Jelajah Merdeka sukses lewati tiga provinsi berkat Grand New Veloz

Jumat, 27 Mei 2016 01:53 Reporter : Ardyan Mohamad
Jelajah Merdeka sukses lewati tiga provinsi berkat Grand New Veloz Pelepasan Tim Jelajah Merdeka. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Tim Jelajah Merdeka 'Koffie Van Java' telah mencapai Jawa Tengah pada hari ketiga perjalanan, dari total sembilan hari yang dijadwalkan. Sempat rehat sejenak di Alun-Alun Purwokerto setelah start dari Kabupaten Bandung 4,5 jam sebelumnya, disusul sarapan pagi Mi Ongklok Wonosobo, tim akhirnya menjejakkan kaki di Kabupaten Temanggung untuk menjajal varietas Robusta dan Arabika lokal saat matahari sudah di atas kepala.

Perjalanan darat tim menyusuri budidaya dan tradisi menyesap kopi di seantero Pulau Jawa ini didukung oleh Toyota.

Tim beranggotakan tujuh orang dipecah menjadi dua. Satu tim mengendarai Grand New Veloz Matic, dan satu lagi memacu All New Kijang Innova yang juga bertransmisi otomatis.

Rudy Suprawinarko, anggota tim 'Koffie Van Java' yang kebagian tugas mengendarai Grand New Veloz, mengakui ketangguhan MPV terbaru dari keluarga Avanza yang diluncurkan pada 2015 itu.

Grand New Veloz dapat diandalkan menempuh perjalanan jauh, tak pernah kehilangan tenaga dari Jakarta sampai posisi terkini di Jawa Tengah. Rudy juga terkejut karena untuk mobil matic, sistem transmisinya memiliki simpanan tenaga saat torsi dipacu maksimal.

"Ini ada transmisi D3 dan L, sehingga bisa nambah satu speed," kata Rudy saat rehat di Wonosobo, Kamis (26/5).

Selain itu, seperti lazimnya Toyota Avanza, Grand New Veloz sangat irit. Rudy mengaku baru mengisi bahan bakar dua kali sepanjang menempuh 553 kilometer melewati tiga provinsi. Klaim Toyota bahwa mobil 1.500 CC dengan teknologi VVT-i dan throttle by wire ini lebih irit 20 persen dalam konsumsi bahan bakar, terbukti nyata.

Rudy menyoroti suspensi Grand New Veloz yang dirasa lebih unggul dibanding seri Avanza lama. "Bantingannya enak," ujarnya.

Bagi penumpang, alas bangku baris kedua terasa lebih lega karena formatnya 50:50. "Nyaman ya, karena bangkunya langsung digabung dan empuk banget. Saya tidur nyenyak selama perjalanan," kata Gendis Permana, salah satu peserta jelajah 'Koffie Van Java'.

Handalnya kendaraan yang dipakai membuat Rudy optimis perjalanan Jelajah Merdeka lancar mencapai Jember, untuk kemudian dituntaskan di Surabaya.

Perjalanan tim masih panjang. Nantikan terus seri artikel penelusuran budaya kopi Pulau Jawa di merdeka.com. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini