Lagi Diuji, Roti yang Bisa Dimakan di Luar Angkasa

Senin, 12 Juni 2017 18:36
Seorang astronot menikmati makanan di stasiun ruang angkasa (Foto: NewScientist)

Merdeka.com - Astronot sebentar lagi dapat menghirup aroma roti yang terpanggang saat mengangkasa. Sebab, Stasiun Luar Angkasa Internasional tahun depan akan menguji coba adonan roti dan oven yang dirancang khusus untuk disantap di luar angkasa.

Makanan segar akan membuat hidup di luar angkasa lebih menyenangkan, bagi para astronot dan wisatawan luar angkasa. Menurut pendiri perusahaan dibelakang proyek itu, Bake in Space, Sebastian Marcu, sejak lepas landas orang tak akan lagi menikmati makanan segar.

"Kita perlu membuat roti dari nol," kata Marcu, pada New Scientist.

Proyek ambisius itu bukannya tanpa alasan. Roti memang menjadi salah satu makanan pokok di bumi, tetapi roti dapat mengancam kehidupan di luar angkasa.

Orang pertama dan terakhir yang menikmati roti di luar angkasa adalah dua astronot di misi Gemini 3 milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA. Mereka berbagi sandwich daging kornet yang telah diselundupkan di pesawat ulang alik.

NASA melarang astronot memakan roti karena remah-remah roti dapat terbang di mana-mana sehingga menyebatkan kelilipan atau konsleting di dalam panel listrik. Sejak saat itulah, NASA hanya memperbolehan kulit tortilla sebagai adonan alternatif.

Marcu mengatakan Bake In Space bekerja sama dengan German Aerospace Centre dan ilmuwan makanan dari beberapa organisasi penelitian lainnya mengembangkan campuran adonan dan proses pembuatan roti yang menghasilkan roti bebas dari remah. Bagian yang paling sulit, kata Marcu, adalah tektur roti.

Harapannya, dia dapat menghasilkan roti yang gurih, kenyal, dan tidak menghasilkan remah. "Ini adalah tantangan terbesar," kata penanggung jawabab pengembangan adonan roti, Florian Stukenborg di Bremerhaven di Jerman.

Sementara itu, anggota tim OHB System AG Matthias Boehme saat ini sedang merancang oven yang sesuai dengan aturan Stasiun Luar Anggkasa Internasional. Listrik yang terbatas membuat oven harus bekerja dengan hanya 250 watt dan permukaan luar tidak bisa melebihi 45 derajat Celcius.

"Solusinya adalah oven dengan volume kecil yang menahan panas dengan baik," kata Boehme.

Proyek tersebut telah dipresentasikan di British Space Conference di Manchester , Inggris, pekan lalu.

Apakah penelitian ini akan berhasil? Kita harus menunggu hasilnya. (Sah)

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.