XL gelar forum diskusi kejahatan siber

Kamis, 14 September 2017 10:56 Reporter : Fauzan Jamaludin
Ilustrasi operator seluler. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pesatnya perkembangan teknologi digital juga mendorong lahirnya berbagai produk inovatif. Namun demikian, kemajuan teknologi juga membuka peluang atas munculnya berbagai ancaman baru, khususnya yang terkait dunia digital, seperti kejahatan siber dengan modus yang semakin canggih.

Guna membangun kewaspadaan bersama atas potensi ancaman kejahatan siber, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan suatu forum diskusi dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan risiko bisnis yakni “Risk & Control Forum” (RCF) di Jakarta, Rabu (13/9).

“XL Axiata sebagai salah satu pelaku Industri Telekomunikasi perlu untuk terus mencermati tren industri dan risiko-risiko terkait. Dengan mendiskusikan dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan risiko bisnis (risk and control), kami berharap para pelaku industri ini dapat saling berbagi pengalaman, dan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kompetensi mengenai hal-hal tersebut,” ujar Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, Kamis (14/9).

Dalam keterangan resminya, Dian menambahkan, saat ini hampir setiap perusahaan menggunakan sistem teknologi informasi dan koneksi ke dunia digital untuk mendukung aktivitas bisnisnya. Karena itu, semua perusahaan pasti memiliki kebutuhan untuk mampu mengamankan sistem teknologi informasi yang dikelolanya.

Untuk itulah, dia menekankan, event ini menjadi sangat penting bagi pelaku industri. Apalagi, serangan siber juga acap kali menyasar perusahaan-perusahaan di Indonesia. Memiliki sistem keamanan siber dan manajemen risiko yang kuat tentu menjadi suatu nilai tambah yang penting bagi setiap perusahaan di industri ini.

XL Axiata berharap Forum Risk & Control ini selanjutnya bisa menjadi wadah bagi para praktisi audit dan manajemen risiko di industri telekomunikasi dan industri terkait untuk saling berdiskusi, berbagi ilmu, pengalaman, bertukar pikiran, dan menjalin komunikasi. Melalui event ini, para praktisi dapat mendiskusikan tren dan update terbaru terutama yang memerlukan perhatian dari sisi audit dan manajemen risiko.

Dian juga menekankan pentingnya forum ini bagi pelaku industri financial technology (fintech). Menurutnya, pelaku industri fintech pun harus aware dengan segala resiko yang mungkin muncul dari sisi siber.

Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa pelaku industri fintech dalam memperluas pengembangan bisnisnya menggunakan sarana platform digital terutama dalam upaya memperbanyak pengguna. Jaminan atas keamanan data dan juga dana nasabah dari berbagai sisi tentu menjadi perhatian utama masyarakat dalam menggunakan jasa dan produk fintech. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Telco
  2. XL
  3. XL Axiata
  4. Aksi Hacker
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.