Belajar Membatik di Kampung Giriloyo Imogiri Yogyakarta

Rabu, 28 April 2021 17:00 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Belajar Membatik di Kampung Giriloyo Imogiri Yogyakarta Kampung Batik Giriloyo. ©2021 Merdeka.com/Dika Sinatra

Merdeka.com - Tangannya sibuk melukis di atas kain putih. Bermain dengan canting mengambil lilin untuk membuat motif pada kain mori. Wanita lanjut usia ini tetap tekun membatik di Kampung Batik Giriloyo. Ia belum lelah mengukir motif di atas kain putihnya. Membuat maha karya warisan budaya Indonesia

Ia tak sendiri, lebih dari 1000 wanita di Kampung Batik Giriloyo menjadikan batik tulis sebagai mata pencaharian utama mereka. Menghasilkan kain batik yang menawan setiap harinya. Tak heran, Kampung Batik Giriloyo pun menjadi sentra kain batik tulis di Kota Pelajar.

Sejak tahun 1600an silam, kampung yang berada di Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta ini melestarikan budaya kerajinan batik tulis warisan Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Selalu menjaga warisan luhur milik Indonesia agar tak lekang oleh waktu.

kampung batik giriloyo
©2021 Merdeka.com/Dika Sinatra

Membatik memang bukanlah hal yang mudah. Perlu ketelatenan saat menorehkan lilin di atas kain kosong. Telaten meniti satu ukiran satu demi satu. Dari tangan pra pengrajin ini lah, kain-kain batik tulis yang menawan itu lahir.

Proses pembuatan motifnya langsung ditulis secara manual. Melatih kesabaran dan ketelitian. Proses pembuatan batik tulis memang cukup panjang dan rumit. Namun, di balik itu akan menghasilkan kerajinan tangan yang bernilai seni tinggi. Tak ayal, banyak orang yang penasaran dengan cara membuat batik tulis.

kampung batik giriloyo
©2021 Merdeka.com/Dika Sinatra

Selain menjadi sentra batik tulis, Kampung Batik Giriloyo juga mengajak para wisatawan menjajal menjadi pengrajin batik. Di kampung ini para wisatawan bisa mengikuti kegiatan pembelajaran yang asyik secara langsung untuk mengenalkan proses pembuatan batik tulis. Lengkap dan runtut.

Proses pembuatan batik dimulai dari sehelai kain putih kecil mori. Kain inilah yang akan dibatik menggunakan canthing. Setelah itu, kain mulai di proses dari merendam dengan bahan-bahan pewarna, merebus, lantas mencucinya kemudian dijemur dan diangin-anginkan hingga menghasilkan sebuah karya kecil kain batik.

kampung batik giriloyo
©2021 Merdeka.com/Dika Sinatra

Butuh waktu minimal 1 bulan untuk membatik satu lembar kain. Namun, juga tergantung dengan bahan kain yang digunakan hingga kerumitan motif. Batik Giriloyo dikenal sebagai batikan tangan yang mengangkat motif keraton.

Proses pewarnaannya Batik Giriloyo masih menggunakan pewarnaan alami seperti kunyit, secang, kulit kayu, daun jati.Pewarnaan alami lebih awet meskipun warnanya tak secerah menggunakan pewarna sintetis. Namun, Batik Giriloyo juga masih memberikan pewarnaan sintetis untuk pewarnaan lainnya. Untuk 1 lembar kain batik harganya bervariasi. Mulai dari Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah.

kampung batik giriloyo
©2021 Merdeka.com/Dika Sinatra

Kampung Batik Giriloyo menjadi destinasi wisata batik favorit di Yogyakarta. Di sudut Kota Pelajar ini, kamu bisa mengenal lebih dalam warisan budaya Indonesia. Untuk mengunjungi Kampung Batik Giriloyo, kamu tidak dikenakan biaya retribusi. Namun, jika kamu ingin mengikuti workshop membatik perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp. 25.000 hingga Rp. 50.000.

Selain itu, tersedia homestay untuk merasakan atmosfer proses membatik di kampung asri ini. Kampung Batik Giriloyo tak hanya sekedar wisata, namun juga turut melestarikan dan menjaga kain warisan nenek moyang. [Tys]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini