WhatsApp Bakal Tuntut Pengguna yang Melanggar Aturan

Rabu, 12 Juni 2019 14:18 Reporter : Fauzan Jamaludin
WhatsApp Bakal Tuntut Pengguna yang Melanggar Aturan Ilustrasi WhatsApp. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - WhatsApp barangkali tak akan main-main dengan para penggunanya yang dianggap melanggar hukum. Dilaporkan Russian Today, Rabu (12/6), mereka tak segan-segan untuk mengambil tindakan hukum.

"Kami akan mengambil tindakan hukum terhadap orang-orang yang kami anggap terlibat dan membantu orang lain melanggar aturan. Bahkan, jika penentuan hal tersebut didasarkan pada informasi di luar platform kami," tulis di laman FAQ WhatsApp yang diunggah Senin lalu.

Hanya saja, proses yang dilakukan untuk mengetahui bukti seseorang melanggar atau tidaknya aturan, menggunakan machine learning dan AI. Dengan tools tersebut, mereka mengklaim semua hal memungkinkan.

WhatsApp sendiri menyebutkan, perusahaan telah menghapus lebih dari 2 juta akun setiap bulannya. Bahkan, 75 persen di antaranya dihapus tanpa ada keluhan pengguna.

WhatsApp selama ini memang dituding sebagai aplikasi penyebar hoaks bahkan di India WhatsApp disebut-sebut menyebabkan kematian lebih dari 20 orang.

Bahkan, bulan lalu para peneliti keamanan menemukan bahwa WhatsApp disusupi oleh spywarebesutan NSO Group yang mengganggu perangkat milik pegiat HAM dan politikus di berbagai negara.

Dengan peringatan ini, pengguna yang tertangkap tak patuh aturan--menurut klasifikasi dari machine learning--bisa terkena akibatnya.

Mereka menilai, pengiriman pesan secara otomatis dan spam termasuk dalam perilaku yang melanggar.

Demikian juga dengan pengguna yang menambahkan orang yang tidak ada di daftar kontak mereka ke dalam sebuah obrolan grup. Termasuk juga pengiriman pesan pada pengguna lain yang tidak dikenal. [faz]

Topik berita Terkait:
  1. WhatsApp
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini