIVEC, klik di sini [ibs]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.