Jejak Manusia Purba di Tanah Takengon

Jumat, 5 Maret 2021 17:00 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Jejak Manusia Purba di Tanah Takengon

Merdeka.com - Takengon, salah satu kota di Aceh Tengah ini terdapat wisata dan juga situs kebudayaan Loyang Mendale. Situs Loyang Mendale menggambarkan jejak kehidupan manusia purba di Indonesia.

Pasalnya, Situs Loyang Mendale yang berada di Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah ini menyimpan kerangka manusia prasejarah. Peneliti meyakini situs ini diperkirakan berusia 7.000 tahun lalu.

jejak manusia purba di tanah takengon
©2021 Merdeka.com/Bisa Munthe

Di Tanah Takengon ditemukan perlengkapan sederhana berbahan batu yang digunakan manusia purba semasa hidupnya. Temuan-temuan alat-alat batu Mesolitikum seperti serpih, kapak batu sumatralith, kulit kerang, beliung persegi dan tulang hewan.

Penemuan fosil bersejarah ini disebut Rangka IV dan Rangka V oleh cagar budaya Indonesia. Supaya situs tetap terjaga, sepanjang area sekitar fosil terdapat jaring-jaring.

jejak manusia purba di tanah takengon
©2021 Merdeka.com/Bisa Munthe

Kerangka Homo sapiens awal atau manusia prasejarah ini ditemukan di danau laut tawar dari kedalaman 200 cm. Fosil manusia purba ini ditemukan berada dalam posisi kaki terlipat.

Beberapa ahli menganggap posisi rangka terlipat sebagai posisi tiruan kondisi bayi yang berada dalam rahim ibu, yang melambangkan suatu kelahiran kembali pada kehidupan sesudah mati. Sebagian lainnya menganggap posisi terlipat untuk mengatasi lahan penguburan yang sempit.

jejak manusia purba di tanah takengon
©2021 Merdeka.com/Bisa Munthe

Situs Loyang Mendale berada 1200 meter di atas permukaan laut (mdpl), wilayah berbukit di sisi danau laut tawar, Aceh Tengah. Bentang alam dan ekosistem di Dataran Tinggi Gayo ini sangat mendukung kehidupan manusia purba.

Sumber air melimpah, makanan dan ketersediaan tempat berteduh. Gua ini diduga sebagai lokasi hunian pada masa lalu. Terbukti, penemuan perlengkapan manusia prasejarah dan juga peralatan bertahan hidup.

jejak manusia purba di tanah takengon
©2021 Merdeka.com/Bisa Munthe

Situs yang ditemukan tahun 2012 ini berada di pengawasan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Provinsi Aceh. Pihak pemerintah Aceh telah mendaftar situs ini sebagai salah satu cagar budaya Indonesia.

Situs bersejarah ini menjadi nilai edukasi bagi generasi mendatang. Pasalnya, penemuan kerangka manusia prasejarah ini menjadi bagian penting awal peradaban di Tanah Gayo dan Nusantara bahkan Asia Tenggara. [Tys]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini